<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb &#187; Percobaan gituh</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/category/percobaan-gituh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 08:48:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Pelanggar Hukum (Terjemahan)</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 15:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[anton chekhov]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[the malefactor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Seorang petani bertubuh pendek dan ceking berdiri di depan hakim pemeriksa. Si petani mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan celana panjang yang ditambal. Jenggot berewoknya, wajah bopengnya serta matanya yang nyaris tak terlihat di bawah alis tebal dan menggantung, menjadikan raut mukanya kasar dan menakutkan. Selain itu, rambutnya yang awut-awutan menimbulkan kesan garang bak laba-laba. Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Seorang petani bertubuh pendek dan ceking berdiri di depan hakim pemeriksa. Si petani mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan celana panjang yang ditambal. Jenggot berewoknya, wajah bopengnya serta matanya yang nyaris tak terlihat di bawah alis tebal dan menggantung, menjadikan raut mukanya kasar dan menakutkan. Selain itu, rambutnya yang awut-awutan menimbulkan kesan garang bak laba-laba. Dia bertelanjang kaki.</p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Denis Grigoriev,” ujar hakim, “mendekatlah dan jawab pertanyaan saya. Ketika berpatroli menyusuri rel pada tanggal 7 Juli lalu, Ivan Akinfoff, petugas pemeriksa rel, melihat Anda di </span><span style="font-size: 13.3333px; "><em>verst</em></span><span style="font-size: 13.3333px; "> (1) ke-141 sedang melepaskan mur yang menyambungkan rel dengan balok. Ini mur yang Anda lepaskan waktu dia menahan Anda. Benarkah?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apanya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apakah semuanya terjadi seperti yang dilaporkan oleh Akinfoff?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya, seperti yang dia laporkan.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Baiklah. Kalau begitu, apa maksud Anda melepaskan mur itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apanya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jangan berkata ‘apanya’ terus dan jawab pertanyaan saya. Mengapa Anda melepaskan mur itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jika saya tidak membutuhkan mur itu, saya tidak akan melepaskannya,” gerutu Denis sambil memandangi langit-langit.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa Anda membutuhkan mur?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa? Kami membuat pemberat dari mur.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Siapa yang Anda maksud dengan ‘kami’?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kami, para warga, kaum petani Klimov.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Begini, ya. Jangan berlagak bodoh! Bicaralah yang masuk akal, dan jangan bohongi saya tentang pemberat!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tak pernah berbohong seumur hidup saya,” gumam Denis sambil berkedip. “Bagaimana mungkin seseorang memancing tanpa pemberat, Yang Mulia? Jika Anda memasang umpan di kail dengan benda berkilat atau kecoak, apa Anda kira kail itu bisa tenggelam ke dasar tanpa pemberat? Dan Anda bilang saya berbohong!” ujar Denis sambil tertawa. “Benda berkilat bisa menjadi umpan yang bagus, mengambang di permukaan air! Ikan <em>bass</em> (2), <em>pike</em> (3) atau belut selalu memakan umpan yang dilemparkan. Umpan yang mengapung hanya akan dimakan oleh <em>garfish</em> (4), ikan yang lain tidak mau. Lagi pula, di sungai kita tidak ada <em>garfish</em>. Mereka suka alam terbuka.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kenapa Anda membicarakan garfish dengan saya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa? Bukankah Anda tadi bertanya tentang memancing? Semua pria seperti kami memancing seperti itu. Bahkan anak kecil saja tahu, mustahil memancing tanpa pemberat. Tentu saja, ada sebagian orang yang tak mengerti apa-apa, dan mereka suka memancing tanpa pemberat. Orang bodoh tak suka menuruti aturan.