Politikus Mestinya Ngeblog
Posted by mpokb on 18 Mar 2009 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal
Di televisi kadang ada temu wicara atau debat terbuka para politikus dari partai. Biasanya pemandu acara akan mengemukakan sebuah topik, kemudian masing-masing kubu menyampaikan pendapatnya. Entah sejauh mana acara semacam ini menarik minat penonton. Kadang ada saja satu dua penonton yang merelakan pulsa untuk ikut nimbrung, kasih komentar via telepon.
Dalam acara berdurasi 1 jam, kerap diselingi iklan, tentu saja penonton hanya bisa menilai kapasitas si politikus secara sekilas. Itu pun sebatas pada topik yang dikemukakan. Kadang keterbatasan waktu mengharuskan moderator sudah harus menyela ketika salah satu orang masih semangat berbicara.
Saya ingat, menjelang Pemilu 1999, banyak orang terpikat pada tokoh-tokoh baru yang berbunga-bunga kalau bicara, meniupkan hawa surga pada rakyat yang kebingungan. Banyak pahlawan baru, satu lebih menonjol dari yang lain, meskipun belakangan terlihat juga plin-plan dan belangnya. Para pahlawan harapan bangsa ini tampil dengan simpatik di tivi, dielu-elukan seperti idola baru. Kamera menyukai mereka, penonton menunggu-nunggu idola mereka ditayangkan di tivi. Disadari maupun tidak, disengaja maupun tidak, politik telah menjadi bagian dari industri hiburan.
Tidak semua politikus pandai berbicara, ternyata. Ada yang lebih suka diam saja, memancing rasa penasaran dan celetukan orang-orang usil. Mestinya orang-orang usil itu ingat bahwa Bung Hatta yang tidak begitu banyak bicara adalah seorang pemikir cemerlang. Dan mestinya orang-orang penasaran itu maklum bahwa tidak semua orang lancar berbicara sambil berpikir. Saya tidak tahu, yang lebih suka diam itu termasuk yang mana. Kalau diamati, banyak politikus lebih suka diam-diam saja ketika muncul isu sensitif, karena salah bicara sedikit saja bisa membahayakan posisinya. Perlu dicatat bahwa seorang Barack Obama bahkan sempat terdiam beberapa lamanya di tengah konferensi pers ketika ditanya pendapatnya tentang Iran. Jadi, pandai berdebat di depan publik memang membuat seorang politikus terlihat hebat, tapi tidak selalu memberi kesempatan bagi rakyat untuk menilai sikapnya dalam isu tertentu.
Ketimbang menilai dari ucapan di depan kamera, saya kok rasanya lebih sreg kalau bisa membaca isi kepala para politikus itu secara menyeluruh dalam bentuk tulisan. Supaya tidak hanya mereka yang pandai bicara saja yang dianggap layak jadi politikus, yang merasa bisa mengelola negara sesuai janji. Bagaimana caranya? Ya, menulis saja di koran, atau kalau kolom sekian banyak koran sudah penuh, menulis saja di blog. Lalu, biarkan pengunjung blog menyampaikan komentar, supaya terlihat bahwa politikus tersebut mau menerima umpan balik dari konstituen, bukan sekadar menghimpun suaranya dalam pilkada maupun pemilu. Anak-anak saja banyak yang ngeblog, masak sih politikus tidak mampu?
14 Comments »
on 18 Mar 2009 at 11:21 1.bootdir said …
Mungkin mereka tidak perlu pintar Mpok, hanya perlu sesekali kelihatan pintar. Selain segmentasi market, sesuatu yang tertulis seperti blog, sangat berbahaya bagi mereka. Mereka tidak ingin ada bukti pernah berjanji. Belum lagi kalau harus adu argumentasi.
