Kado Barang atau Uang?
Posted by mpokb on 12 Okt 2009 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal, Selamat!

Kapan terakhir kali Anda memberikan kado pernikahan ketika datang ke resepsi? Mungkin saja Anda patungan bersama teman-teman sekantor atau seperumahan, atau bersama keluarga besar, untuk memberikan hadiah bertema. Misalnya peralatan rumah tangga, perlengkapan kamar tidur, atau ehem, lingerie yang mungkin tidak akan dibeli sendiri oleh mempelai wanita karena masih malu berpakaian seksi di depan suami?
Mungkin juga Anda sudah menyelipkan angpau “tanda kasih sayang”, tapi ingin tetap memberikan sesuatu yang berkesan bagi kedua mempelai? Walaupun sudah bukan keharusan, kado berupa barang masih saja dicari orang.
Dari resepsi pernikahan beberapa waktu lalu, saya mendapat info dari mempelai bahwa dari sekian tamu yang datang, sekitar 15% di antaranya menghadiahkan kado berupa barang. Sejumlah kado berupa barang yang sama, bahkan sampai ke merek dan modelnya
Ini patut disyukuri, karena kalau barang tersebut rusak atau lapuk, si penerima masih punya cadangannya
Entah sejak kapan budaya membawa angpau ke pernikahan jadi “nasional”. Bagi pemberi dan penerima kado, uang memang lebih praktis. Dan umumnya bisa langsung dipakai sendiri oleh penerima
Dulu, orang akan maklum apabila mempelai memilih untuk menyimpan kado-kado yang tidak sempat terpakai, untuk diberikan lagi kepada pengantin baru lainnya. Barang-barang rumah tangga seperti pengering rambut, setrika, atau pemanggang roti, termasuk yang kerap diteruskan dari satu resepsi ke resepsi
Orang jarang membuat kado sendiri untuk diberikan kepada sepasang mempelai. Sekali waktu pernah ada seorang pelukis menghadiahi hasil karyanya, lukisan Kota Jakarta tempo doeloe, ketika masih bernama Batavia. Penuh sentuhan pribadi. Untuk ukuran zaman sekarang, mungkin bisa disamakan dengan menghadiahi blog atau situs bagi kedua mempelai
8 Comments »
on 12 Okt 2009 at 23:12 1.zam said …
menghadiahi blog? hahahah.. keren kayaknya! dan lebih praktis..
mpokb mau dihadiah hosting dan domain gratis? hihihih
zam´s last blog ..Jeng-Jeng Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
– terus dibikinin postingnya sekalian ya?
ini satu blog aja susah bener ngisinya

on 14 Okt 2009 at 19:58 2.geblek said …
saya lebih tertarik menhadiahi uang walau tak seberapa. uang kan bebas mau di apakan olehnya,
geblek´s last blog ..Negeri Penuh Prasangka
– nggak bakal ditolak atau dioper ya bung..

on 15 Okt 2009 at 11:43 3.bukan facebook said …
saya sih memilih kasih angpao dengan alasan lebih simple dan lebih berguna. Tapi kalau teman dekat saya tambahkan kado yang bersifat lebih pribadi.
bukan facebook´s last blog ..Jangankan Miyabi, Allah pun pernah dilarang main film!
– iya juga… supaya ada kenang2an buat teman, gitu

on 15 Okt 2009 at 15:49 4.tuteh said …
Kebiasaan ngasih amplop/angpao kalo nggak salah sejak krisis moneter itu, kk *sok tau* huehehe…
Sampe sekarang kalo acara (apalagi acara pernikahannya teman SMU) suka patungan sama teman2 se-angkatan, kontak2an, terus nentuin mo beli apa buat yang merit… tapi umumnya kalo bukan sodara, bukan teman, ya ngasih amplop aja, kk… standart2 and sesuai kemampuan
lagian yang party kan nggak ngarep duit dari undangan
(buktina bisa bikin pesta duluan :p)
Tapi pernah nih, kk… kejadian :
1. Undangan langsung ilfil ketika amplop dibuka DI TEMPAT alias nggak nunggu habis acara tapi pas tuh tamu nyodor amplop, tuh amplop langsung dibuka
hwakakaka…
2. Isi amplop… soal isi itu relatif ya… tapi ini KOSONG SONG SONG! Amplop kosong!
hakakakaka… nasebbbb…
Sekian dan terima kasih
tuteh´s last blog ..Believe it or Not
– waduh, tengsin berat dong si pembawa amplop, Tuteh.. *takjub*
on 15 Okt 2009 at 18:49 5.soulharmony said …
kado buatku ????????????????
– minta siapa yak?
on 16 Okt 2009 at 10:44 6.jun said …
Untuk ukuran zaman sekarang, mungkin bisa disamakan dengan menghadiahi blog atau situs bagi kedua mempelai ==> Hehehehe, ini bukan mungkin lagi, Mpok. Ketika seorang kawan kantor saya menikah, kawan lain menyumbang dalam bentuk blog berbayar (sewa hostingnya dibayari untuk setahun ke depan).
Adapun saya sendiri selain menyumbang uang untuk kawan yang menikah itu, juga menyumbang posting berisi cerita dan foto pernikahannya —saya pasang di blog saya, bukan di blog kawan tersebut.
jun´s last blog ..Masih Siang Seperti Sudah Petang
– hehe, sudah ada juga ternyata ya.. kayaknya juga saya sempat baca postingan itu, Pak

on 24 Okt 2009 at 16:16 7.winy said …
baik posting maupun komentarnya penuh dengan ikon nyengir
saya ngasih barang kalau diajak saja, jadi pasti patungan. ngasi blog bisa patungan juga kan ya?
on 26 Okt 2009 at 23:44 8.Indah said …
Uang lebih praktis, bisa digunakan oleh kedua mempelai, ahahaha..
Kalo barang khan belon tentu sesuai seleraa :p
Indah´s last blog ..The Glow
– betul sih, kebanyakan sekarang juga maunya gitu, Non..
