Halo sayangku..

Posted by mpokb on 06 Jan 2011 | Tagged as: Hiburan

Surel spam biasanya langsung saya buang tanpa dibaca lebih dulu. Akan tetapi, mungkin karena saya ge-er saat melihat judulnya, yang satu ini pun saya baca  juga, meskipun sekilas. Yang sangat menarik adalah gaya bahasa terjemahan surel ini dari bahasa aslinya. Maka “Hello dear” menjadi “Halo sayang” dan “Compliments of the day!” menjadi “Pujian hari ini!” Ada juga “kesehatan yang baik dan juga mengejutkan” (maksudnya apa, ya?). Hmm… Jadi teringat gaya bahasa subtitel di film-film berbahasa asing, ya?

Yang juga menarik, pembuat surel ini memakai nama “Ruth”. Mengingatkan kita pada sang Dokter terapis psikoseksual yang termasyhur itu.

Sudah 13 Hari..

Posted by mpokb on 31 Des 2010 | Tagged as: Personal

Sudah 13 hari kau mendahului kami, setelah sejak 27 tahun lalu kita tidak lagi tinggal di rumah yang sama. Ketika kau memilih jalan hidup terpisah dari kami, meskipun tidak pernah benar-benar meninggalkan kami, dekat tapi jauh, jauh tapi dekat.

Sebagai gadis kecil, aku tidak mengerti bahwa jalan hidup adalah pilihan, bahwa selalu ada cara di luar kebiasaan yang diamini sebagai kebenaran, bahwa kehidupan sama sekali tidak seperti garis lurus yang menghubungkan dua buah titik.

Sebagai remaja, aku belajar memahami, menemukan dan menyatukan kepingan-kepingan teka-teki pecah yang seolah menjadi momok dan membuatku bertanya-tanya, meskipun tidak selalu menemukan jawabannya.

Sebagai perempuan dewasa, aku belajar memasrahkan segala ketidaktahuan dan merenungkan caraku menyikapinya, berkali-kali, berkali-kali, berkali-kali. Dan aku masih belajar sabar. Dan aku masih belajar ikhlas.

Mungkin saja jawabannya ada di luar sana. Atau mungkin saja jawabannya memang tidak ada. Hanya hatiku yang sepertinya ingin dikelabui agar merasa bahwa seolah-olah jawaban itu ada. Supaya puas. Supaya lega.

Sebab padamu aku mencari amarah. Amarah itu tidak ada. Aku mencari penantian. Penantian itu tidak ada. Aku mencari dendam. Dendam itu tidak ada. Aku mencari rindu. Rindu itu pun…tidak ada. Kadang perasaan-perasaan sial itu malah muncul mencabik-cabik hatiku di saat yang tidak tepat dan memang tidak pernah tepat.

Sudah 13 hari kau mendahului kami, setelah sejak 27 tahun lalu kita tidak lagi tinggal di rumah yang sama. Aku lupa kapan terakhir kalinya kita benar-benar bicara. Toh luka itu sudah menutup jauh sebelum kita benar-benar tidak bisa lagi bicara. Toh tanpa air mata maupun ungkapan lisan penuh kata berbunga-bunga, aku tahu, dan kau pun tahu, dalam perjalanan terpaut jarak selama ini sesungguhnya kita tidak pernah benar-benar terpisah. Tidak akan terpisah.

Beristirahatlah dengan tenang, Papa.

Gerakan Mitra Bercahaya

Posted by mpokb on 16 Des 2010 | Tagged as: Kehidupan Bersama

Meneruskan surat elektronik dari Mitra Netra. Silakan diteruskan lagi supaya lebih banyak orang yang bisa berpartisipasi, yaaa.. Terima kasih, teman-temin :)

————————————————————————

Apa dan Bagaimana Mitra Bercahaya

Perpustakaan khusus untuk tunanetra di Yayasan Mitra Netra adalah lokomotif yang menarik 35 gerbong perpustakaan Sekolah Luar Biasa di seluruh Indonesia dengan kurang lebih 2000 siswa tunanetra di dalamnya. Setiap tahun, para siswa tunanetra dapat menikmati bacaan dari 1.500 buku berbentuk CD audio dari perpustakaan ini. Untuk wilayah Jabodetabek sendiri, setiap tahun lokomotif ini melayani sekitar 1.000 tunanetra yang meminjam lebih dari 4.000 judul buku yang tersedia. Tidak hanya itu, lokomotif ini pun menjadi saksi bisu curahan cinta para sukarelawan yang membacakan buku dan merekam suara mereka untuk para tunanetra; sekitar 300 judul buku audio dihasilkan oleh para sukarelawan ini setiap tahunnya.

