Setelah Empat Belas Tahun
Posted by mpokb on 01 Jun 2010 | Tagged as: Kehidupan Bersama
Empat belas tahun berlalu sudah, sejak untuk terakhir kalinya sebagai penglaju kuinjakkan kakiku di lantaimu. Empat belas tahun berlalu dan wajahmu tetap kusam, bahkan semakin muram. Empat belas tahun dan kudengar pengelolamu tetap merugi. Empat belas tahun dan kebijakan seakan tidak pernah berpihak padamu, meskipun aku tahu di atas sana banyak para perencana berotak encer tapi bungkam tak berdaya karena entah. Empat belas tahun kau tetap terlambat, anjlok, mogok dan toh tetap menjadi andalan penumpang.
Dan aku masih teringat bau amis abadi keringat bercampur debu pada pegangan dan rak besi dalam gerbongmu. Bahkan setelah empat belas tahun.
4 Comments »

on 02 Jun 2010 at 07:41 1.Fiz said …
Teeeet… Kereta Api! (moga betul)
Eh, baru ingat. Kalau ndak salah dulu mpok pengen liat foto2 album kenangan bertema kereta api yak? Di sini mpok… http://fizsaja.wordpress.com/2010/05/29/buku-kenangan-2008-2009/
Fiz´s last blog ..Juru Parkir
– wah, udah diposting ya? ok, bung, segera ke tkp… thanks!

on 08 Jun 2010 at 19:58 2.Asrul said …
Karena mental Penyelenggara Kereta tidak berubah, maka dari tahun ke tahun tidak berubah
Asrul´s last blog ..Susahnya anak muda berbisnis di Indonesia
– semoga belum sakit mental yak..
on 21 Jul 2010 at 13:17 3.winy said …
jadi selama empat belas tahun mpokb naik kereta? wah, coba dari awal nyicil mpok, udah dapet berapa gerbong tu…
winy´s last blog ..Gara-gara Rok Saja
– oh, maksud saya, terakhir kali sering naik kereta 14 tahun lalu, pas masih kuliah, Jeng…
on 24 Jul 2010 at 13:46 4.winy said …
hoiya ya…..”sejak terakhir kalinya”…ndak teliti aku…:D
winy´s last blog ..Gara-gara Rok Saja