Bagaimanapun saya salut dengan usaha mereka dalam mencari nafkah. Mulai dari menyodorkan proposal, bagi-bagi booklet dan stiker, ngotot berorasi, sampai mempermalukan diri di spanduk-spanduk. Semuanya mereka lakukan hanya agar dapat diterima di perusahaan bernama Dewan Legislatif.
bootdir´s last blog post..Liku-liku menginstal LG PC Suite
on 18 Mar 2009 at 11:47 2.Diajeng Theea said …
makanya, buka kursus blog khusus politikus, Mpok. Tenaga pengajarnya para blogger terpilih versi dagdigdug dot com
on 18 Mar 2009 at 11:49 3.hedi said …
saya setuju kalo mereka ngeblog, bisa melatih kepekaan
hedi´s last blog post..Maut di Ujung Tekel
on 18 Mar 2009 at 17:04 4.zam said …
aku kira masalah “kesibukan” ini yg susah. kalopun bikin blog, nyang ngisi juga orang lain (tim sukses, ajudan, atau apapun lah)..
zam´s last blog post..Ramen 38, Kedai Ramen Bernuansa Jepang
on 18 Mar 2009 at 19:17 5.frozzy said …
satuju ama zam…. orang-orang seperti ini, kemungkinan besar kalo pun punya blog, paling yang update-in tim suksesnya, mpok…
hihihi, entahlah, saya ko malah tetap apatis sama caleg2 ini…..
frozzy´s last blog post..YOU SAY AKYU…SEPERTI….
on 18 Mar 2009 at 19:41 6.regsa said …
Idenya bagus mpok.Dengan begitu kita dapat lebih bisa tahu program, misi dan visi dari politikus tersebut dengan lebih gamblang tentunya . Dan yang pasti kita juga bisa langsung kasih kritik ato pisuhan .
Jadi inget politikus yang dicaci maki lewat shout box diblognya tempo hari
regsa´s last blog post..2 Tahun 10 hari
on 18 Mar 2009 at 22:00 7.suci said …
mungkin blog masih dianggap sebagai sarana yang kurang efektif mpok…
suci´s last blog post..Tipe Tipe Tukang Parkir
on 20 Mar 2009 at 17:27 8.Fiz said …
Soal tiupan hawa surga pada rakyat yang kebingungan, tokoh Clekit di Jawa Pos minggu lalu malah sempat bilang, “Kalau nggombal terus, saya golput.”
Fiz´s last blog post..Delapan Giga Via Pos
on 20 Mar 2009 at 23:41 9.Sheilla said …
Bagus banget idenya, asal jangan bayar ghostwriter buat isi blog-nya aja (kayak artis aja) hehe. Ngomong2 waktu itu pernah liat salah satu politikus diinterview trus yg nginterview dimarah2in gitu dibilang nggak bertata krama karna si politikus merasa dipojokkan… heheh… ribet
on 22 Mar 2009 at 22:50 10.suci said …
oh ya mpok, kalo lewat facebook kayaknya efektif deh
udah ada contoh sukses nya tuh..
suci´s last blog post..Tipe Tipe Tukang Parkir
on 23 Mar 2009 at 02:04 11.Karunia said …
Para blogger dan pengguna internet cenderung mempunyai tingkat pendidikan lebih tinggi, jadi lebih susah dipengaruhi, persentasenya pun belum terlalu besar di Indonesia. Mungkin mereka lebih memilih kampanye dengan orasi karena lebih banyak mendulang suara. Dalam demokrasi kan tujuannya bukan seberapa bagus kualitas pemilih, tapi seberapa banyak yang memilih. Inilah salah satu titik lemah demokrasi.
Karunia´s last blog post..Adab Menjawab Salam
on 25 Mar 2009 at 15:05 12.siwoer said …
Gimana kalo si mpok juragan kupi luwak nyaleg?! keknya lebih sreg lagi tuh
dijamin dah ana kagak golput lagi kalo mpoknya si luwak nyaleg
siwoer´s last blog post..Ape Kate Ente Dah!
on 26 Mar 2009 at 13:34 13.winy said …
sepertinya sudah banyak politikus yang ngeblog, beberapa saya cantumkan linknya di blog saya. saya perhatikan memang ada yang dituliskan orang, ada yang tulisan sendiri tapi pernak-pernik blognya dibikinin orang, ada yg diseling video (mungkin faktor kesibukan), ada juga yang amit-amit dah isinya cuma mengelu-elukan partai/diri sendiri sekaligus menjelek-jelekkan partai lain (tapi justru jadi kliatan ya watak sebenarnya orang/partai itu
)
winy´s last blog post..Saat Chatting Dini Hari
on 27 Mar 2009 at 08:48 14.tito said …
atau lebih baik blogger jadi politikus. Ah, pemikiranmu selalu..