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jadi, Anda melepaskan mur ini untuk dijadikan pemberat?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa lagi saya melepaskannya? Untuk bermain halma?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tapi, Anda bisa membuat pemberat dari timah, peluru, paku atau yang lainnya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Timah tidak tumbuh di semak-semak, kita harus membelinya. Paku kurang bagus. Tidak ada yang lebih bagus untuk dijadikan pemberat selain mur. Selain berat, mur juga berlubang.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kau berpura-pura bodoh! Sikapmu seperti bayi berumur sehari atau baru dilahirkan. Tidakkah kau mengerti, Bodoh, apa akibat dari melepaskan mur ini? Jika penjaga tidak menemukanmu, mungkin saja salah satu kereta yang lewat akan menyelonong ke luar rel dan membunuh semua penumpangnya, dan kaulah yang membunuh semuanya!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Amit-amit, Yang Mulia! Apakah Anda mengira kami penjahat kafir? Puji Tuhan, Tuan yang baik hati, kami bukan saja tidak pernah membunuh siapa pun, tapi berpikir tentang itu pun tidak! Bunda Kudus, lindungi kami dan ampunilah kami! Bagaimana Anda bisa bicara seperti itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis tersenyum kecut dan mengedipkan mata seolah tak percaya pada si hakim pemeriksa. “Huh! Sudah berapa tahun seluruh penduduk desa melepaskan mur, dan kecelakaan belum pernah terjadi? Jika kami mengangkat rel itu, atau menggeletakkan balok kayu di atas jalur kereta, mungkin saja kereta api akan mengalami kecelakaan. Tapi, astaga! Sebutir mur, huh!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Bisakah kalian mengerti, bahwa mur mengencangkan rel pada bantalan kayu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya, kami mengerti. Makanya, kami tidak melepaskan semuanya. Kami selalu menyisakan sebagian. Kami melakukannya dengan berhati-hati, kami mengerti.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis menguap dan membuat tanda salib di mulutnya.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tahun lalu, serangkaian kereta api keluar dari relnya tidak jauh dari sini,” ujar hakim pemeriksa. “Sekarang saya tahu penyebabnya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa Anda bilang?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya bilang, saya tahu kenapa kereta api itu keluar dari relnya tahun lalu.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya. Anda dididik untuk mengetahui hal-hal semacam ini, Tuan yang baik. Anda bisa mengerti penyebab segala hal. Tapi, petugas pengawas itu hanya petani yang tidak mengerti apa-apa. Dia langsung mencengkeram kerah mantel saya dan menyeret saya. Seseorang seharusnya menilai dulu sebelum menyeret. Tapi, seorang petani hanya memiliki kemampuan untuk menilai seorang petani. Silakan Anda catat, Yang mulia, bahwa dia memukul saya dua kali. Pada mulut dan dada saya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Sebuah mur lain ditemukan ketika rumah Anda digeledah. Di mana Anda mencopotnya, dan kapan?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Maksud Anda, mur yang ada di bawah peti kecil berwarna merah?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tidak tahu di mana mur itu tergeletak, tapi mur itu ditemukan. Di mana Anda mencopotnya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tidak mencopotnya. Mur itu pemberian Ignashka, putra Simon si Mata Satu. Maksud saya, mur di bawah peti kecil berwarna merah, yang ada di kereta luncur di halaman. Mitrofan dan saya melepaskannya bersama-sama.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mitrofan yang mana?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mitrofan Petrov. Anda belum pernah mendengar tentang dirinya? Dia membuat jala dan menjualnya pada para penduduk. Dia membutuhkan banyak mur untuk usahanya. Selusin untuk setiap jala.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Dengar! Dalam pasal 1081 Undang-undang, disebutkan bahwa ‘Barangsiapa dengan sengaja merusak jalur rel, dan bisa mengakibatkan kereta api mengalami kecelakaan, dan menyadari bahwa kecelakaan itu mungkin terjadi’ – apakah Anda mendengarnya? Menyadari – ‘akan dijatuhi hukuman berat’. Anda pasti tahu apa akibat  melepaskan mur itu. Hukumannya pengasingan dan kerja keras.