Setelah Empat Belas Tahun

krl-jabotabek

Empat belas tahun berlalu sudah, sejak untuk terakhir kalinya sebagai penglaju kuinjakkan kakiku di lantaimu. Empat belas tahun berlalu dan wajahmu tetap kusam, bahkan semakin muram. Empat belas tahun dan kudengar pengelolamu tetap merugi. Empat belas tahun dan kebijakan seakan tidak pernah berpihak padamu, meskipun aku tahu di atas sana banyak para perencana berotak encer tapi bungkam tak berdaya karena entah. Empat belas tahun kau tetap terlambat, anjlok, mogok dan toh tetap menjadi andalan penumpang.

Dan aku masih teringat bau amis abadi keringat bercampur debu pada pegangan dan rak besi dalam gerbongmu. Bahkan setelah empat belas tahun.

Heejou yang Hijau

heejou-1

Sekarang makin banyak orang terdorong melakukan gerakan cinta lingkungan, antara lain dengan membuat berbagai produk yang ramah lingkungan. Buat yang sulit mengubah irama atau pola hidup, mengubah gaya konsumsi bisa jadi pilihan untuk kompensasi perusakan alam.

Tas “Heejou” pun rupanya diproduksi dengan semangat yang sama. Lewat tas, produsen mengajak konsumen bergabung dalam gerakan cinta lingkungan tersebut. Ini bukan iklan lho, saya posting dan sebut merek, karena ingin saja.

heejou-2

Omong-omong, sebetulnya saya masih agak heran dengan ide pengurangan pemakaian kantong plastik. Maksud saya, kalau sudah diketahui bahwa kantong plastik (bukan yang mudah terurai) merusak lingkungan, kenapa tidak dilarang saja sekalian? Cukup sulit untuk tidak membuang kantong plastik, sebab kebanyakan dari kita membuang sampah rumah tangga sehari-hari dalam kantong plastik, bukan? Tak terbayangkan repotnya tukang sampah yang datang dengan truk seminggu sekali (kadang dua minggu sekali) kalau isi tong sampah rumah kita tidak diwadahi kantong plastik. Yah, jawabannya mungkin ada di tangan pengambil kebijakan di masa depan. Untuk saat ini, saya masih mengompensasi semampu saya saja.

Yth Calon Nasabah

nasabahstanchard

Katanya sekarang lagi zaman krisis, tapi saya nyaris lupa kapan terakhir kali zaman tidak sedang krisis. Rasanya setiap hari selalu krisis. Ini sudah tiga kali kata krisis disebut dalam satu kalimat. Benar-benar tulisan tidak kreatif. Jangan-jangan pengirim SMS ini lebih kreatif daripada saya, yang jelas dia memakai pulsa telepon lebih banyak daripada saya. Entah apa komentar pihak bank yang namanya dipakai. Anda pernah jadi calon nasabah juga?

Wulan

wulan-2

“Mandiri, Terhormat, Bermakna”. Moto organisasi manula itu amat gagah. Rasanya, moto itu universal, tidak hanya berlaku untuk manula. Mewujudkannya tidak selalu gampang, memang, tapi semoga juga tidak mustahil. Inspiratif dan menggugah. Saya baru tahu ada organisasi bernama Wulan, setelah Ibunda menjadi anggotanya.  Tidak disangka-sangka, Ibunda juga terbantu ketika situasi darurat dan memerlukan kursi roda. Terima kasih, Wulan!

wulan-1