Panas di Luar, Dingin di Dalam
Posted by mpokb on 05 Agu 2009 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal, Tempat Kerja

Bagian dalam bangunan tinggi yang tertutup biasanya dipasangi pendingin ruangan. Pekerja kantoran pun harus menyesuaikan diri dengan rutinitas hidup yang terbilang aneh, mengenakan jaket maupun pakaian tebal di dalam gedung. Aneh, karena ketika cuaca di luar panas terik, dan berjalan kaki sesaat saja menghasilkan banjir keringat, setiba di kantor si pekerja harus segera memakai jaket. Aneh, karena di negeri panas terik, kita mendinginkan diri dengan AC yang justru membuat cuaca semakin panas. Aneh, karena sampai sekarang saya belum pernah melihat gedung tinggi yang memanfaatkan sirkulasi udara alami, sehingga tidak perlu pakai AC. Tidak perlu gedung tertutup sepenuhnya seperti di negara empat musim yang berisiko kena badai salju. Atau keinginan saya yang aneh?

Karena corong AC terletak di atas kepala, maka pekerja di ruang-ruang tertentu yang ekstra dingin harus menyiapkan kupluk untuk melindungi batok kepala dan daun telinga. Ya, daun telinga yang kedinginan memang bisa bikin masuk angin. Jangan pernah abaikan daun telinga di tempat dingin. Lalu, siapkan stoking atau kaus kaki panjang, karena kaki telanjang di tempat dingin juga bisa menjadi awal masuk angin.
Setelah jaket, stoking, kaus kaki dan kupluk, jangan lupa siapkan obat-obatan dan perlengkapan lain seperti minyak kayu putih atau balsem, koyo, serbuk jahe siap seduh atau larutan penangkal angin. Kalau sudah lengkap, itu tandanya Anda sudah siap.
13 Comments »
on 05 Agu 2009 at 13:01 1.hedi said …
iya tuh, 8 jam lebih diguyur AC…yg repot AC-nya central, gimana mau matiin
hedi´s last blog ..Twitter
– kalo yang ini bisa dibuka kap-nya, dikecilin sendiri, asal mau naik meja

on 05 Agu 2009 at 13:09 2.antyo rentjoko said …
Kerepotan arsitektural sebetunya bukan semata bangunan tetapi keseluruhan gaya hidup. Kita hidup di negeri tropis yang sumuk, maka pilihan alaminya ketika bekerja ya pakai sarung batik dan kadang telanjang dada (untuk pria). Tapi apa mungkin?
Pekerjaan modern, peralatan modern, dirancang oleh dan untuk orang negeri dingin yang kering dan bersedikit debu.
Solusinya tentu ada. Pakai AC tapi tidak terlalu dingin kering, hanya sejuk saja. Hanya saja ketika AC-nya sentral, mereka yang pakai jas atau di ruang yang banyak instrumen elektroniknya bakal kegerahan. Yang namanya smart building tak selamanya memuaskan.
Beruntunglah saya, bekerja di “kantor”, berupa sebuah kamar oada sebuah rumah, sehingga kadang tidak menyalakan AC, jendela saya buka, masih mendengar burung. Debu? Ya kudu telaten membersihkan.
– wah, kalau pegawai pria telanjang dada sih bagus juga, mungkin. hemat AC, maksudnya
memang beruntunglah yang masih bisa bekerja di tempat tanpa harus pakai AC dengan udara yang itu2 saja..
on 05 Agu 2009 at 19:45 3.pututik said …
bener mpok, padahal dari segi tehnik AC itu malah menghasilkan panas luar biasa di bagian exhaustnya. trus penebangan hutan juga karena permintaan orang luar indonesia nah di dalam negeri panas buanget di luar negeri keenakan pake kursi goyang.
pututik´s last blog ..Mbah Surip ora Urip
– waks, terus kalau ada pembakaran hutan, asapnya terkirimlah ke tetangga

