<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb &#187; Tak Berkategori</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/category/tak-berkategori/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 08:48:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Jajal Via Mobile</title>
		<link>http://mpokb.com/2011/10/07/jajal-via-mobile/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2011/10/07/jajal-via-mobile/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 23:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[mobile wp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/2011/10/07/jajal-via-mobile/</guid>
		<description><![CDATA[Tes posting dengan ponsel yang katanya cerdas, menggunakan peranti Mobile WordPress, melahirkan kesimpulan sementara bahwa ponsel kurang oke buat posting panjang. Untuk balas komentar dan merambah blog ke sana kemari, bolehlah. Bukan apa-apa, ujung jari pun ternyata bisa pegal kalau diketukkan terus-menerus, setidaknya bagi saya lho]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tes posting dengan ponsel yang katanya cerdas, menggunakan peranti Mobile WordPress, melahirkan kesimpulan sementara bahwa ponsel kurang oke buat posting panjang. Untuk balas komentar dan merambah blog ke sana kemari, bolehlah. Bukan apa-apa, ujung jari pun ternyata bisa pegal kalau diketukkan terus-menerus, setidaknya bagi saya lho <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2011/10/07/jajal-via-mobile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelanggar Hukum (Terjemahan)</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 15:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[anton chekhov]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[the malefactor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Seorang petani bertubuh pendek dan ceking berdiri di depan hakim pemeriksa. Si petani mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan celana panjang yang ditambal. Jenggot berewoknya, wajah bopengnya serta matanya yang nyaris tak terlihat di bawah alis tebal dan menggantung, menjadikan raut mukanya kasar dan menakutkan. Selain itu, rambutnya yang awut-awutan menimbulkan kesan garang bak laba-laba. Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Seorang petani bertubuh pendek dan ceking berdiri di depan hakim pemeriksa. Si petani mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan celana panjang yang ditambal. Jenggot berewoknya, wajah bopengnya serta matanya yang nyaris tak terlihat di bawah alis tebal dan menggantung, menjadikan raut mukanya kasar dan menakutkan. Selain itu, rambutnya yang awut-awutan menimbulkan kesan garang bak laba-laba. Dia bertelanjang kaki.</p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Denis Grigoriev,” ujar hakim, “mendekatlah dan jawab pertanyaan saya. Ketika berpatroli menyusuri rel pada tanggal 7 Juli lalu, Ivan Akinfoff, petugas pemeriksa rel, melihat Anda di </span><span style="font-size: 13.3333px; "><em>verst</em></span><span style="font-size: 13.3333px; "> (1) ke-141 sedang melepaskan mur yang menyambungkan rel dengan balok. Ini mur yang Anda lepaskan waktu dia menahan Anda. Benarkah?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apanya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apakah semuanya terjadi seperti yang dilaporkan oleh Akinfoff?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya, seperti yang dia laporkan.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Baiklah. Kalau begitu, apa maksud Anda melepaskan mur itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apanya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jangan berkata ‘apanya’ terus dan jawab pertanyaan saya. Mengapa Anda melepaskan mur itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jika saya tidak membutuhkan mur itu, saya tidak akan melepaskannya,” gerutu Denis sambil memandangi langit-langit.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa Anda membutuhkan mur?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa? Kami membuat pemberat dari mur.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Siapa yang Anda maksud dengan ‘kami’?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kami, para warga, kaum petani Klimov.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Begini, ya. Jangan berlagak bodoh! Bicaralah yang masuk akal, dan jangan bohongi saya tentang pemberat!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tak pernah berbohong seumur hidup saya,” gumam Denis sambil berkedip. “Bagaimana mungkin seseorang memancing tanpa pemberat, Yang Mulia? Jika Anda memasang umpan di kail dengan benda berkilat atau kecoak, apa Anda kira kail itu bisa tenggelam ke dasar tanpa pemberat? Dan Anda bilang saya berbohong!” ujar Denis sambil tertawa. “Benda berkilat bisa menjadi umpan yang bagus, mengambang di permukaan air! Ikan <em>bass</em> (2), <em>pike</em> (3) atau belut selalu memakan umpan yang dilemparkan. Umpan yang mengapung hanya akan dimakan oleh <em>garfish</em> (4), ikan yang lain tidak mau. Lagi pula, di sungai kita tidak ada <em>garfish</em>. Mereka suka alam terbuka.