Panas di Luar, Dingin di Dalam

biangkerok-1

Bagian dalam bangunan tinggi yang tertutup biasanya dipasangi pendingin ruangan. Pekerja kantoran  pun harus menyesuaikan diri dengan rutinitas hidup yang terbilang aneh, mengenakan jaket maupun pakaian tebal di dalam gedung. Aneh, karena ketika cuaca di luar panas terik, dan berjalan kaki sesaat saja menghasilkan banjir keringat, setiba di kantor si pekerja harus segera memakai jaket. Aneh, karena di negeri panas terik, kita mendinginkan diri dengan AC yang justru membuat cuaca semakin panas. Aneh, karena sampai sekarang saya belum pernah melihat gedung tinggi yang memanfaatkan sirkulasi udara alami, sehingga tidak perlu pakai AC. Tidak perlu gedung tertutup sepenuhnya seperti di negara empat musim yang berisiko kena badai salju. Atau keinginan saya yang aneh?

biangkerok-2

Karena corong AC terletak di atas kepala, maka pekerja di ruang-ruang tertentu yang ekstra dingin harus menyiapkan kupluk untuk melindungi batok kepala dan daun telinga. Ya, daun telinga yang kedinginan memang bisa bikin masuk angin. Jangan pernah abaikan daun telinga di tempat dingin. Lalu, siapkan stoking atau kaus kaki panjang, karena kaki telanjang di tempat dingin juga bisa menjadi awal masuk angin.

Setelah jaket, stoking, kaus kaki dan kupluk, jangan lupa siapkan obat-obatan dan perlengkapan lain seperti minyak kayu putih atau balsem, koyo, serbuk jahe siap seduh atau larutan penangkal angin. Kalau sudah lengkap, itu tandanya Anda sudah siap.