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tentu saja, Anda lebih mengerti daripada saya. Orang-orang seperti kami hidup dalam kegelapan. Bagaimana mungkin kami mengerti hal-hal semacam ini?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Anda sangat mengerti. Anda berbohong dan berlagak bodoh.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mengapa saya harus berbohong? Tanyakan pada siapa pun di desa, jika Anda tak memercayai saya. Mereka tidak pernah berhasil mendapatkan apa pun selain kecoak jika tidak memakai pemberat, bahkan seekor <em>gudgeon</em> (5) tidak akan mau menggigit umpan kecuali Anda memakai pemberat.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Sekarang Anda mulai membicarakan <em>garfish</em> lagi!” ujar hakim pemeriksa sambil tersenyum.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Di sungai kami tidak ada <em>garfish</em>. Jika kami membiarkan umpan mengambang di permukaan air tanpa pemberat, kadang-kadang kami berhasil menangkap <em>perch</em> (6), tapi tidak sering.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Oh, berhentilah bicara!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Mendadak sepi. Denis mula-mula berdiri dengan membebankan diri pada satu kaki, lalu mengubah posisi ke kaki satunya sambil memandangi meja. Matanya berkedip-kedip dengan cepat, seakan menatap matahari dan bukan taplak berwarna hijau. Hakim pemeriksa itu menulis dengan cepat.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya akan menahan Anda dan menjebloskan Anda ke penjara.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis berhenti berkedip, mengangkat alisnya yang tebal dan menatap penuh tanya pada hakim pemeriksa.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa maksud Anda? Penjara? Yang Mulia, saya tidak punya waktu! Saya harus ke pasar untuk menagih uang tiga rubel, utang Gregory untuk membeli gemuk.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Berhentilah bicara! Jangan menyela!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ke penjara! Kalau ada alasannya, tentu saja saya mau. Tapi, kalau hidup seperti saya, apa gunanya? Saya tidak merampok siapa pun, bahkan saya belum pernah berkelahi. Kalau yang Anda pikirkan masalah pembayaran sewa rumah saya, janganlah Anda percaya pada ucapan juru sita itu, Yang Mulia. Tanyakanlah pada salah satu pria terhormat. Juru sita itu seorang pencuri, Yang Mulia!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Berhentilah bicara!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya akan diam,” gerutu Denis. “Bagaimanapun, saya bersumpah bahwa Juru Sita telah berbuat curang dengan catatannya. Dalam keluarga kami ada tiga bersaudara. Kuzma, Gregory dan saya&#8230;”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Anda menyela omongan saya. Kemarilah, Simon!” panggil Hakim. “Bawa lelaki ini pergi.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Dalam keluarga kami ada tiga bersaudara,” gumam Denis ketika dua serdadu berbadan tegap mencengkeramnya dan membawanya ke luar ruangan. “Saya tidak bisa bertanggung jawab untuk saudara saya. Kuzma tidak mau membayar utangnya, dan saya, Denis, yang harus menderita! Anda menyebut diri Anda hakim! Jika tuan kita yang dulu, sang Jenderal, masih hidup, beliau akan mengajari Anda cara menghakimi. Anda harus bersikap masuk akal, dan tidak menghukum dengan sewenang-wenang. Cambuklah seseorang jika dia memang harus dicambuk&#8230;”</span></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; "><strong>Keterangan :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">1. <em>Verst</em> : satuan panjang di Rusia, sekitar 1,1 kilometer</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">2. <em>Bass</em> : ikan air tawar semacam ikan bandeng</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">3. <em>Pike</em> : ikan air tawar berbadan dan bergigi panjang</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">4. <em>Garfish</em> : ikan laut dengan rahang berbentuk paruh dan bergigi tajam</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">5. <em>Gudgeon</em> : sejenis ikan air tawar kecil yang biasa dijadikan umpan </span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">6. <em>Perch</em> : sejenis ikan air tawar dengan sirip belakang berduri, sayap bawah jingga</span></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; "><strong>Diterjemahkan dari cerita pendek berjudul &#8220;The Malefactor&#8221; (judul asli : &#8220;Zloumyshlennik&#8221;) karya Anton Chekhov (1885).</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ala Pramuka</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/11/25/ala-pramuka/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/11/25/ala-pramuka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[kepepet]]></category>