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kenapa Anda membicarakan garfish dengan saya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa? Bukankah Anda tadi bertanya tentang memancing? Semua pria seperti kami memancing seperti itu. Bahkan anak kecil saja tahu, mustahil memancing tanpa pemberat. Tentu saja, ada sebagian orang yang tak mengerti apa-apa, dan mereka suka memancing tanpa pemberat. Orang bodoh tak suka menuruti aturan.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jadi, Anda melepaskan mur ini untuk dijadikan pemberat?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa lagi saya melepaskannya? Untuk bermain halma?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tapi, Anda bisa membuat pemberat dari timah, peluru, paku atau yang lainnya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Timah tidak tumbuh di semak-semak, kita harus membelinya. Paku kurang bagus. Tidak ada yang lebih bagus untuk dijadikan pemberat selain mur. Selain berat, mur juga berlubang.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kau berpura-pura bodoh! Sikapmu seperti bayi berumur sehari atau baru dilahirkan. Tidakkah kau mengerti, Bodoh, apa akibat dari melepaskan mur ini? Jika penjaga tidak menemukanmu, mungkin saja salah satu kereta yang lewat akan menyelonong ke luar rel dan membunuh semua penumpangnya, dan kaulah yang membunuh semuanya!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Amit-amit, Yang Mulia! Apakah Anda mengira kami penjahat kafir? Puji Tuhan, Tuan yang baik hati, kami bukan saja tidak pernah membunuh siapa pun, tapi berpikir tentang itu pun tidak! Bunda Kudus, lindungi kami dan ampunilah kami! Bagaimana Anda bisa bicara seperti itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis tersenyum kecut dan mengedipkan mata seolah tak percaya pada si hakim pemeriksa. “Huh! Sudah berapa tahun seluruh penduduk desa melepaskan mur, dan kecelakaan belum pernah terjadi? Jika kami mengangkat rel itu, atau menggeletakkan balok kayu di atas jalur kereta, mungkin saja kereta api akan mengalami kecelakaan. Tapi, astaga! Sebutir mur, huh!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Bisakah kalian mengerti, bahwa mur mengencangkan rel pada bantalan kayu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya, kami mengerti. Makanya, kami tidak melepaskan semuanya. Kami selalu menyisakan sebagian. Kami melakukannya dengan berhati-hati, kami mengerti.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis menguap dan membuat tanda salib di mulutnya.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tahun lalu, serangkaian kereta api keluar dari relnya tidak jauh dari sini,” ujar hakim pemeriksa. “Sekarang saya tahu penyebabnya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa Anda bilang?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya bilang, saya tahu kenapa kereta api itu keluar dari relnya tahun lalu.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya. Anda dididik untuk mengetahui hal-hal semacam ini, Tuan yang baik. Anda bisa mengerti penyebab segala hal. Tapi, petugas pengawas itu hanya petani yang tidak mengerti apa-apa. Dia langsung mencengkeram kerah mantel saya dan menyeret saya. Seseorang seharusnya menilai dulu sebelum menyeret. Tapi, seorang petani hanya memiliki kemampuan untuk menilai seorang petani. Silakan Anda catat, Yang mulia, bahwa dia memukul saya dua kali. Pada mulut dan dada saya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Sebuah mur lain ditemukan ketika rumah Anda digeledah. Di mana Anda mencopotnya, dan kapan?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Maksud Anda, mur yang ada di bawah peti kecil berwarna merah?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tidak tahu di mana mur itu tergeletak, tapi mur itu ditemukan. Di mana Anda mencopotnya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tidak mencopotnya. Mur itu pemberian Ignashka, putra Simon si Mata Satu. Maksud saya, mur di bawah peti kecil berwarna merah, yang ada di kereta luncur di halaman. Mitrofan dan saya melepaskannya bersama-sama.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mitrofan yang mana?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mitrofan Petrov. Anda belum pernah mendengar tentang dirinya? Dia membuat jala dan menjualnya pada para penduduk. Dia membutuhkan banyak mur untuk usahanya. Selusin untuk setiap jala.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Dengar! Dalam pasal 1081 Undang-undang, disebutkan bahwa ‘Barangsiapa dengan sengaja merusak jalur rel, dan bisa mengakibatkan kereta api mengalami kecelakaan, dan menyadari bahwa kecelakaan itu mungkin terjadi’ – apakah Anda mendengarnya? Menyadari – ‘akan dijatuhi hukuman berat’. Anda pasti tahu apa akibat  melepaskan mur itu. Hukumannya pengasingan dan kerja keras.