<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb &#187; Hiburan</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/category/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 08:48:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>SMS Wan Abu Tipu-tipu</title>
		<link>http://mpokb.com/2011/05/15/sms-wan-abu-tipu-tipu/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2011/05/15/sms-wan-abu-tipu-tipu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 11:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli data]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran data]]></category>
		<category><![CDATA[SMS penipuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Selain mendadak dipanggil &#8220;mama&#8221; atau &#8220;papa&#8221; agar mengirimkan pulsa dengan alasan &#8220;penting&#8221;, atau tiba-tiba dimintai pulsa oleh &#8220;papa&#8221; (padahal ayah saya sudah almarhum), saya pernah juga satu dua kali menerima SMS yang menyuruh mengetikkan kode tertentu untuk melihat MMS yang &#8220;katanya&#8221; dikirimkan kepada saya, padahal itu kode untuk transfer pulsa. Kalau cuma demi pulsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-755" title="Abubakar" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2011/05/Abubakar.jpg" alt="" width="216" height="288" /> <img class="aligncenter size-full wp-image-756" title="Cirebon" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2011/05/Cirebon.jpg" alt="" width="216" height="288" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Selain mendadak dipanggil &#8220;mama&#8221; atau &#8220;papa&#8221; agar mengirimkan pulsa dengan alasan &#8220;penting&#8221;, atau tiba-tiba dimintai pulsa oleh &#8220;papa&#8221; (padahal ayah saya sudah almarhum), saya pernah juga satu dua kali menerima SMS yang menyuruh mengetikkan kode tertentu untuk melihat MMS yang &#8220;katanya&#8221; dikirimkan kepada saya, padahal itu kode untuk transfer pulsa. Kalau cuma demi pulsa puluhan ribu, yang mungkin untuk cuap-cuap sebentar segera habis, apalagi sudah banyak yang tahu bahwa itu penipuan, kenapa masih ada saja yang begitu rajin kirim SMS ke para &#8216;papa&#8217; dan &#8216;mama&#8217;, ya? Saya pikir, di situ ada unsur keisengan juga. Iseng mengerjai orang dengan harapan dapat pulsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, kali ini ada dua SMS model baru. Yang pertama lebih canggih, pakai bahasa Inggris. Ceritanya Mister, eh, Wan Abubakar ini mau tanam modal sebesar &#8220;satu setengah juta dolar&#8221;, saudara-saudari. Ini karena beliau, konon dari Libya, sedang mencari partner lokal. Kalau dengar kata &#8220;partner&#8221; ini saya jadi agak curiga. <em>Partner in bed</em> atau <em>partner in crime</em>, yak, maksudnya? Haha! Bagi yang berminat, saya tidak menyarankan Anda untuk mengirimkan surel pada Wan Abu, tapi kalau Anda tetap mengotot, risiko tanggung sendiri lho.. Saya sudah memperingatkan..</p>
<p style="text-align: justify;">Yang, kedua, tetap canggih juga, karena si pengirim tahu nama saya dan &#8220;seakan tahu&#8221; saya punya rekening di Bank Mandiri. Saya tidak tahu kebetulan menebak nama bank atau tidak, tapi yang jelas SMS kedua itu cukup meyakinkan seakan si pengirim termasuk orang yang saya kenal. Hanya &#8220;cukup&#8221;, tidak &#8220;sangat&#8221;, sehingga SMS itu pun tidak saya tindak lanjuti. Toh setelah mendiamkan sampai beberapa hari, tidak ada kabar apa-apa dari keluarga maupun kerabat saya. Saran saya, kalau Anda menerima SMS seperti ini, jangan langsung ambil tindakan apa pun. Orang yang mengalami kecelakaan nyaris mustahil hanya mengabari lewat SMS. Perhatikan juga cara si pengirim memakai kata sapa, &#8220;mbak&#8221;, &#8220;mas&#8221;, &#8220;oom&#8221;, &#8220;tante&#8221;. Siapa yang kira-kira akan menyapa Anda begitu? Dengan cara ini pula saya yakin, bahwa si pengirim bukan orang yang saya kenal dan tidak mengenal saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Daripada mengutuki pelaku tidak karuan, padahal belum tentu dia jera, lebih baik kita mawas diri saja. Entah penipuan model SMS apa lagi yang akan muncul. Sebetulnya hal-hal semacam ini membuat saya sedih sekaligus kasihan. Sifat baik seseorang diincar untuk dimanfaatkan lewat manipulasi demi keuntungan instan. Padahal saya yakin, pelaku pun punya keluarga dan kerabat yang tidak dia harapkan bakal menjadi korban penipuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2011/05/15/sms-wan-abu-tipu-tipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halo sayangku..</title>