on 05 Agu 2009 at 23:20 4.regsa said …
tepat ngantor saya bukan berupa gedung nan megah, tapi hanya 2 buah kontainer 40 ft yang digandeng jadi satu.Tapi AC terpasang secaran ‘ompak-ompakan’ ada 6 biji.Bukan mbikin sejuk malah mbikin dingin luar biasa kek masuk dalam frezer.Mau mbalurin tubuh pake minyak angin, takut saya dibilang nDeso, padahal hidung udah meler-meler
Tapi untungnya saya ndak harus ngendon disitu terus-terusan.
– wah, di tempat nguli saya banyak yang cuek kerokan di toilet lho
pakai jaket aja sa.. masak sih ndeso, wong di ndeso pegunungan itu lebih dingin kok.. hehe.
on 06 Agu 2009 at 01:12 5.geblek said …
masih mending bisa dikecilin ACnya, ditempat saya mburuh malah ndak bisa di apa2in gegara penganut cleanroom
– berarti selalu siap sedia jaket yak..
on 06 Agu 2009 at 15:25 6.mengais dollar said …
wah.. aku malah nggak suka lho.. di tempatku nguli full ac,..
susah kalo lagi plu berat, inginnya bolos terus..
nice artikel.
tak tunggu komennya di blogku ya..
trims..
mengais dollar´s last blog ..Inspirasi untuk Meraih Rumah Idamanmu
– iya… di kota panas pun banyak orang kedinginan

on 08 Agu 2009 at 05:12 7.zam said …
masuk angin yo gari kerokan, mpok..
zam´s last blog ..Jeng-Jeng Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu
– wah, nggak biasa dikerok… denger2 nggak bagus buat jantung, bung zam..?
on 09 Agu 2009 at 09:36 8.fariz said …
salam satu jiwa…..good
fariz´s last blog ..“Pengen Punya Rumah Mewah”
on 10 Agu 2009 at 12:01 9.djghina said …
Klo ndak tahan AC masuknya kategori apa ya?
*kurang kekebalan tubuh, atau..
*ndak bakat jd orang kaya
djghina´s last blog ..Rumah: penampung “sampah”, pembawa berkah
– hehe, si non pasti suka pake AC
on 10 Agu 2009 at 17:15 10.andif said …
kebanyakan AC malah membuat kulit menjadi kering
andif´s last blog ..Pantai Serangon
– betul, bung. harus selalu sedia body lotion..
on 12 Agu 2009 at 07:55 11.mayssari said …
iya, tiap hari saya juga pakai jaket tebal, kaus kaki tebal kaus tangan tebal…
sampai anak2 bilang kok Bu Guru gaks embuh2 sakitnya?? padahal buka jaket dikit aja, besok langsung masuk nagin lagi he..he..
mayssari´s last blog ..Untukmu… Selalu…
– wah, teman senasib.. teman saya juga ada yang pakai sarung tangan di kantor lho..
on 12 Agu 2009 at 23:16 12.jun said …
Yang saya harus atasi —paling sering dengan jaket dan kaos kaki— adalah AC dalam bus Eka-Patas, yang setiap Rabu malam saya naiki dari Surabaya ke Solo. AC-nya duingin alias sangat dingin, dengan corong AC di atas kepala. Kalau AC kantor sih biasa-biasa saja, Mpok. Ngak dingin-dingin amat. Mungkin karena AC-nya sudah lumayan tua (meski belum beruban, hehehehehe).
– kalo langsung di atas kepala gitu suka pusing saya. makanya sebisa mungkin dikecilkan. kalau sudah dol, saya sumbat pake tisu hehe..
on 14 Agu 2009 at 17:16 13.frozzy said …
Setelah jaket, stoking, kaus kaki dan kupluk, jangan lupa siapkan obat-obatan dan perlengkapan lain seperti minyak kayu putih atau balsem, koyo, serbuk jahe siap seduh atau larutan penangkal angin. Kalau sudah lengkap, itu tandanya Anda sudah siap.—> mo kemping nih mpok ? hehehehehe
frozzy´s last blog ..UNKNOWN NUMBER
– iyak, kadang2 tempat nguli dinginnya kayak di puncak non