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tentu saja, Anda lebih mengerti daripada saya. Orang-orang seperti kami hidup dalam kegelapan. Bagaimana mungkin kami mengerti hal-hal semacam ini?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Anda sangat mengerti. Anda berbohong dan berlagak bodoh.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mengapa saya harus berbohong? Tanyakan pada siapa pun di desa, jika Anda tak memercayai saya. Mereka tidak pernah berhasil mendapatkan apa pun selain kecoak jika tidak memakai pemberat, bahkan seekor <em>gudgeon</em> (5) tidak akan mau menggigit umpan kecuali Anda memakai pemberat.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Sekarang Anda mulai membicarakan <em>garfish</em> lagi!” ujar hakim pemeriksa sambil tersenyum.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Di sungai kami tidak ada <em>garfish</em>. Jika kami membiarkan umpan mengambang di permukaan air tanpa pemberat, kadang-kadang kami berhasil menangkap <em>perch</em> (6), tapi tidak sering.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Oh, berhentilah bicara!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Mendadak sepi. Denis mula-mula berdiri dengan membebankan diri pada satu kaki, lalu mengubah posisi ke kaki satunya sambil memandangi meja. Matanya berkedip-kedip dengan cepat, seakan menatap matahari dan bukan taplak berwarna hijau. Hakim pemeriksa itu menulis dengan cepat.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya akan menahan Anda dan menjebloskan Anda ke penjara.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis berhenti berkedip, mengangkat alisnya yang tebal dan menatap penuh tanya pada hakim pemeriksa.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa maksud Anda? Penjara? Yang Mulia, saya tidak punya waktu! Saya harus ke pasar untuk menagih uang tiga rubel, utang Gregory untuk membeli gemuk.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Berhentilah bicara! Jangan menyela!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ke penjara! Kalau ada alasannya, tentu saja saya mau. Tapi, kalau hidup seperti saya, apa gunanya? Saya tidak merampok siapa pun, bahkan saya belum pernah berkelahi. Kalau yang Anda pikirkan masalah pembayaran sewa rumah saya, janganlah Anda percaya pada ucapan juru sita itu, Yang Mulia. Tanyakanlah pada salah satu pria terhormat. Juru sita itu seorang pencuri, Yang Mulia!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Berhentilah bicara!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya akan diam,” gerutu Denis. “Bagaimanapun, saya bersumpah bahwa Juru Sita telah berbuat curang dengan catatannya. Dalam keluarga kami ada tiga bersaudara. Kuzma, Gregory dan saya&#8230;”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Anda menyela omongan saya. Kemarilah, Simon!” panggil Hakim. “Bawa lelaki ini pergi.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Dalam keluarga kami ada tiga bersaudara,” gumam Denis ketika dua serdadu berbadan tegap mencengkeramnya dan membawanya ke luar ruangan. “Saya tidak bisa bertanggung jawab untuk saudara saya. Kuzma tidak mau membayar utangnya, dan saya, Denis, yang harus menderita! Anda menyebut diri Anda hakim! Jika tuan kita yang dulu, sang Jenderal, masih hidup, beliau akan mengajari Anda cara menghakimi. Anda harus bersikap masuk akal, dan tidak menghukum dengan sewenang-wenang. Cambuklah seseorang jika dia memang harus dicambuk&#8230;”</span></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; "><strong>Keterangan :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">1. <em>Verst</em> : satuan panjang di Rusia, sekitar 1,1 kilometer</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">2. <em>Bass</em> : ikan air tawar semacam ikan bandeng</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">3. <em>Pike</em> : ikan air tawar berbadan dan bergigi panjang</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">4. <em>Garfish</em> : ikan laut dengan rahang berbentuk paruh dan bergigi tajam</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">5. <em>Gudgeon</em> : sejenis ikan air tawar kecil yang biasa dijadikan umpan </span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">6. <em>Perch</em> : sejenis ikan air tawar dengan sirip belakang berduri, sayap bawah jingga</span></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; "><strong>Diterjemahkan dari cerita pendek berjudul &#8220;The Malefactor&#8221; (judul asli : &#8220;Zloumyshlennik&#8221;) karya Anton Chekhov (1885).