		<category><![CDATA[mcgyver]]></category>
		<category><![CDATA[pipa bocor]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[primitif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Konon, orang Indonesia sangat kreatif saat mencari penyelesaian masalah di tengah keterbatasan. Hidup dalam suasana yang serba tidak menentu, rupanya membikin mereka, eh kita, harus selalu siap menghadapi tantangan, dengan cara yang paling primitif sekalipun. Misalnya, kalau suatu saat pemanas air Anda rusak dan harus diperbaiki, lalu tukang servis lupa bahwa pipa yang terlepas akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-432 aligncenter" title="pipa" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/11/pipa.jpg" alt="pipa" width="416" height="312" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Konon, orang Indonesia sangat kreatif saat mencari penyelesaian masalah di tengah keterbatasan. Hidup dalam suasana yang serba tidak menentu, rupanya membikin mereka, eh kita, harus selalu siap menghadapi tantangan, dengan cara yang paling primitif sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, kalau suatu saat pemanas air Anda rusak dan harus diperbaiki, lalu tukang servis lupa bahwa pipa yang terlepas akan mengalirkan air, dan baru ngeh setelah pipa dilepaskan padahal Anda tidak punya sumbatnya, maka bisa saja tiba-tiba ide primitif untuk menutup pipa dengan plastik dan tali rafia muncul. Air tetap akan menetes, tapi masih bisa ditampung sambil menunggu pemanas diperbaiki. Dan, Anda tidak perlu keluar uang untuk membeli sumbat pipa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda berhujan-hujan sambil menutupi kepala dengan kantong plastik? Atau menggunakan nasi sebagai lem kertas? Atau menyalakan kapas dengan minyak kelapa ketika listrik mati dan lilin habis? Memakai irisan sandal jepit untuk menyumbat apa saja? Jadi bertanya-tanya, ada nggak ya blog yang menyajikan 1001 kiat ala Pramuka begitu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/11/25/ala-pramuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelepon Biru</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/10/03/kelepon-biru/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/10/03/kelepon-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 09:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanja Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[biru]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[jayus]]></category>
		<category><![CDATA[kelepon]]></category>
		<category><![CDATA[kue tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[kurang kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[sepiring kelepon biru kubuatkan untukmu menjelang hari jadi pertemuan pertama kali sepiring kelepon biru untuk dirimu nan jauh ketimbang segera basi biar kusantap sendiri]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-369 aligncenter" title="kelepon biru-1" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/kelepon-biru-1.jpg" alt="kelepon biru-1" width="352" height="264" /></p>
<p style="text-align: center;">sepiring kelepon biru</p>
<p style="text-align: center;">kubuatkan untukmu</p>
<p style="text-align: center;">menjelang hari jadi</p>
<p style="text-align: center;">pertemuan pertama kali</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">sepiring kelepon biru</p>
<p style="text-align: center;">untuk dirimu nan jauh</p>
<p style="text-align: center;">ketimbang segera basi</p>
