Saatnya Wedang Ronde!

Posted by mpokb on 04 Feb 2009 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal, Tempat Singgah

Setelah beberapa lama dirundung penasaran, dan terus penasaran karena belum ada kesempatan, akhirnya saya berhasil mencicipi jajanan yang mangkal di Jalan Pajajaran, Bogor, ini. Warungnya kecil, bersahaja, hanya tersedia tiga atau empat meja dan bangku panjang. Kalaupun ada yang agak lain dari tenda-tenda tetangganya, mungkin karena tenda penutup tidak dihiasi dengan lukisan dan tulisan tangan, melainkan hasil cetak olah foto digital.

Nama yang ditonjolkan oleh produsen bernama Teh/Ceu/Neng Neneng adalah “onde-onde ketan”, dilengkapi dalam kurung “wedang ronde”. Mohon dikoreksi kalau salah, tapi setahu saya, sajian ini di Jawa Tengah memang disebut “wedang ronde” dan di Jawa Timur “wedang angsle”. Wah, nggak jelas ini. Tulisan kok malah tanya.

Warung tenda yang saya datangi ini ternyata cabang warung utama di Gang Aut, Bogor. Penjual mempersiapkan kartu nama kalau-kalau ada pembeli yang ingin pesan partai besar. Keren juga, punya kartu nama. Silakan dicatat, kalau berminat. Ini bukan iklan, hanya ingin berbagi info, tapi saya nggak kenal Neneng. Jadi, jangan tanyakan wajahnya seperti apa, statusnya bagaimana, dan lain sebagainya, ya?

Selain wedang ronde, warung itu juga menyediakan bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur jali-jali dan bubur sagu yang dicampur potongan talas. Harganya rata-rata Rp 5.000 per porsi. Dengan porsi yang mengenyangkan, rasanya masih masuk akal untuk ukuran zaman tidak menentu seperti saat ini.

Menu favorit saya wedang ronde. Selain untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang dalam kemasan plastik, tersedia pula wedang ronde dengan bola-bola ketan yang siap rebus dan menurut penjual tahan sampai tiga hari dalam lemari es. Untuk menyiapkannya sangat mudah. Tinggal merebus air sampai mendidih, lalu bola-bola itu dicemplungkan sampai mengambang, artinya sudah matang. Ada empat bulatan sebesar bola bekel berisi kacang tanah dan gula pasir, seperti kue moci, dan banyaaaaak sekali bola-bola ketan berukuran lebih kecil. Kuahnya adalah wedang jahe dengan gula putih atau gula merah, tinggal pilih. Di musim hujan, ini jajanan yang sangat cocok. Perut kenyang, badan hangat, hidung dibelai aroma daun suji dan pandan, hmmmmmm…. Apa? Mahal? Kalau saya dikasih uang Rp 5.000, belum tentu wedang ronde bikinan saya selezat bikinan Neneng. Makanya saya nggak protes, hehe.

19 Responses to “Saatnya Wedang Ronde!”

  1. on 04 Feb 2009 at 20:09 1.ichanx said …

    *siap-siap jalan2 ke bogor*

    ichanx´s last blog post..Foto Selebritis Di Koran Pikiran Rakyat

    – jangan naik taksi bersopir mabok yak

  2. on 04 Feb 2009 at 22:11 2.casual cutie said …

    wah kayanya enak…pengen nyoba jg nih!!

    casual cutie´s last blog post..Sex Toys

    – silakan dicicipi..

  3. on 05 Feb 2009 at 07:41 3.mayssari said …

    kapan2 kalau saya ke Bogor, anterin saya ke sana ya mpok :) Jadi ngiler ngeliatnya nih….

    mayssari´s last blog post..Di Balik Layar

    – mari, mari.. saya anterin non may…

  4. on 05 Feb 2009 at 09:04 4.nengjeni said …

    saya suka bubur jali-jali nya….

    – suka ke pajajaran atau gang aut ya mbak? :)

  5. on 05 Feb 2009 at 12:20 5.hedi said …

    jarang-jarang nemu gituan kalo nggak di jawa tengah atau timur

    hedi´s last blog post..Melawan Resesi

    – di bogor juga jarang, eh, pas nemu ini…

  6. on 05 Feb 2009 at 12:20 6.Edi Psw said …

    Wah, enak kalau diminum saat musim hujan kayak gini

    Edi Psw´s last blog post..Gerakan Sekali Bilas Molto Ultra

    – hangat dan kenyang :)

  7. on 05 Feb 2009 at 14:11 7.ono said …

    Seingetku wedang ronde ada kacangnya deh, (koq ya protes sih) wesben. Seminggu lalu dikasih ronde bikinan wong chino totok dan seperti itu, penak tenan lho mpok. Bola2x warna putih, hijau, merah muda terisi tumbukan kacang.
    Masalahnya kacangnya itu lho, bola2x digigit baru bisa merasakan kacangnya.