</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipu-tipu Bagi Pulsa</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/06/06/tipu-tipu-bagi-pulsa/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/06/06/tipu-tipu-bagi-pulsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 13:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[bagi pulsa xl]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Sudah kedua kalinya saya menerima SMS beginian, dari nomor yang sama pula. Saya ingat karena nomornya yang unik. Dengan menyalahgunakan layanan operator untuk transfer pulsa ke nomor lain, ada saja orang yang mengharapkan kelengahan dan ketidaktahuan orang lain. Syukurlah sekarang ada Mbah Google. Jadinya saya tahu layanan ini memang ada.  Jumlahnya kecil sih, tapi menipu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/tipubagipulsa.jpg"><img class="size-full wp-image-551 aligncenter" title="tipubagipulsa" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/tipubagipulsa.jpg" alt="tipubagipulsa" width="240" height="320" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Sudah kedua kalinya saya menerima SMS beginian, dari nomor yang sama pula. Saya ingat karena nomornya yang unik. Dengan menyalahgunakan layanan operator untuk transfer pulsa ke nomor lain, ada saja orang yang mengharapkan kelengahan dan ketidaktahuan orang lain. Syukurlah sekarang ada Mbah Google. Jadinya saya tahu <a href="http://www.xl.co.id/XLPrabayar/LayananPrabayar/BagiPulsa" target="_blank"><strong>layanan ini memang ada</strong></a>.  Jumlahnya kecil sih, tapi menipu adalah menipu. Anda pernah menerima juga?</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah membaca postingan ini semoga Anda lebih berhati-hati. Semoga pula pelaku segera insaf, apakah dia anak-anak, ABG labil maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/06/06/tipu-tipu-bagi-pulsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja Keras Semut</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/11/12/kerja-keras-semu/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/11/12/kerja-keras-semu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 09:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[kacang goreng]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[semut hitam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Antara kasihan dan heran. Sedang apa dia? Haruskah bekerja sendirian? Seekor semut hitam besar yang berusaha menyeret serpihan kacang goreng. Saya tidak tahu berapa lama dia seperti begitu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-410 aligncenter" title="semut" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/11/semut.jpg" alt="semut" width="384" height="288" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Antara kasihan dan heran. Sedang apa dia? Haruskah bekerja sendirian? Seekor semut hitam besar yang berusaha menyeret serpihan kacang goreng. Saya tidak tahu berapa lama dia seperti begitu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/11/12/kerja-keras-semu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Nice Post, BTW&#8221;</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/10/26/nice-post-btw/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/10/26/nice-post-btw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat!]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[nice post btw]]></category>
		<category><![CDATA[overrated]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Sometimes blogging is overrated.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-398 aligncenter" title="uangdalamkloset" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/uangdalamkloset.jpg" alt="uangdalamkloset" width="351" height="468" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-399 aligncenter" title="uangdalamkloset-2" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/10/uangdalamkloset-2.jpg" alt="uangdalamkloset-2" width="347" height="265" /></p>
<p>Sometimes blogging is overrated.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/10/26/nice-post-btw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebaskan Ibu Prita!</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/06/02/bebaskan-ibu-prita/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/06/02/bebaskan-ibu-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 04:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan bersuara]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Dasarnya gaptek dan kurang paham WP, maka mau pasang banner saja bingungnya setengah mules. Akan tetapi, biarpun banner belum terpasang, saya tetap bagikan kepada Anda, para pembaca blogger yang ingin memasangnya. Banner tersebut bisa dicomot dari sini. Pada tautan tersebut, Anda juga bisa membaca kisah di balik kasus tersebut, yang pada akhirnya membuat seorang ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ee; text-decoration: underline;"><br />