<p style="text-align: center;">biar kusantap sendiri</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-371 aligncenter" title="kelepon biru-2" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/kelepon-biru-2.jpg" alt="kelepon biru-2" width="352" height="264" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/10/03/kelepon-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajang Pamer, Masa?</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/03/10/ajang-pamer-masa/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/03/10/ajang-pamer-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 07:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[blogosfer]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friendster]]></category>
		<category><![CDATA[iseng]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman bertanya-tanya, mengapa di Facebook banyak orang memasang foto diri ketika sedang di luar negeri. Dia merasa tidak sreg ketika Facebook seolah-olah digunakan oleh banyak orang sebagai ajang pamer, bahwa orang tersebut pernah melanglang buana. Bahkan lebih keras lagi, mengatainya bermental inlander, membanggakan sesuatu yang berasal dari negara lain. Di waktu lain di atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/03/profil-fesbuk.jpg"><img class="size-full wp-image-152 aligncenter" title="profil-fesbuk" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/03/profil-fesbuk.jpg" alt="" width="325" height="244" /></a></p>
<p>Seorang teman bertanya-tanya, mengapa di Facebook banyak orang memasang foto diri ketika sedang di luar negeri. Dia merasa tidak sreg ketika Facebook seolah-olah digunakan oleh banyak orang sebagai ajang pamer, bahwa orang tersebut pernah melanglang buana. Bahkan lebih keras lagi, mengatainya bermental inlander, membanggakan sesuatu yang berasal dari negara lain.</p>
<p>Di waktu lain di atas bus, saya mendengar omongan dua orang remaja tentang blog dan Friendster. Salah seorang mengaku punya akun Friendster, tapi tidak ngeblog. Menurutnya, blog adalah tempat para narsis yang berperilaku narsisis, sehingga menjadi penganut narsisisme&#8230; Hayah, yang terakhir itu saya tambahkan sendiri, untuk membedakan ketiga kata yang sering disalahpahami tersebut.</p>
<p>Saya jadi bingung mendengar pendapat remaja itu. Sebagai orang yang hobi ngeblog, alasan pertama saya sewaktu membuat blog bukan untuk jadi narsis, tapi karena ingin belajar menulis. Walaupun akhirnya menulis saya yah.. begini-begini saja, tetapi paling tidak saya berlatih untuk membuat kalimat yang enak dibaca. Semakin lama berusaha membuat kalimat berbahasa Indonesia yang baik, ternyata saya justru saya semakin tahu bahwa bahasa Indonesia tidak semudah yang saya kira. Walhasil saya semakin bingung <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  . Oh ya, saya Juga perlu blog untuk menampung uneg-uneg yang kalau diomongkan bisa jadi polusi suara bagi orang lain. Daripada mengusik orang lain yang tidak mau mendengarkan, lebih baik saya curahkan saja isi kepala lewat tulisan. Kalau orang lain rela, boleh berkomentar. Kalau tidak suka, cukup menutup blog saya <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, Friendster yang tadinya hanya berupa situs jejaring pertemanan, kemudian malah ikut membikin fitur blogging. Saya tidak tahu, apakah si mahasiswa tadi akhirnya malah ketagihan ngeblog. Saya harap sih, iya, supaya uneg-unegnya di atas bus itu bisa tersalurkan dengan <em>mobile blogging</em> dan tidak membikin polusi suara untuk penumpang lain <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu, apa hubungannya pasang foto diri di luar negeri pada akun Facebook dengan kegemaran ngeblog? Menurut pengamatan saya yang sekenanya, situs pertemanan semacam Facebook, Friendster maupun blog, selain sebagai ajang sosialisasi, ternyata bisa sekaligus menjadi pemenuh kebetuhan seseorang untuk memperolah pengakuan dari orang lain, dalam hal apa saja. Apa ada orang yang tidak mau keberadaan dirinya diakui oleh orang lain? Mungkin ada, tapi jarang. Atau ada, tapi malu-malu meskipun mau juga.</p>
<p>Berusaha untuk diakui maupun membuat orang lain terkesan bukanlah kejahatan. Tapi, seperti yang pernah saya tonton di salah satu episode Oprah Winfrey, kadang kita berbuat berlebihan untuk membuat orang lain terkesan, padahal kita belum tentu mengenalnya, juga belum tentu menyukainya. Jadi, kita seakan-akan melakukan sesuatu yang percuma dan merugikan diri sendiri. Lain halnya kalau Anda melakukannya demi kesenangan sendiri. Kalau orang lain ikut senang, tentu baik. Kalau orang lain susah, belum tentu juga buruk, karena kriteria baik atau buruk kadang samar-samar. Memangnya kita robot?</p>
