Archive for the 'Pemanja Lidah' Category

Sisir Paulus

Posted by mpokb on 10 Mei 2011 | Tagged as: Pemanja Lidah

Sebetulnya foto ini sudah lama sekali, tapi lupa mau dipunggah. Ini buah tangan seorang kawan di bekas kantor saya, anak Surabaya. Beberapa kali pulang ke Surabaya, dia membawa roti ini untuk oleh-oleh ke Jakarta. Sebungkus untuk setiap orang di ruangan kami. Roti sisir sebenarnya sama dengan roti lainnya, hanya saja setelah dibentuk pipih, adonan roti [...]

Cakue Bandung dari Gang City

Posted by mpokb on 18 Jan 2011 | Tagged as: Pemanja Lidah

Mengusung nama kota lain untuk makanan, baik khas maupun tidak, sudah sejak lama menjadi salah satu taktik dagang yang paling banyak dipakai. Misalnya “cakue Bandung” ini. Meskipun dijual di Bogor, dan di Bogor sendiri banyak penjaja cakue, penambahan kata “Bandung” mungkin diharap akan lebih menarik pembeli. Gerobak cakue Bandung ini sudah lama ada, seingat saya [...]

Buah Lokal : Sampai Kapan?

Posted by mpokb on 19 Okt 2010 | Tagged as: Pemanja Lidah

Kalau buah lokal segar bisa dibeli dengan harga bersaing dibandingkan buah impor,  sedikit banyak kita bisa membantu petani buah lokal. Gerakan mengonsumsi hasil kebun atau hasil tani lokal telah dijalankan oleh sebagian warga negara industri. Mereka, sebagian warga ‘negara maju’ itu, menolak mengonsumsi tanaman hasil budi daya perusahaan besar yang dianggap sudah tidak aman dikonsumsi, [...]

Pisang Dempet

Posted by mpokb on 28 Jul 2010 | Tagged as: Kehidupan Bersama, Pemanja Lidah

Pernah dengar mitos tentang pisang dempet? Saya sejak lama dengar mitos itu, tapi tak pernah yakin benar apa maksudnya. Sampai beberapa hari lalu waktu Bibi Iin pulang membawa pisang dari pasar. “Wah, ini pisang dempet, ya, Bi?” kata saya. Si Bibi hanya tersenyum lebar sambil berkata, “Ih, amit-amit.” Membingungkan juga sikap si Bibi ini. Dia [...]

Older Entries »