		<link>http://mpokb.com/2011/01/06/halo-sayangku/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2011/01/06/halo-sayangku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 03:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[bukan Dr. Ruth]]></category>
		<category><![CDATA[spam]]></category>
		<category><![CDATA[terjemahan harfiah lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Surel spam biasanya langsung saya buang tanpa dibaca lebih dulu. Akan tetapi, mungkin karena saya ge-er saat melihat judulnya, yang satu ini pun saya baca  juga, meskipun sekilas. Yang sangat menarik adalah gaya bahasa terjemahan surel ini dari bahasa aslinya. Maka &#8220;Hello dear&#8221; menjadi &#8220;Halo sayang&#8221; dan &#8220;Compliments of the day!&#8221; menjadi &#8220;Pujian hari ini!&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2011/01/halo-sayangku.jpg"><img class="size-full wp-image-697 aligncenter" title="halo sayangku" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2011/01/halo-sayangku.jpg" alt="" width="442" height="331" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Surel <em>spam</em> biasanya langsung saya buang tanpa dibaca lebih dulu. Akan tetapi, mungkin karena saya ge-er saat melihat judulnya, yang satu ini pun saya baca  juga, meskipun sekilas. Yang sangat menarik adalah gaya bahasa terjemahan surel ini dari bahasa aslinya. Maka &#8220;Hello dear&#8221; menjadi &#8220;Halo sayang&#8221; dan &#8220;Compliments of the day!&#8221; menjadi &#8220;Pujian hari ini!&#8221; Ada juga &#8220;kesehatan yang baik dan juga mengejutkan&#8221; (maksudnya apa, ya?). Hmm&#8230; Jadi teringat gaya bahasa subtitel di film-film berbahasa asing, ya?</p>
<p style="text-align: justify;">Yang juga menarik, pembuat surel ini memakai nama &#8220;Ruth&#8221;. Mengingatkan kita pada sang Dokter terapis psikoseksual yang termasyhur itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2011/01/06/halo-sayangku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Wayang dan Wanita</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/11/30/bukuwayang-dan-wanita/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/11/30/bukuwayang-dan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 07:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[1000 buku untuk tunanetra]]></category>
		<category><![CDATA[sri mulyono]]></category>
		<category><![CDATA[wayang dan wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin buku ini tak sengaja saya temukan di loteng. Cocok untuk menambah koleksi 1000 Buku untuk Tunanetra. Kebetulan juga saya belum baca, hehe. Isinya tentang wayang (ya iya lah), terutama tokoh perempuan di dunia pewayangan. Memang paling asyik membicarakan seluk-beluk perempuan, apa pun jenis kelamin si pembicara. Bahkan meskipun nasib kaum perempuan sekarang secara keseluruhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-676 aligncenter" title="wayang dan wanita" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/11/wayang-dan-wanita.jpg" alt="" width="398" height="298" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kemarin buku ini tak sengaja saya temukan di loteng. Cocok untuk menambah koleksi <a href="http://mitranetra.or.id/ebook/index.asp?mnu=1" target="_blank"><strong>1000 Buku untuk Tunanetra</strong></a>. Kebetulan juga saya belum baca, hehe. Isinya tentang wayang (ya iya lah), terutama tokoh perempuan di dunia pewayangan. Memang paling asyik membicarakan seluk-beluk perempuan, apa pun jenis kelamin si pembicara. Bahkan meskipun nasib kaum perempuan sekarang secara keseluruhan hanya sedikit membaik kalau tidak makin terpuruk dibandingkan dengan zaman kakek nenek kita, wacana tentang perempuan akan selalu menarik untuk digulirkan dalam berbagai diskusi, seminar dan penelitian. Termasuk antara lain penelitian tentang keperawanan perempuan yang sering kali diulang itu. Penting banget, kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, di buku ini diuraikan berbagai karakter perempuan di dunia pewayangan yang cenderung multitafsir dan banyak metafora itu. Di situlah asyiknya wayang. Penyimak mendapat keleluasaan untuk menyarikan sendiri hikmah di balik kisah-kisahnya. Saya sendiri kurang paham cerita wayang, karena hanya membaca sedikit-sedikit dari komik dan cerita-cerita pendek. Novel &#8220;Mahabharata&#8221; yang pernah saya baca pun konon hanya versi ringkas dari kisah sesungguhnya <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/11/30/bukuwayang-dan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Belahan Dada di Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/11/22/tak-ada-belahan-dada-di-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/11/22/tak-ada-belahan-dada-di-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 08:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[belahan dada]]></category>