</span><img class="aligncenter" title="Bebaskan Ibu Prita Mulyasari!" src="http://ibuprita.suatuhari.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-prita-468x601.gif" alt="" width="468" height="60" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dasarnya gaptek dan kurang paham WP, maka mau pasang banner saja bingungnya setengah mules. Akan tetapi, biarpun banner belum terpasang, saya tetap bagikan kepada Anda, para pembaca blogger yang ingin memasangnya. Banner tersebut bisa dicomot dari <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/2009/06/01/banner-untuk-mendukung-ibu-prita-mulyasari/" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000;">sini</span></strong></a>. Pada tautan tersebut, Anda juga bisa membaca kisah di balik kasus tersebut, yang pada akhirnya membuat seorang ibu dipisahkan dari anak-anaknya, padahal salah satunya masih memerlukan ASI. Duh, malang benar nasibmu, Nak!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/06/02/bebaskan-ibu-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Idilis</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/05/14/mimpi-idilis/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/05/14/mimpi-idilis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 12:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[  Mimpi idilis saya tidak selamanya menjadi mimpi. Kadang mereka terwujud dalam kehidupan saya, dan ketika sedang beruntung, saya akan bisa merekam dan mengenangnya. Atau, jangan-jangan memang kehidupan itu sendiri merupakan serangkaian mimpi idilis? Dan saya terbangun di pagi hari dari satu mimpi ke mimpi lainnya? Entahlah. Kadang saya pikir, pembatasan-pembatasan semacam itu hanya mempersulit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/05/payungdipantai1.jpg"><img class="size-full wp-image-172 aligncenter" title="payungdipantai1" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/05/payungdipantai1.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Mimpi idilis saya tidak selamanya menjadi mimpi. Kadang mereka terwujud dalam kehidupan saya, dan ketika sedang beruntung, saya akan bisa merekam dan mengenangnya. Atau, jangan-jangan memang kehidupan itu sendiri merupakan serangkaian mimpi idilis? Dan saya terbangun di pagi hari dari satu mimpi ke mimpi lainnya? Entahlah. Kadang saya pikir, pembatasan-pembatasan semacam itu hanya mempersulit diri sendiri saja <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/05/14/mimpi-idilis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prangko Seri Caleg</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/05/01/prangko-seri-caleg/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/05/01/prangko-seri-caleg/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 10:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[filateli]]></category>
		<category><![CDATA[foto diri]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[prangko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[  Sejak prangko bergambar foto diri diluncurkan beberapa tahun lalu, pernahkah Anda coba membuatnya? Sungguh perkembangan yang luar biasa, karena ketika prangko mulai beredar pada pertengahan abad ke-19, yang bisa muncul di prangko hanyalah kepala negara seperti para raja, ratu atau presiden. Saya tidak tahu persis berapa harga selembar prangko bergambar foto diri seperti yang dibuat oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/05/img_5735.jpg"><img class="size-full wp-image-168 aligncenter" title="img_5735" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/05/img_5735.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Sejak prangko bergambar foto diri diluncurkan beberapa tahun lalu, pernahkah Anda coba membuatnya? Sungguh perkembangan yang luar biasa, karena ketika prangko mulai beredar pada pertengahan abad ke-19, yang bisa muncul di prangko hanyalah kepala negara seperti para raja, ratu atau presiden. Saya tidak tahu persis berapa harga selembar prangko bergambar foto diri seperti yang dibuat oleh nyonya caleg di atas. Jangankan membeli prangko, surat-menyurat via pos saja sudah tidak pernah. Terakhir kalinya mungkin sekitar 10 tahun yang lalu, dan lebih sering untuk kirim lamaran <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Siapa tahu, pembuatan prangko berfoto diri oleh caleg akan menjadi trend dalam pemilu-pemilu berikutnya? Bukan tidak mungkin, setiap 5 tahun sekali akan beredar &#8220;prangko versi caleg&#8221;. Filatelis bakal perlu album prangko dalam jumlah besar <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/05/01/prangko-seri-caleg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bak Mandi Ikan</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/01/21/bak-mandi-ikan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/01/21/bak-mandi-ikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 12:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[pakai ulang]]></category>
