Lokal dan Tradisional, Konon
Posted by mpokb on 20 Agu 2009 | Tagged as: Pemanja Lidah

Kok posting soal makanan lagi? Harap maklum yak, blog ini memang agak mirip warung, meskipun yang berjualan bukan saya. Inilah dagangan si mamang langganan yang lewat depan rumah tiap akhir pekan. Pukul 9.30 – 10.00 hari Sabtu, teriakannya selalu terdengar di depan rumah, “Kueeeee!” Kalau sudah dengar suara itu, rasanya seperti ada dorongan spontan untuk segera ke depan rumah sambil bawa piring kosong. Bukan, itu bukan efek hipnotis atau pelet. Saya memang doyan, sungguh. Dulu, waktu si mamang baru mulai berjualan di komplek saya, rasanya saya sempat mengalami kekalapan seketika dalam memborong kue. Lama-kelamaan, kerakusan itu mulai berkurang dan sekarang saya insaf, membeli secukupnya saja untuk seisi rumah
Kebiasaan membeli kue dari “orang lewat” itu dulu juga dilakukan ibu saya semasa saya kecil. Berbagai kue basah dengan cita rasa tradisional dan lokal (meskipun bahannya sekarang pun banyak yang diimpor, weeeksss..!), tetap akan punya tempat istimewa di indra pencecap dan hati saya. Hayah, ngomongin penganan saja kok jadi sentimental gini sih..
Sambil nunggu ide posting berikutnya, saya ajak Anda main tebak-tebakan. Apakah Anda tahu nama-nama kue di atas? Yang jawabannya benar semua, boleh borong kue si mamang
3 Comments »
on 20 Agu 2009 at 13:40 1.nengjeni said …
lopis, serabi, buras, lepet …. mmm, jadi kangen lopis …
– ayoo, mbak.. mari jajan lupis..
on 22 Agu 2009 at 22:39 2.jun said …
Namanya boleh apa saja, Mpok. Tapi yang jelas, panganan-panganan yang ada dalam posting Mpok di atas tersebut membuat saya (tambah) lapar malam ini.
jun´s last blog ..Sisi Lain Stasiun (2) : Toilet Umum Bersih
– semoga sudah terobati sekarang, Pak..

on 24 Agu 2009 at 15:56 3.frozzy said …
haduh….. lagi puasa begini…pas bener buka postingan ini.. :p
frozzy´s last blog ..PERTARUNGAN
– lho, ini postingnya sebelum bulan puasa lho non