		<category><![CDATA[cleavage]]></category>
		<category><![CDATA[kemben]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang menyerap kosa kata dari berbagai bahasa daerah di Tanah Air, juga bahasa-bahasa lain yang dibawa oleh para &#8220;pendatang&#8221; antara lain dari Cina, Arab, India, Portugis, Belanda dan Inggris. Perumusan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak lepas dari perjuangan bangsa untuk bersama-sama melepaskan diri dari belenggu penjajah.  Maka, meskipun ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Bahasa Indonesia yang kita kenal sekarang menyerap kosa kata dari berbagai bahasa daerah di Tanah Air, juga bahasa-bahasa lain yang dibawa oleh para &#8220;pendatang&#8221; antara lain dari Cina, Arab, India, Portugis, Belanda dan Inggris. Perumusan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak lepas dari perjuangan bangsa untuk bersama-sama melepaskan diri dari belenggu penjajah.  Maka, meskipun ada sekitar 500 bahasa daerah di seluruh Nusantara, semua suku bersepakat memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, meninggalkan ke-&#8221;aku&#8221;-annya demi menjadi bangsa Indonesia yang berjati diri baru. Peristiwa monumental ini memuncak pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.</div>
</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan usianya saja, yang baru ditetapkan sebagai bahasa nasional pada tahun 1928, sebetulnya sudah terlihat &#8220;kemudaan&#8221; bahasa kita. Bahasa Arab dan bahasa Inggris, sebagai pembanding saja, sudah dipakai sejak abad ke-5 SM. Mungkin karena relatif masih muda, kosa kata bahasa Indonesia sering kali terasa kurang lengkap ketika terjadi alih bahasa. Jangankan padanan istilah baru yang muncul dalam bahasa asing, untuk istilah lama pun bahasa kita tercinta ini masih &#8216;bolong-bolong&#8217;. Salah satu contohnya disinggung dalam <a href="http://memo.blogombal.org/2010/11/19/celah-belahan/#comment-8457" target="_blank"><strong><span style="color: #ff6600;">posting Paman Tyo yang ini</span></strong></a>, tentang tiadanya padanan bahasa Indonesia untuk kata &#8220;<em>cleavage</em>&#8220;.</p>
</p>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Dalam Kamus Inggris &#8211; Indonesia yang disusun J.M. Echols dan Hassan Shadily, &#8220;<em>cleavage</em>&#8221; sebagai kata benda punya tiga penjelasan : 1. perpecahan, 2. pembelahan dan 3. potongan leher baju yang dalam/rendah. Sedangkan, dalam kamus Oxford, &#8220;<em>cleavage</em>&#8221; punya empat penjelasan : 1. <em>sharp division; a split</em>, 2. <em>the cleft between a woman&#8217;s breast</em>, 3. <em>cell division, especially of a fertilized egg cell</em>, 4. <em>the splitting of rocks or crystal in a preferred plane or direction</em>. Penjelasan ketiga dan keempat di Kamus Oxford menempatkan &#8220;<em>cleavage</em>&#8221; bukan sebagai istilah umum, bahkan sangat teknis. Adalah penjelasan kedua yang menarik buat saya, karena sebetulnya ini istilah sehari-hari, namun tak ada padanannya dalam bahasa Indonesia.</div>
</p>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">&#8220;<em>Cleavage</em>&#8221; yang berarti &#8220;belahan dada&#8221;, bukan sesuatu yang langka dalam budaya Indonesia. Baju tradisional perempuan Indonesia di banyak daerah dikenakan seperti <em>kemben</em>*, kain yang dikenakan dengan cara melilitkannya pada badan sampai sebatas ketiak, hingga memperlihatkan separuh dada bagian atas (&#8220;<em>decollette</em>&#8220;, yang juga tidak ada padanannya). Cara mengenakan kain seperti ini, tentu saja karena umumnya baju tradisional (yang terbuka) hanya terdiri atas kain panjang tanpa jahitan. Saya tidak tahu apa bahasa daerah, misalnya Jawa atau Sunda, dari &#8220;belahan dada&#8221;. Jangan-jangan belahan dada memang dianggap tidak penting dalam kebudayaan kita sampai tidak pernah punya istilah khusus?</div>
</p>
<div style="text-align: justify;">Bagaimanapun, kita tetap bisa memakai &#8220;belahan dada&#8221; untuk menerjemahkan &#8220;<em>cleavage</em>&#8220;. Bahkan di artikel majalah wanita, misalnya, pemakaian kata &#8220;<em>cleavage</em>&#8221; tanpa diterjemahkan dianggap sudah lazim. &#8220;Buat apa diterjemahkan kalau pembaca ternyata malah bingung?&#8221; mungkin ringkasnya begitu. Inilah tantangan bagi penerjemah dan penyunting manakala harus menghemat jumlah karakter <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </div>
</p>
