Catatan Akhir Pekan Setelah Ledakan
Posted by mpokb on 18 Jul 2009 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal
Awal akhir pekan yang cerah dan tenang, tidak seperti Jumat pagi kemarin yang mendadak dikejutkan berita tentang perilaku biadab sekelompok pengecut yang bertindak sebagai alat kepentingan tertentu.
Pagi ini saya mengganti saluran TV ke sana-sini, sekadar ingin tahu kalau-kalau ada perkembangan lain. Ya, ini hari dimulainya promosi di berbagai tempat belanja di Jakarta selama sebulan. Hari ketika pemilik toko dan usaha lain berharap usahanya akan lebih lancar dari hari-hari sebelumnya. Saya lihat acara-acara yang ditayangkan selepas warta berita berjalan seperti biasa. Isi berita surat kabar langganan pun cukup menenangkan. Saluran TV AS disibukkan dengan pemberitaan tentang wafatnya Walter Cronkite pada usis 92 tahun, reporter kawakan yang dijuluki “The Most Trusted Man in America” dan orang pertama yang disebut “news anchor“.
Semoga pemberitaan yang tidak berlebihan tentang malapetaka bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan kemarin bisa membuktikan pada kelompok pengecut itu bahwa perbuatan mereka sia-sia belaka. Hanya menghasilkan kesedihan para korban dan keluarga mereka, tanpa sedikit pun menyentuh tujuan mereka : ketidakstabilan, ketakutan berlebihan, mengambil untung dari kemalangan orang lain. Terkutuklah perbuatan kalian.
Turut berduka cita bagi para korban dan keluarga. Semoga pihak berwenang segera mengungkap dalang aksi biadab dan pengecut ini. Mari berkegiatan seperti biasa, jangan biarkan mereka mencuri harapan dan rasa aman dari hati kita.
7 Comments »
on 18 Jul 2009 at 13:59 1.zee said …
Hari ini saya berusaha utk tidak melihat lg adegan2 dimana ada mr timothy yg msh hidup dievakuasi. tdk tega rasanya melihat bhw dia akhirnya meninggal juga…
rest in peace, mister…
zee´s last blog ..Indonesia Berduka
–

on 18 Jul 2009 at 18:40 2.antown said …
ngeri liat videonya saat orang itu bawa tas dan meledakkan diri
antown´s last blog ..Lihat dan Rasakan Kaligrafinya
– gak tega juga lihat gambar korban..
on 18 Jul 2009 at 22:28 3.frozzy said …
entah apa yang dicari sekelompok pengecut seperti itu. tidak kah terlintas dalam hati mereka bahwa yang mereka korbankan adalah saudara mereka juga saudara yang hidup atas tanah yang sama dengan tanah yang mereka pijak ? tidakkah tindakan mereka tidak lebih dari tindakan pengecut dan kekanak-kanakan layaknya anak kecil yang merajuk dan minta diperhatikan ibunya ?
berapa liter darah dan airmata lagi yang harus tertumpah untuk menyunggingkan senyum mereka ???
frozzy´s last blog ..TAK BISA MEMILIHMU
– semoga tidak ada lagi yang mau diperalat..
on 19 Jul 2009 at 15:19 4.Indah said …
jangan biarkan mereka mencuri harapan dan rasa aman dari hati kita.
Love this, Mpok
Semoga semua keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi peristiwa ini

Indah´s last blog ..Select -> Delete -> Yes!!
on 19 Jul 2009 at 15:23 5.Indah said …
Testing smiley ya, Mpok, titik dua ama kurung tutup kok hasilnya kaya menyeringai githu yaa? *bingung*
Indah´s last blog ..Select -> Delete -> Yes!!
– memang gitu dari sononya Ndah..
on 19 Jul 2009 at 16:18 6.Sheilla said …
Waktu salah satu korban (Pak Noke) kemarin ditanya “Apakah Anda menjadi trauma pasca kejadian ini, apakah Anda tetap akan melakukan kegiatan bisnis Anda di hotel?” Jawaban Pak Noke “Segala sesuatu-nya harus berjalan seperti biasa, kalau tidak ekonomi negara kita juga akan berhenti di tempat.”
Moga2 kita cepet recover, seperti kasus Thailand kemarin ketika mereka ada masalah, tourism seakan berhenti selama sebulan setelah itu.. travelers were back!
– bener juga, masak kita mau ngikutin maunya pengebom yang bikin kacau..
on 10 Agu 2009 at 06:17 7.heri said …
iya ya ngeri