    – itu juga ada, kayak kue moci

  8. on 05 Feb 2009 at 15:35 8.frozzy said …

    Wah…mpok…kliatannya yummy…pen nyoba ah…

    frozzy´s last blog post..Samuel Mulia Pt (2) : Susah Senang

    – ternyata banyak yang suka yak..

  9. on 05 Feb 2009 at 18:48 9.Ardy Pratama said …

    Slllrrruuppp… Jd ngler bgt liat gmbarx. Msim ujan2 gini emng nkmat bgt klo da wdang ronde…

    Ardy Pratama´s last blog post..Arah pergerakan bisnis online di Indonesia

    – tos wedang ronde :)

  10. on 06 Feb 2009 at 08:21 10.escoret said …

    asli..lihat fotonya,langsung ngilerrrrrr

    kpn2 tak cuba….

    escoret´s last blog post..Jogja lautan spanduk ga jelas..!!

    – waduh.. ngilernya dilap dulu..

  11. on 06 Feb 2009 at 08:22 11.Indah said …

    Di dkt rumah jg ada yg jual wedang ronde uenak, lbh suka yg gede isi kacang coz lbh yummy :q

    – oh, bisa milih gitu? ah, nanti coba ah..

  12. on 06 Feb 2009 at 11:13 12.oon said …

    itu sajian fav kalo dikampung ibuku, mpok…onde isi kacang ijo(tapi kok putih?) sama wedang ronde..nyangkruk malem-malem ngliatin bulan baru nongol..hiks..jadi kangen pulang

    – hayo, pulang pulang.. :)

  13. on 06 Feb 2009 at 16:11 13.diajeng theea said …

    mpok, di malang, angsle iku kuahe koyok santen berwarna putih, ada putu mayang ijo dan merah, roti, tur gak onok ambu2ne jahe blass..

    – ooh gitu… kok gw gak pernah dibikinin?

  14. on 07 Feb 2009 at 01:41 14.pututik said …

    Sebenernya saya penggemar wedang ronde, tp biasanya perut gak kuat besoknya jd sering nongkrong bareng ‘toto’. Kapan ke bogor ya tak cobanya si NENENG yg satu ini.

    – lho, minum jahe kok jadi akrab sama toto?

  15. on 07 Feb 2009 at 07:46 15.Indah said …

    Hai, MpokB, ini Indah ya sama kok, he3 :D Met menikmati wiken ya, Mpok ;)

  16. on 08 Feb 2009 at 11:09 16.wku said …

    kok bolanya banyak gitu ya? beda sama di jogja n dtmptku kali ya? lain tempat emang lain idungnya…

    wku´s last blog post..Valentine

    – mangsudnyah? ini pasti belum mandi.. :P

  17. on 08 Feb 2009 at 18:31 17.casual cutie said …

    sy udah coba beli. tp di daerah sy wedang ronde nya ga pake bulatan ketan tp pake bulatan kanji. kuahnya ada rasa rasa jahe.

    casual cutie´s last blog post..Valentine Day….

    – oooh.. beda bahannya yak.. tapi jahenya sih sama

  18. on 09 Feb 2009 at 03:01 18.Dony Alfan said …

    Di Solo juga ada yang menyebutnya wedang dongo, tapi ya sama aja sebenernya.
    Kapan2 kalo ke Solo, aku traktir wedang ronde, mpok :D

    Dony Alfan´s last blog post..Kampung Batik Laweyan Solo

    – asikkk…. btw, dongo itu kalo di jakarta artinya….. :P

  19. on 04 Mar 2009 at 19:20 19.zam said …

    wedang ronde itu terdiri atas ronde, air jahe, kacang tanah sangrai, kolang-kaling, dan kadang ada potongan roti tawar.

    wedang dongo di solo juga mirip, cuma seingat saya dia tanpa roti tawar dan tanpa kacang.

    sekoteng, meskipun mirip, beda komposisi dengan ronde. sekoteng pun ppunya banyak versi.

    ronde dibuat dari tepung beras, isinya adalah kacang tanah. beda dengan klepon yang isinya adalah gula jawa..

    – oooh.. berarti ronde neneng ini lebih mirip wedang dongo ya.. makasih infonya, bung zam :)

    *jadi lapar*

    zam´s last blog post..Klenteng Jin De Yuan, Petak 9: Klenteng Multi Agama

Trackback This Post | Subscribe to the comments through RSS Feed

Leave a Reply

CommentLuv Enabled