<div style="text-align: justify;">*Dalam KBBI tidak ada &#8220;<em>kemben</em>&#8220;, tapi dodot ada.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/11/22/tak-ada-belahan-dada-di-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaus Tim Oranye</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/02/kaus-tim-oranye/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/02/kaus-tim-oranye/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Klangenan]]></category>
		<category><![CDATA[tim oranye]]></category>
		<category><![CDATA[world cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Kaus pesanan untuk keponakan perempuan sudah datang, dalam waktu sekitar 24 jam lebih sedikit sejak pemesanan. Minggu-minggu perhelatan Piala Dunia 2010 kali ini membuka pintu rezeki bagi mereka yang pintar dan cepat membaca peluang. Saya ingat tempo hari sewaktu mencari kaus tim Inggris, menjelang pertandingan kaus susah dicari. Begitu mereka pulang kandang, kaus Inggris muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/kaosbelanda.jpg"><img class="size-full wp-image-571 aligncenter" title="kaosbelanda" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/kaosbelanda.jpg" alt="kaosbelanda" width="442" height="331" /></a></p>
<p style="text-align: center; ">
<p style="text-align: justify; ">Kaus pesanan untuk keponakan perempuan sudah datang, dalam waktu sekitar 24 jam lebih sedikit sejak pemesanan. Minggu-minggu perhelatan Piala Dunia 2010 kali ini membuka pintu rezeki bagi mereka yang pintar dan cepat membaca peluang. Saya ingat tempo hari sewaktu mencari kaus tim Inggris, menjelang pertandingan kaus susah dicari. Begitu mereka pulang kandang, kaus Inggris muncul lagi <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/02/kaus-tim-oranye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Nice Post, BTW&#8221;</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/10/26/nice-post-btw/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/10/26/nice-post-btw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat!]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[nice post btw]]></category>
		<category><![CDATA[overrated]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Sometimes blogging is overrated.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-398 aligncenter" title="uangdalamkloset" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/uangdalamkloset.jpg" alt="uangdalamkloset" width="351" height="468" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-399 aligncenter" title="uangdalamkloset-2" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/uangdalamkloset-2.jpg" alt="uangdalamkloset-2" width="347" height="265" /></p>
<p>Sometimes blogging is overrated.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/10/26/nice-post-btw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Warna Surga</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/10/23/indahnya-warna-surga/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/10/23/indahnya-warna-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 03:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[color of paradise]]></category>
		<category><![CDATA[film iran]]></category>
		<category><![CDATA[rang-e khoda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Rang-e khoda (1999) Sutradara/Penulis : Majid Majidi Varahonar Company Film ini mengisahkan dilema yang dihadapi seorang ayah ketika harus mengurus anak lelakinya yang buta dan dua anak perempuan setelah ditinggal mati oleh istrinya. Konflik utama terjadi antara si ayah dan anak lelakinya. Si ayah yang berniat menikah lagi merasa tak sanggup merawat sendiri anak itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Rang-e khoda (1999)</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sutradara/Penulis : Majid Majidi</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Varahonar Company</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Film ini mengisahkan dilema yang dihadapi seorang ayah ketika harus mengurus anak lelakinya yang buta dan dua anak perempuan setelah ditinggal mati oleh istrinya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Konflik utama terjadi antara si ayah dan anak lelakinya. Si ayah yang berniat menikah lagi merasa tak sanggup merawat sendiri anak itu, sehingga ingin menyerahkan pendidikannya pada seorang tukang kayu buta. Si anak lelaki yang ingin menjadi tukang kayu dan lebih suka belajar di sekolah berusaha menentang, namun tidak berdaya untuk mengurungkan niat ayahnya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Protes Muhammad pada ayahnya didukung oleh neneknya yang menyadari bakat istimewa Mohammad di sekolah. Bahkan, setelah mengirimkan Muhammad ke rumah tukang kayu buta, si nenek melakukan protes dan angkat kaki dari rumah.