Pesta Lima Tahunan
Posted by mpokb on 07 Jul 2009 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal
Sudahkah Anda siap memilih besok pagi? Oh, pertanyaan saya salah ding. Kalau mengikuti sentimen yang marak belakangan ini, seharusnya pertanyaan saya adalah, akankah Anda memilih besok pagi?
Tentu saja Anda tidak harus menjawab pertanyaan saya, karena saya tidak perlu jawaban Anda. Anggap saja pertanyaan itu basa-basi, sekadar mengikuti trend supaya tidak dianggap tidak peduli dan tidak ketinggalan berita. Saya tahunya pemilu itu pesta demokrasi, tapi pengalaman menunjukkan bahwa pemilu bukan segala-galanya. Ada yang lebih penting daripada pesta lima tahun sekali, sebuah uraian yang kalau dituliskan akan membuat Anda sama bosannya dengan membicarakan pemilu itu sendiri.
Akan tetapi, saya kasih contoh saja begini. Pemilu legislatif telah dilaksanakan, tapi saya tidak tahu bagaimana mekanisme kontrol terhadap mereka yang telah terpilih. Seumur-umur saya tidak pernah tahu dan itu bukan sesuatu yang diajarkan di bangku sekolah. Saya tidak tahu bagaimana kalau tiba-tiba saya punya saran, lalu ingin menyampaikannya kepada wakil saya yang terhormat. Bolehkah saya langsung kirim SMS atau menyurati para beliau, menyampaikannya lewat LSM (yang jumlahnya banyak, tapi pekerjaan rumahnya juga banyak kali yak?) atau malah harus berunjuk rasa dulu?
Apa pun keputusan Anda besok, sebaiknya dilakukan dengan senang hati. Semoga tidak ada yang kecewa karena munculnya harapan yang berlebih.
PS : Hore.. Layout blog saya baru..!
5 Comments »
on 07 Jul 2009 at 22:09 1.regsa said …
dan misal kita bisa sms, apakah langsung ditindak lanjuti juga .yak?
themesnya bagus..tapi lebih bagus yang diblogdrive dulu,sekedar usul yang ngak pake unjuk rasa..hehehe
regsa´s last blog ..Repost
– blog itu juga nggak dihapus kok, supaya theme-nya tetap bisa dilihat

on 08 Jul 2009 at 00:25 2.antyo rentjoko said …
Kalau kepaksa ya mengontrol parlemen gedongan pake parleman jalanan. Masalahnya cara ini, pada titik tertentu, akan mengundang sepatu lars dan bedil: mereka bisa berpihak ke parlemen gedongan maupun parleman jalanan. Ujung2nya ya pertumpahan darah. Lantas gimana ngontrolnya? Semoga yang hasil pemiluleg ini rada punya rasa malu.
– biar nggak sia2 amanat dari pemilih mereka, bangpaman..
on 08 Jul 2009 at 10:45 3.Sheilla said …
Hehe, layoutnya lucu
Ada kopinya lagih…
Yah saya memang nggak tau bagaimana cara mereka2 yg sudah terpilih itu menjalankan pekerjaannya… yg penting sbg warganegara saya sudah menjalankan yg terbaik yg bisa saya lakukan… yaitu dengan senang hati memilih…
– iya, kopinya gak boleh ketinggalan sheil..
on 08 Jul 2009 at 18:52 4.Karunia said …
Dengan senang hati tidak memilih. Tapi apapun hasilnya sebagai warga negara saya punya kewajiban untuk mentaati pemerintah dalam perkara yang baik.
Karunia´s last blog ..Tamu yang Singgah
– demi kemaslahatan bersama ya, bung..
on 12 Jul 2009 at 07:44 5.Indah said …
Aahh aahh.. pantesan terasa ada yang beda, ternyata bener toh layout-nya diganti, hehehe
– ganti suasana sesekali nii…