<p>Di blogosfer, pembahasan tentang kecenderungan sikap pamer (tolong bedakan dengan berbagi info, misalnya tentang perjalanan ke suatu tempat atau kunjungan ke sebuah resto) dan narsisis sudah lama berlalu. Akan tetapi, dengan semakin panasnya demam Facebook belakangan ini, topik itu seakan menghangat di luar blogosfer. Seorang facebooker bertanya, apakah kebutuhan seseorang untuk dilihat orang lain di dunia maya itu lantaran dia tidak bahagia di dunia nyata? Saya tidak tahu, dan tidak mau menghakimi, karena saya sendiri tidak suka diperlakukan begitu. Yang saya tahu, manusia punya satu sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain, yaitu iseng. Ya. Terpikirkah oleh Anda, bahwa yang dilakukan seseorang di internet mungkin bukan didasarkan atas alasan tertentu, melainkan sekadar iseng? Sekadar ingin memancing reaksi orang lain? Coba saja Anda jalan-jalan ke mal. Setiap orang punya kebutuhan untuk melihat dan dilihat, karena&#8230; Saya tidak tahu. Kalau menurut Anda, karena apa?</p>
<p>Omong-omong, setelah ngeblog beberapa saat dan bertemu langsung dengan sejumlah blogger, saya tidak lagi sepenuhnya membedakan kehidupan nyata dan maya. Pertama, karena saya tahu, orang yang berinteraksi dengan saya di blogosfer selama ini benar-benar ada. Kalaupun ada identitas palsu (bukan sekadar alias, tapi benar-benar menyamar, misalnya), saya akan menganggap orang itu sedang berlatih menulis fiksi <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kedua, yang namanya manipulasi bisa ada di mana saja. Ketiga, kalau segala hal yang terlihat nyata Anda anggap sebagai kebenaran sejati, maka sebaiknya kata &#8220;bohong&#8221; dihapus dari kamus. Keempat, kriteria bahagia ditentukan oleh seseorang sebagai subjek, bukan oleh orang lain. Kelima, silakan berinterpretasi <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/03/10/ajang-pamer-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why Sexual Jokes?</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/02/18/why-sexual-jokes/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/02/18/why-sexual-jokes/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 02:24:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat!]]></category>
		<category><![CDATA[bajaj and ojek]]></category>
		<category><![CDATA[friendship]]></category>
		<category><![CDATA[hate]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[man and woman]]></category>
		<category><![CDATA[pervert]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[sexual jokes]]></category>
		<category><![CDATA[unsolved mysteries]]></category>
		<category><![CDATA[weird]]></category>
		<category><![CDATA[wind and fire]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[I had another terrible wake up call this morning, literally. None other than the voice of Bajaj. Argggghh! And so I think, what better consolation do I need to heal me from such an annoying start of the day, than asking you all out there a simple unimportant question that might give a result that [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I had another terrible wake up call this morning, literally. None other than the voice of Bajaj. Argggghh! And so I think, what better consolation do I need to heal me from such an annoying start of the day, than asking you all out there a simple unimportant question that might give a result that would make my day?  Oh, yes, please. All you have to do is answer it honestly, from the bottom of your generous heart.</p>
<p>Why does a man tell a sexual joke to a woman?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/02/18/why-sexual-jokes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teka-teki di Balik Wedang Jahe</title>
		<link>http://mpokb.com/2008/11/13/teka-teki-di-balik-wedang-jahe/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2008/11/13/teka-teki-di-balik-wedang-jahe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 15:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Singgah]]></category>
		<category><![CDATA[markas dagdigdug]]></category>
		<category><![CDATA[teka-teki]]></category>
