Duh, Plastik!
Posted by mpokb on 16 Des 2008 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal, Tempat Singgah
Untuk menyantap hidangan apa saja, saya terbiasa menggunakan sendok dan garpu. Kadang-kadang tanpa keduanya, sesekali pakai sendok saja atau garpu saja, dan jarang sekali memakai sumpit. Sayang sekali, sekarang banyak tempat makan yang hanya menyediakan sendok dan garpu plastik, bahkan untuk hidangan panas kebul-kebul sekalipun. Untuk mencomotnya langsung dengan tangan, tentu saja tidak mungkin. Untuk memakai sumpit, saya kurang trampil. Apalagi, saya belum tahu cara memotong bakso dengan sumpit.
Entah apa pertimbangan pemilik kedai sehingga memutuskan untuk memakai sendok dan garpu plastik. Mungkin harga alat makan sekali pakai lebih murah daripada ongkos beli sabun dan air. Mungkin tenaga untuk mencuci alat makan tidak ada, dan menggaji pegawai hanya untuk mencuci alat makan menjadi pemborosan luar biasa. Mungkin juga ada yang beralasan demi kebersihan dan kesehatan, tapi lupa risiko dari plastik yang karsinogenik.
Ada masa ketika tuan rumah yang menyuguhkan hidangan pada para tamu dengan gelas atau piring plastik dianggap tidak sopan. Mungkin sekarang pandangan itu sudah bergeser. Plastik identik dengan modern, kadang-kadang juga gengsi, apalagi yang bermerek
. Namun, bersantap dengan alat makan plastik membutuhkan kesabaran dan ketekunan, juga sedikit kelembutan. Kalau terlalu bersemangat, sendok atau garpu bisa patah. Atau, alih-alih masuk mulut, makanan malah mental ke mana-mana.
13 Comments »

on 16 Des 2008 at 16:30 1.bootdir said …
Cara memotong bakso dengan sumpit:
1. Jepit bakso dengan sumpit.
2. Dekatkan bakso ke arah mulut.
3. Gigit bakso sebagian.
Dekatkan mangkok ke mulut jika taku bakso terjatuh. (atau sebaliknya)
on 16 Des 2008 at 17:31 2.anakperi said …
nah, nyomot bukan pilihan; karsinogenik atau ngokop?
anakperi´s last blog post..Jangan Memberi Makan Monyet….!
on 17 Des 2008 at 01:41 3.hedi said …
kalo gitu, kita harus bawa stok sendok dan garpu sendiri dari rumah
hedi´s last blog post..Ampun, Thailand!
on 17 Des 2008 at 03:30 4.ono said …
Manja banget nih orang, disediakan alat masih protes. Di suruh bawa sendiri tidak mau.
ono´s last blog post..Lebih anggun memakai WordPress magazine themes
on 17 Des 2008 at 07:28 5.escoret said …
itu mnrtku lebih bagus lho ya..???
aku dulu jaman ospek,makan sop ga pke sendok…alias di kokop…!!!
eh,btw..di kokop bahasa indonesianya apa ya..???
escoret´s last blog post..Solusi Edan..!!!!
on 17 Des 2008 at 13:27 6.mikow said …
mending sendok platistiknya kuat, buat ngebelah aja meletot sendoknya hehehehe….
on 17 Des 2008 at 15:47 7.oon said …
lah…motong pake sumpit mpok?….tusukin aje! xixixi…
on 19 Des 2008 at 13:10 8.wier said …
iya, sekarang serba plastik. Bikin lontong pakai plastik. Bungkus soto pakai plastik. Bungkus kopi yang masih panas pakai plastik kresek. Duhhhh penyakit.
wier´s last blog post..Perang Status via YM
on 21 Des 2008 at 03:19 9.funky said …
Hati hati katanya banyak operasi plastik yang sering gagalnya.
on 22 Des 2008 at 07:25 10.ichanx said …
untung saya biasa makan make tangan…. *ummmhhh… makan baso make tangan begimana cara?*
ichanx´s last blog post..Kartu Kredit BCA
on 24 Des 2008 at 08:19 11.mayssari said …
Ngiler Baksone aku mpok….
mayssari´s last blog post..R I N D U
on 26 Des 2008 at 11:07 12.ogut said …
Masak sih kaga bisa make selumprit, Mpok
Salah satu nilai-kurang dari perkakas plastik adalah baunya…, kadang mengganggu selera makan, dan .. iya itu, kayak yg mpok bilang, sering mletat-mletot #-o
– kurang ahli pake sumpit us.. dan aye pernah mematahkan garpu plastik
on 03 Jan 2009 at 15:28 13.zam said …
lebihs ip kalo wadahnya stereofoam.. mantab!!
*mantab modar-e*
zam´s last blog post..Jeng-Jeng Ujung Genteng