Mengopi di Serambi

serambi botani-3

Namanya Kafe Serambi Botani. Terletak di serambi kiri pusat perbelanjaan Botani Square, Bogor. Di kafe ini, kita bisa mencicipi beberapa jenis kopi dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Lampung, Jawa, Bali, Toraja dan Papua. Selain mengopi dan mengudap sambil mengobrol, Anda yang membawa laptop bisa melanjutkan kegiatan berinternet.

serambi botani-1

Kafe mungil berkapasitas sekitar 20 orang ini memanfaatkan sudut yang terletak di bawah salah satu eskalator gedung. Justru itulah yang membuat interior kedai tampak unik, karena bagian bawah eskalator ditutupi dengan papan bergambar logo Institut Pertanian Bogor, daun dan slogan-slogan cinta lingkungan. Salah satu dinding yang bergambar urat kayu dihiasi dengan ukiran berpola sulur tanaman dan kupu-kupu.

serambi botani-4

Benda unik lainnya adalah meja kaca dengan badan berbentuk peti yang terbuat dari papan, yang juga bertulisan slogan-slogan cinta lingkungan.

serambi botani-2

Kalau Anda sedang berjalan-jalan ke Bogor dan perlu meeting point di tengah kota sambil mengopi sesaat atau berinternet, atau sekadar menunggu kerabat berbelanja sembari melepas lelah, tak ada salahnya Anda mencoba tempat ini. Soal harga? Cukup bersahabat :)

Kelepon Biru

kelepon biru-1

sepiring kelepon biru

kubuatkan untukmu

menjelang hari jadi

pertemuan pertama kali

sepiring kelepon biru

untuk dirimu nan jauh

ketimbang segera basi

biar kusantap sendiri

kelepon biru-2

Lokal dan Tradisional, Konon

kue basah

Kok posting soal makanan lagi? Harap maklum yak, blog ini memang agak mirip warung, meskipun yang berjualan bukan saya. Inilah dagangan si mamang langganan yang lewat depan rumah tiap akhir pekan. Pukul 9.30 – 10.00 hari Sabtu, teriakannya selalu terdengar di depan rumah, “Kueeeee!” Kalau sudah dengar suara itu, rasanya seperti ada dorongan spontan untuk segera ke depan rumah sambil bawa piring kosong. Bukan, itu bukan efek hipnotis atau pelet. Saya memang doyan, sungguh. Dulu, waktu si mamang baru mulai berjualan di komplek saya, rasanya saya sempat mengalami kekalapan seketika dalam memborong kue. Lama-kelamaan, kerakusan itu mulai berkurang dan sekarang saya insaf, membeli secukupnya saja untuk seisi rumah :D

Kebiasaan membeli kue dari “orang lewat” itu dulu juga dilakukan ibu saya semasa saya kecil. Berbagai kue basah dengan cita rasa tradisional dan lokal (meskipun bahannya sekarang pun banyak yang diimpor, weeeksss..!), tetap akan punya tempat istimewa di indra pencecap dan hati saya. Hayah, ngomongin penganan saja kok jadi sentimental gini sih..

Sambil nunggu ide posting berikutnya, saya ajak Anda main tebak-tebakan. Apakah Anda tahu nama-nama kue di atas? Yang jawabannya benar semua, boleh borong kue si mamang :D

Biskuit Berduit

biskuit berduit

Baru mencomot satu dua keping biskuit sebelum dimasukkan ke stoples, saya melihat ada bungkus plastik di tengah-tengah. Oh, rupanya keberuntungan saya bertambah tadi malam. Dengan harga biskuit Rp 6.550,00, saya mendapat selembar lima ribuan. Berarti biskuit tersebut hanya saya beli seharga Rp 1.550,00 :D

goceng

Dulu seseorang pernah menulis surat keluhan di koran tentang hadiah uang lima ratus rupiah buluk dalam bungkus cemilan anak-anak. Untung saja uang yang saya temukan ini berbungkus plastik, baru pula. Dan yang penting, uang asli :D

Maaf ya, bungkusnya belum dipotret, sudah keburu saya buang di tempat sampah :)

PS : Anda pernah dapat hadiah dari promosi sejenis?