		<category><![CDATA[wetiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[  Pada suatu malam Jumat, bertandanglah saya ke angkringan milik Balibul yang tersohor itu, berlokasi di halaman  markas 3D yang juga tersohor itu. Menyeruput wedang jahe, melahap ketan bakar, sate usus bakar, sate bakso bakar dan sosis solo (?) bakar. Bukan sulap bukan sihir, wedang jahe hangat bisa dijadikan bahan teka-teki. Kali ini, teka-teki saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<div id="attachment_30" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><center><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2008/11/siapacoba.jpg"><img class="size-full wp-image-30 " title="siapacoba" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2008/11/siapacoba.jpg" alt="bukan sulap bukan sihir tapi teka-teki" width="300" height="400" /></a></center><p class="wp-caption-text">bukan sulap bukan sihir tapi teka-teki</p></div>
<p>Pada suatu malam Jumat, bertandanglah saya ke <a href="http://wetiga.com" target="_blank"><strong>angkringan milik Balibul</strong></a> yang tersohor itu, berlokasi di halaman <strong><a href="http://dagdigdug.com" target="_blank"> markas 3D </a><span style="font-weight: normal;">yang juga tersohor</span></strong> itu. Menyeruput wedang jahe, melahap ketan bakar, sate usus bakar, sate bakso bakar dan sosis solo (?) bakar. Bukan sulap bukan sihir, wedang jahe hangat bisa dijadikan bahan teka-teki. Kali ini, teka-teki saya adalah, siapakah sosok di balik gelas wedang jahe dalam foto di atas? Siapa yang bisa menebak, boleh minta traktir makan di angkringan sepuasnya (tentu saja jika beliau berkenan <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>PS : Harap maklum, posting pendek dan aneh. Masih jajal wi-fi lagi setelah dibenahi oleh yang berjasa, Bapak Yusuf. Terima kasih, Pak! <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2008/11/13/teka-teki-di-balik-wedang-jahe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini dia si jali-jali!</title>
		<link>http://mpokb.com/2008/11/11/ini-dia-si-jali-jali/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2008/11/11/ini-dia-si-jali-jali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 00:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[asinan]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[indekosan]]></category>
		<category><![CDATA[petcobaan]]></category>
		<category><![CDATA[tes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Etiam feugiat. Donec commodo ornare dui. Pellentesque sit amet arcu in mauris vehicula ullamcorper. Integer turpis est, pharetra lacinia, rutrum sit amet, luctus in, lorem. Donec et tellus id quam porta varius. Nulla facilisi. Morbi lectus. Vestibulum vehicula ullamcorper velit. Morbi tempus auctor tellus. Nullam dictum facilisis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Etiam feugiat. Donec commodo ornare dui. Pellentesque sit amet arcu in mauris vehicula ullamcorper. Integer turpis est, pharetra lacinia, rutrum sit amet, luctus in, lorem.</p>
<blockquote><p>Donec et tellus id quam porta varius. Nulla facilisi. Morbi lectus. Vestibulum vehicula ullamcorper velit. Morbi tempus auctor tellus. Nullam dictum facilisis nulla. Sed tristique tellus eget urna. Cras mi mi, convallis at, egestas sed, suscipit quis, velit.</p></blockquote>
<p>Aliquam justo velit, ultrices sed, viverra quis, faucibus sed, ligula. Integer eu libero et odio consectetuer auctor. Vestibulum a purus quis mi volutpat feugiat. Vestibulum ornare purus eu ante.</p>
<ul>
<li>Duis bibendum semper enim. </li>
<li>Nullam bibendum volutpat magna. Integer sit amet nibh. </li>
<li>Pellentesque non tortor. Donec eu dolor in urna consequat imperdiet. </li>
<li>Mauris iaculis mauris ut odio. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. </li>
</ul>
<p><em> Vestibulum placerat. Fusce lorem nisl, sodales a, mattis id, bibendum id, elit. Mauris nec justo eget diam scelerisque posuere. Sed viverra congue pede. Pellentesque mollis. Etiam in erat. Proin egestas leo quis erat. Duis nisl nisl, porta ac, aliquam in, laoreet ut, elit. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos</em>.</p>
<ol>
<li>MpokB</li>
<li>mpokB</li>
<li>Mpokb</li>
<li>mpok[b]</li>
<li>Raden Ajeng Mpok (disingkat R.A. Mpok)</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2008/11/11/ini-dia-si-jali-jali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