Namun, lokomotif dengan luas 56 m2 yang telah berusia 10 tahun itu kini sudah tak layak lagi disebut perpustakaan. Dia lebih pantas disebut gudang; dindingnya telah retak, atapnya bocor parah, awning halaman depan perpustakaan itu pun sudah pernah ambruk. Padahal, di dalamnya tersimpan 3.184 judul buku bicara analog (kaset), 1.413 judul buku bicara digital (CD), dan 1.305 judul buku Braille. Semua itu adalah cahaya ilmu dan pengetahuan yang begitu limpah ruah bagi para tunanetra Indonesia.

Oleh karena itu, agar para tunanetra dapat terus memperoleh informasi dan pengetahuan melalui buku demi kelangsungan masa depan mereka, kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam Gerakan Mitra Bercahaya.

Apakah Gerakan Mitra Bercahaya itu?

Gerakan Mitra Bercahaya adalah sebuah gerakan penggalangan dana yang diadakan oleh Yayasan Mitra Netra untuk mengajak Anda bergotong-royong merehabilitasi dan memperluas gedung perpustakaan khusus bagi tunanetra di Yayasan Mitra Netra.

Gerakan penggalangan dana dilaksanakan mulai tanggal 10 Nopember 2010 sampai 2 Mei 2011. Sedangkan pembangunan rehabilitasi dan perluasan perpustakaan yang diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) akan dimulai pada bulan Mei 2011.

Diharapkan, 3 bulan berikutnya, gedung perpustakaan Yayasan Mitra Netra yang baru seluas 200 m2 sudah berdiri, siap melayani para tunanetra di seluruh Indonesia dengan lebih baik lagi.

Pengiriman donasi dilakukan dengan sistem per paket. Setiap donatur dapat mengirimkan donasinya sebanyak minimal 1 paket Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah).

Silakan kirim donasi Anda ke:

Bank Mandiri, Cabang Bona Indah, nomor rekening 101-000-210-7942

BCA, KCP Bona Indah, nomor rekening 6080-279-441

atas nama Yayasan Mitra Netra.

Harap informasikan jumlah paket donasi yang sudah Anda kirimkan melalui email ke mitrabercahaya@yahoo.co.id atau fax ke 021-7655264. Untuk mengetahui perkembangan besarnya dana yang sudah terkumpul, silakan berkunjung ke Daftar Donasi Mitra Bercahaya.

Ayo ambil bagian dalam Gerakan Mitra Bercahaya! Jadilah mitra yang berbagi cahaya untuk para tunanetra!

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Yayasan Mitra Netra

Jl. Gunung Balong II No.58

Lebak Bulus III, Jakarta 12440

Tel: 021.7651386, Fax: 021.7655264

Email: office@mitranetra.or.id

Website: www.mitranetra.or.id

Buku Wayang dan Wanita

Posted by mpokb on 30 Nov 2010 | Tagged as: Hiburan

Kemarin buku ini tak sengaja saya temukan di loteng. Cocok untuk menambah koleksi 1000 Buku untuk Tunanetra. Kebetulan juga saya belum baca, hehe. Isinya tentang wayang (ya iya lah), terutama tokoh perempuan di dunia pewayangan. Memang paling asyik membicarakan seluk-beluk perempuan, apa pun jenis kelamin si pembicara. Bahkan meskipun nasib kaum perempuan sekarang secara keseluruhan hanya sedikit membaik kalau tidak makin terpuruk dibandingkan dengan zaman kakek nenek kita, wacana tentang perempuan akan selalu menarik untuk digulirkan dalam berbagai diskusi, seminar dan penelitian. Termasuk antara lain penelitian tentang keperawanan perempuan yang sering kali diulang itu. Penting banget, kan?

Nah, di buku ini diuraikan berbagai karakter perempuan di dunia pewayangan yang cenderung multitafsir dan banyak metafora itu. Di situlah asyiknya wayang. Penyimak mendapat keleluasaan untuk menyarikan sendiri hikmah di balik kisah-kisahnya. Saya sendiri kurang paham cerita wayang, karena hanya membaca sedikit-sedikit dari komik dan cerita-cerita pendek. Novel “Mahabharata” yang pernah saya baca pun konon hanya versi ringkas dari kisah sesungguhnya :)

« Newer Entries - Older Entries »