		<category><![CDATA[semi-kinky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Konon ini zamannya daur ulang dan pakai ulang. Tidak baik membuang-buang sembarang barang yang masih bisa dimanfaatkan. Sampah kian banyak, Bumi kian sempit. Maka, ketimbang membuang bak mandi bekas yang sudah tidak layak pandang, terpikir oleh seorang ibu untuk menjadikannya kolam teratai. Mengikuti saran penjual teratai, supaya nyamuk tidak berbiak di dalam air, si ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon ini zamannya daur ulang dan pakai ulang. Tidak baik membuang-buang sembarang barang yang masih bisa dimanfaatkan. Sampah kian banyak, Bumi kian sempit. Maka, ketimbang membuang bak mandi bekas yang sudah tidak layak pandang, terpikir oleh seorang ibu untuk menjadikannya kolam teratai. Mengikuti saran penjual teratai, supaya nyamuk tidak berbiak di dalam air, si ibu mengisi kolam bak mandi dengan ikan kecil-kecil. Jadilah sebuah kolam teratai sekaligus kolam ikan. Kreatif sih, namun sayang terlihat kotor karena tak pernah dibersihkan.</p>
<p>PS : Siapa pernah lihat bak mandi di depan rumah?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/01/bakolamikan.jpg"><img class="size-full wp-image-90 aligncenter" title="bakolamikan" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/01/bakolamikan.jpg" alt="" width="442" height="331" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/01/21/bak-mandi-ikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Mati Gaya</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/01/12/proyek/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/01/12/proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 08:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[millenial]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Anda lakukan dengan ponsel Anda saat sedang bengong sendirian di tempat umum? Main gem, ber-SMS dengan teman, menjelajahi dunia maya, mendengarkan musik, membikin tulisan untuk blog atau berfoto ria? Ah, tidak harus ketika sedang sendirian. Bahkan ketika tengah bersama orang lain, banyak juga orang yang lebih suka mengutak-atik ponsel ketimbang memerhatikan omongan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/01/ps-proyek.jpg"><img class="size-full wp-image-83 aligncenter" title="ps-proyek" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/01/ps-proyek.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Apa yang Anda lakukan dengan ponsel Anda saat sedang bengong sendirian di tempat umum? Main gem, ber-SMS dengan teman, menjelajahi dunia maya, mendengarkan musik, membikin tulisan untuk blog atau berfoto ria?</p>
<p>Ah, tidak harus ketika sedang sendirian. Bahkan ketika tengah bersama orang lain, banyak juga orang yang lebih suka mengutak-atik ponsel ketimbang memerhatikan omongan orang di hadapannya. Beberapa kali saya lihat yang seperti itu di pujasera mal, di ruang tunggu apotek, rumah sakit, di angkutan umum. Memang sih, terutama pelakunya dari <a href="http://www.cbsnews.com/stories/2007/11/08/60minutes/main3475200.shtml" target="_blank"><strong>Generasi Milenial</strong></a>, yang tumbuh sehat dan lucu-lucunya setelah tahun 2000 serta sangat dimanja dengan perkembangan gadget (belum lagi mereka sangat adaptif dan melek teknologi, hohoo..). Bukan hal aneh kalau di zaman sekarang Anda bertemu anak muda dengan segala macam kabel bergelantungan di tubuhnya dan terlihat berbicara sendiri atau bersenandung lantang sambil menggoyangkan leher ke atas. Atau berjalan menunduk sambil terus memainkan gadget di tangan, seakan di ubun-ubunnya ada mata yang bisa memberitahukan arah langkah.</p>
<p>Tapi, khusus ponsel, ini memang luar biasa. Sepuluh tahun lalu, keluar rumah tanpa ponsel tidak pernah jadi masalah. Saya sendiri mungkin terhitung &#8220;telat punya ponsel&#8221;, karena ponsel pertama baru saya miliki menjelang akhir tahun 2001, itu pun dibelikan oleh kakak saya, yang entah jengkel entah terharu melihat &#8216;kemalasan&#8217; saya punya ponsel.</p>
<p>Begitulah, setelah bertahun-tahun punya ponsel, akhirnya muncul rasa ketergantungan. Kadang saya heran juga, bagaimana mungkin dulu saya bertahan hidup tanpa ponsel? <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Meskipun tidak sampai sedemikian parahnya hingga seperti kecanduan barang ini dan tidak bisa lepas, tetapi sewaktu ponsel rusak, saya sempat bingung juga. Ponsel harus dititip di tempat servis paling sedikit tiga hari, setelah mbak petugas meyakinkan saya untuk menerima dengan hati lapang bahwa semua data akan hilang. Yah, saya pasrahkan saja pada petugas yang berwenang <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PS : Untung ada bala bantuan. Tanpa dapat pinjaman ponsel lama adik saya, bisa-bisa mati gaya <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/01/12/proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

