Program Musim Panas
Posted by mpokb on 07 Jul 2011 | Tagged as: Kehidupan Bersama
Selebaran ini dikirim ke rumah, terselip dalam lipatan koran pagi langganan. Ah, macam-macam saja kegiatan bocah sekarang. Kalau dulu, ketika liburan panjang sekolah puluhan tahun lalu, hal paling menyenangkan bagi saya dan para saudara kandung maupun sepupu adalah berkunjung ke rumah kakek nenek di Ibu Kota. Tentu saja, mal di Jakarta belum sebanyak sekarang. Kami mengisi waktu luang dengan membuat permainan sendiri, sedikiiiiit belajar berhitung, pergi ke taman ria atau Pekan Raya Jakarta (:D), dan sisanya dihabiskan dengan mengamati kegiatan rumah makan yang dikelola Nenek. Antara lain mengamati para ‘pegawai’ memetik buah kelapa dan menyembelih ayam kampung. Lho, kok seperti di desa? Katanya di Ibu Kota? Lho, kota kan aslinya kumpulan dari banyak desa
Nah, jadi tidak ada tuh, kegiatan libur sekolah seperti yang disebutkan dalam selebaran di atas. Ada sih yang saya kenal sebagai “les”, tapi bukan sebagai pengisi liburan yang dikelola sekolah, melainkan kegiatan di tempat-tempat les umum maupun privat. Paling-paling ya les tari Bali, les balet, les organ, les renang. Sekadar hobi dan mengisi waktu luang, belum tentu mendalami apalagi sampai mengarah ke profesi. Belum ada les masak atau fotografi, apalagi jurnalisme untuk kanak-kanak.
Kesimpulan saya, anak-anak sekarang seperti diarahkan lebih dini untuk mengenal dunia kerja dan industri. Maka tidak heran ketika seorang cewek kelas 3 SMP ditanya tentang masa depan, dia dengan mantap menjawab, “Aku tuh mau jadi businesswoman, lalu masuk partai, terus mencalonkan diri jadi presiden.” “Mau kuliah di mana?” “Di Cambridge.”
Memang sih, omongan bisa jadi sekadar omongan, tapi dari omongan bisa terbayangkan sejauh mana fantasinya terpupuk dan cita-citanya tergantung. Beda dari angkatan saya, yang kebanyakan bercita-cita menjadi guru, polisi, dokter, insinyur. Ada sih satu dua teman yang ingin jadi presiden, tapi saya nggak yakin mereka dulu sudah kenal partai



