dagdigdug : it’s not a mug’s game

  

It’s not a mug’s game. Iseng-iseng ikutan “mengacungkan jari” di sini, eh, dapat mug juga dari dagdigdug. Memang kalau sudah rezeki, tidak lari ke mana. Dulu saya pernah punya mug dagdigdug berwarna hitam, tetapi raib di tempat kerja. Maklum, mug keren itu tidak dijual di toko mana pun. Bagaimanapun, sekarang saya dapat penggantinya, ditambah kemasan unik pula. Mug unik dan segar, dilengkapi tagline yang mencerahkan. “Daripada copy-paste lebih baik coffee latte”, kata Pak Blonty. Di sisi lain dus, ada tanda tangan Begawan Blog , sehingga saya duga beliau-lah yang mendesain mug ini.

It’s not a mug’s game. Jadi teringat perkenalan saya dengan dagdigdug tepat setahun lalu. Dulu saya ngeblog di tempat lain, tapi akhirnya bikin akun di sana juga dengan tema yang berbeda. Saya tertarik dengan misi menularkan virus ngeblog itu. Saya percaya, ngeblog memicu orang untuk membaca, mencari tahu dan berbagi tentang apa saja. Meskipun itu hanya sebuah percikan pikiran yang bisa jadi terdengar konyol ketika diucapkan sepintas. Kita tidak pernah tahu.

It’s not a mug’s game. Selamat ulang tahun, dagdigdug. Ulang tahun malah bagi-bagi hadiah. Jadi terharu saya. Terima kasih untuk Bu Susi yang sudah mengurusi pengiriman mug. Terima kasih untuk “kami semua” :D .

Lacak balik Komentar
Leave a Comment
CommentLuv Enabled