Curhat Seusai Lebaran

Posted by mpokb on 10 Sep 2011 | Tagged as: Asbun Bukan Aspal, Kehidupan Bersama

Mumpung masih bulannya, izinkan saya mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan saya selama ini. Selamat Idul Fitri. Seusai Lebaran, salah satu topik yang banyak dibicarakan adalah meningkatnya jumlah perantau, sekarang lebih sering disebut pendatang, ke Ibu Kota dan sekitarnya. Memang, cerita tentang indahnya Jakarta, walaupun sering kali hanya sebatas yang terlihat, begitu memicu penasaran bagi orang yang tinggal jauh dari sana. Di luar itu, kesempatan untuk meraih penghidupan yang lebih baik tetap menjadi alasan utama orang hijrah ke Jakarta.

Tentu saja, dengan semakin berkembangnya usaha kecil dan menengah, bukan cuma industri dan perusahaan besar, peluang untuk bekerja di Jakarta, sebetulnya lebih tepat Jabodetabek, juga kian besar. Setidaknya, tenaga kerja terserap, tidak terbuang atau “idle” ketika konsumsi harus jalan terus. Ini “sesuatu” yang membikin hati kita boleh optimistis. Apalagi menurut kabar berita, Indonesia saat ini termasuk negara yang cukup menjanjikan bagi investor asing. Ketika kekuatan ekonomi yang dianggap mapan seperti Amerika dan Inggris mengalami krisis, kita justru tengah menjadi pasar tumbuh terbesar di Asia Tenggara. Hebat, kan?

Kata berita pula (silakan tanya Google ya) saat ini modal asing telah mengalir deras ke negeri kita sejak tahun lalu. Ketika seseorang menanamkan uangnya pada kita, berarti dia sudah memberi kepercayaan bahwa kita mampu mengelolanya dengan baik dan menghasilkan keuntungan. Tinggal bagaimananya kita menjalankan kepercayaan tersebut. Apakah dana itu akan kita belanjakan untuk sesuatu yang besar namun bermanfaat bagi orang banyak, atau kita bagikan langsung sedikit-sedikit tapi merata, namun dengan kemampuan kelola si penerima yang entah bagaimana?

Beberapa tahun lalu, ketika kelas menengah Amerika mulai melakukan gerakan hidup irit, merelakan rumah disita karena tidak kuat lagi bayar cicilan yang melangit, kelas menengah Indonesia justru berlomba-lomba membeli rumah dan kendaraan pribadi, juga semakin giat belanja dan…mengembangkan usaha sendiri. Itu baru yang terlihat oleh orang awam seperti saya. Tanda-tanda apakah ini?

Optimisme memang harus terus dipupuk, karena – membeo ucapan para motivator – tanpa itu kita hanya akan menjadi bagian dari masalah. Bagaimanapun, akan tetap menjadi masalah ketika optimisme itu ternyata tidak terbagi merata ke seluruh penjuru Tanah Air, karena kemampuan kelola yang buruk, apalagi bila perhatian seluruh Indonesia harus selalu terkonsentrasi pada sebuah titik kecil di peta bernama Jakarta. Maka sebagai orang Bogor saya heran, ketika di koran seorang pakar berkoar, provinsi lain harus siap menopang pasokan air ke Jakarta, padahal air di Jakarta banyak terbuang akibat kelalaian dan pembiaran. Ibarat bagian tubuh manusia, semua harus mendapat perawatan dan perhatian yang sama, supaya seluruhnya tetap berfungsi sempurna.

10 Responses to “Curhat Seusai Lebaran”

  1. on 10 Sep 2011 at 16:25 1.casciscus said …

    masih percaya kata para motivator? *eh* :p

    – gimana mau percaya kalau paham pun tidak? :D

  2. on 14 Sep 2011 at 09:50 2.mayssari said …

    maaph lahir batin jugaaa…..
    kangen banget main2 ke sini, apa kabar mbak????

    – Kabar baik.. Jeng May baik juga kan..? Sama ini, juga lama nggak ke sana..hehe..

  3. on 16 Sep 2011 at 20:41 3.ario saja said …

    mohon maap lahir dan batin ya mbak…

    – Sama-sama, Bung.. Maafin ya, ini reply telat bangeeet.. :)
    ario saja´s last blog ..Lambang Garuda (Simbol Indonesia) Mengalami 3 kali PerubahanMy ComLuv Profile

  4. on 18 Sep 2011 at 23:07 4.Kaget said …

    Menurut saya, ini tanda2nya kita bakalan maju. Pikiran untuk membangun industri dan usaha kecil semakin meluas dipikiran kita. Hanya saja kita tak tahu kapan hasilnya terlihat, bisa saja 10 tahun lagi

    – Lebih baik alon-alon tapi kelakon, daripada instan tapi hangat2 tahi ayam kan… :D
    Kaget´s last blog ..Angkutan Umum Semakin MemprihatinkanMy ComLuv Profile

  5. on 23 Sep 2011 at 23:56 5.Belajar Photoshop said …

    saiia setuju banget.. Optimisme memang harus terus dipupuk.. memandang segala sesuatu dari sisi positifnya hingga bisa nimbulin kekuatan optimisme ;) mantap!!!

    – yuk maree..

  6. on 04 Okt 2011 at 11:00 6.biova said …

    Ape kabar Mpok, reunian enak kali yeeee…

  7. on 06 Okt 2011 at 13:19 7.Ria said …

    Pa kabar Mpok :) Ikutan Workshop Kampung Fiksi yuks :D
    Ria´s last blog ..Sesuatu Tentang Teras Rumah Itu..My ComLuv Profile

  8. on 07 Okt 2011 at 06:12 8.mpokb said …

    Baik Mastoy, gimana kabar di purchasing ni…? Tempo ari habis reuni singkat sama Mbake cs lho :D

  9. on 07 Okt 2011 at 06:16 9.mpokb said …

    Halo Ria, maaf ni gak bisa ikutan.. Sukses n have fun yaa.. :)

  10. on 25 Des 2011 at 10:34 10.edratna said …

    Optimisme harus dipupuk….berio contoh baik pada lingkungan terkecil kita….karena semangat itupun bisa menular.

    – Setuju, Bu.. Dengan hal-hal terkecil sekalipun ya..

Trackback This Post | Subscribe to the comments through RSS Feed

Leave a Reply

CommentLuv Enabled