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Tokoh nenek diperankan dengan amat baik oleh Salameh Feyzi. Adegan sangat menyentuh muncul ketika Mohammad baru pulang dari kota dan berusaha mengejutkan si nenek dengan kedatangannya. Sulit sekali melukiskan ekspresi wajah si nenek yang begitu gembira melihat cucunya datang. Dalam dialog minim, selama beberapa saat penonton diajak menghayati kecantikan perempuan Iran di usia senja, dan turut menggarisbawahi keistimewaan film Iran yang umumnya tetap indah dalam kesederhanaan tema maupun penggarapan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Film ini juga menampilkan sisi lain Iran yang sebelumnya tidak terbayangkan oleh mereka yang cenderung sudah punya stereotipe tertentu tentang negeri ini. Selama ini, saya mengira Iran hanyalah sebuah negara dengan padang pasir, dan saya terheran-heran. Bagaimana mungkin negeri yang bertanah tandus seperti itu bisa menginspirasi banyak karya sastra dan film yang menggugah? Setting di alam terbuka berupa ladang yang ditumbuhi bunga-bunga bermekaran, bahkan di hutan rimba, sedikit banyak memberi saya pemahaman baru tentang tradisi masyarakat pedesaan di Iran.</div>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-392 aligncenter" title="colors of paradise" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/colors-of-paradise.jpg" alt="colors of paradise" width="216" height="327" /></p>
<p>Judul  : &#8220;The Color of Paradise&#8221; (1999)</p>
<p>Judul asli :  <a href="http://http://www.imdb.com/title/tt0191043/" target="_blank"><strong>&#8220;Rang-e khoda&#8221;</strong></a></p>
<p>Sutradara/Penulis : Majid Majidi</p>
<p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan dilema yang dihadapi oleh seorang ayah ketika harus mengurus anak lelakinya yang buta dan dua anak perempuan setelah ditinggal mati istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Konflik utama terjadi antara si ayah (Hossein Mahjoub) dan anak lelakinya, Mohammad (Mohsen Ramezani). Si ayah yang berniat menikah lagi merasa malu memiliki anak buta dan tak sanggup merawatnya, sehingga memutuskan untuk menyerahkan pendidikannya pada seorang tukang kayu buta. Mohammad, yang tergolong murid pandai di sekolah, tidak ingin menjadi tukang kayu dan berusaha menentang, namun tak berdaya untuk mengurungkan niat ayahnya. Protes Mohammad pada sang ayah didukung oleh neneknya yang menyadari bakat istimewa Mohammad di sekolah. Bahkan, setelah Mohammad diam-diam dikirim ke rumah tukang kayu buta untuk tinggal di sana, si nenek melakukan protes dan angkat kaki dari rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tokoh nenek diperankan dengan baik oleh Salameh Feyzi. Adegan sangat menyentuh muncul ketika Mohammad baru pulang dari kota untuk liburan musim panas dan berusaha mengejutkan si nenek dengan kedatangannya. Sulit melukiskan ekspresi wajah si nenek yang begitu gembira melihat cucunya datang. Dalam dialog minim, selama beberapa saat penonton diajak menghayati kecantikan perempuan Iran yang terpancar lewat tatapan penuh kasih seorang nenek. Kemesraan hubungan nenek dan cucu juga tampil lewat pujian yang dilontarkan Mohammad pada neneknya. Menurut Mohammad, si anak buta, tangan neneknya putih dan cantik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;The Color of Paradise&#8221; juga menampilkan sisi lain Iran yang sebelumnya tidak terbayangkan oleh saya yang cenderung sudah punya stereotipe tertentu tentang negeri ini. Selama ini, saya yang mengira Iran hanyalah sebuah negara dengan padang pasir, kerap bertanya-tanya. Bagaimana mungkin sebuah negeri bertanah tandus seperti itu bisa menginspirasi begitu banyak karya sastra dan film yang menggugah? <em>Setting</em> di alam terbuka berupa ladang yang ditumbuhi bunga-bunga bermekaran, bahkan di hutan rimba, sedikit banyak memberi saya sebuah pemahaman baru tentang tradisi masyarakat pedesaan di Iran. Di beberapa adegan, keindahan alam terasa begitu sureal.</p>
<p style="text-align: justify;">Film ini meraih <a href="http://http://www.imdb.com/title/tt0191043/awards" target="_blank"><strong>berbagai penghargaan internasional</strong></a> dan semakin memperkuat karakter film Iran yang tetap indah, berbobot dan menghibur meskipun sering kali menampilkan kesederhanaan dalam tema maupun penggarapan.</p>
<p style="text-align: justify;">PS : foto dicomot dari <a href="http://http//www.imdb.com/title/tt0191043/" target="_blank"><strong>sini</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/10/23/indahnya-warna-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

