<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb &#187; beredel bukan bredel</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/tag/beredel-bukan-bredel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 08:48:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Persepsi Anda, Saya dan Mereka</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/12/30/persepsi-anda-saya-dan-mereka/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/12/30/persepsi-anda-saya-dan-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat!]]></category>
		<category><![CDATA[beredel bukan bredel]]></category>
		<category><![CDATA[buku heboh]]></category>
		<category><![CDATA[greg mortenson]]></category>
		<category><![CDATA[kbbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, &#8220;persepsi&#8221; adalah : 1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; dan 2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Karena setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang terbentuk melalui pengalaman hidup masing-masing, maka persepsi Anda, persepsi saya dan persepsi orang lain terhadap sesuatu sangat mungkin berbeda. Ditambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, &#8220;persepsi&#8221; adalah : 1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; dan 2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Karena setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang terbentuk melalui pengalaman hidup masing-masing, maka persepsi Anda, persepsi saya dan persepsi orang lain terhadap sesuatu sangat mungkin berbeda. Ditambah dengan variasi sudut pandang, semakin banyaklah kemungkinan persepsi yang terbentuk di kepala kita.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sebuah buku yang belakangan banyak dicari orang karena konon &#8220;menghebohkan&#8221;, mendadak hilang dari toko-toko buku. Tersiar kabar, buku itu dilarang beredar, diberangus, karena konon di dalamnya terdapat data-data yang bisa mengungkapkan borok seorang penguasa. Penulisnya seseorang yang memang kerap dikenal vokal dalam mengkritisi kalangan penguasa. Tentu saja bukan sejenis bloger abal-abal macam saya maupun penulis yang menulis sekadar hobi. Beliau seorang peneliti yang karena kerajinannya mencari data, maka banyak orang yang mengakui kesahihan tulisannya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Hilangnya buku itu dari toko-toko buku bahkan sampai membuat sebuah organisasi pembela hak asasi manusia turun dan memeriksa benar tidaknya terjadi pelarangan peredaran buku tersebut. Dari sebuah toko buku besar didapat keterangan bahwa keputusan untuk tidak menjual buku itu berasal dari pihak manajemen sendiri. Ada pula distributor buku yang mengaku tetap menjualnya, sehingga lekas kehabisan stok, bahkan buku itu sempat ditawar hingga sepuluh kali lipat dari harga banderolnya. Terus terang, saya sempat punya persepsi bahwa ini utak-atik dagang yang sesungguhnya sah-sah saja. Ketika permintaan naik, maka harga harus naik. Namanya juga dagang. Tidak heran jika buku yang konon dilarang beredar ini sesungguhnya tetap beredar dan bisa dibeli dengan menghubungi nomor-nomor ponsel tertentu. Bukan, saya bukan salah satu yang mencarinya, karena sejak awal saya sudah punya persepsi sendiri terhadap buku itu. Selain itu, kisah sejati pendaki gunung Greg Mortenson dalam &#8220;Three Cups of Tea&#8221; sudah lebih dulu menyita perhatian saya dan dua jam menunggu rambut selesai dicat di salon ternyata hanya membawa saya ke seperenam jumlah halaman. Masih banyak pengalaman batin yang memperkaya jiwa menanti untuk ditemukan di sana.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ah, ada terlalu banyak kata &#8220;konon&#8221; di tulisan sependek ini, karena catatan pribadi ini semata hanya untuk mengeluarkan apa yang ada dalam benak saya. Persepsi saya. Saya bukan hendak meyakinkan Anda yang bisa membentuk persepsi masing-masing. Saya bukan pembela si A atau si B. Info yang saya peroleh tentang kabar kabur ini pun saya dapatkan dari berbagai liputan kabur tentang kasus yang kabur. Apa boleh buat, sementara ini kita masih hidup di negeri yang banyak ralat. Ketika si X mengatakan begini, si Y mengatakan begitu, yang terjadi adalah adu debat berkepanjangan dengan memanfaatkan begitu banyak celah yang bisa diralat sewaktu-waktu. Selamat Tahun Baru, bagi Anda yang merayakannya.</div>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, &#8220;persepsi&#8221; adalah : 1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; dan 2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Karena setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang terbentuk melalui pengalaman hidup masing-masing, maka persepsi Anda, persepsi saya dan persepsi orang lain terhadap sesuatu sangat mungkin berbeda. Ditambah dengan variasi sudut pandang, semakin banyaklah kemungkinan persepsi yang terbentuk di kepala kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah buku yang belakangan banyak dicari orang karena konon &#8220;menghebohkan&#8221;, mendadak hilang dari toko-toko buku. Tersiar kabar, buku itu dilarang beredar, diberangus, karena konon di dalamnya terdapat data-data yang bisa mengungkapkan borok seorang penguasa. Penulisnya seseorang yang memang kerap dikenal vokal dalam mengkritisi kalangan penguasa. Tentu saja bukan sejenis bloger abal-abal macam saya maupun penulis yang menulis sekadar hobi. Beliau seorang peneliti yang karena kerajinannya mencari data, maka banyak orang yang mengakui kesahihan tulisannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hilangnya buku itu dari toko-toko buku bahkan sampai membuat sebuah organisasi pembela hak asasi manusia turun dan memeriksa benar tidaknya terjadi pelarangan peredaran buku tersebut. Dari sebuah toko buku besar didapat keterangan bahwa keputusan untuk tidak menjual buku itu berasal dari pihak manajemen sendiri. Ada pula distributor buku yang mengaku tetap menjualnya, sehingga lekas kehabisan stok, bahkan buku itu sempat ditawar hingga sepuluh kali lipat dari harga banderolnya. Terus terang, saya sempat punya persepsi bahwa ini taktik dagang yang sesungguhnya sah-sah saja. Ketika permintaan naik, maka harga harus naik. Namanya juga dagang. Tidak heran jika buku yang konon dilarang beredar ini sesungguhnya tetap beredar dan bisa dibeli dengan menghubungi nomor-nomor ponsel tertentu. Bukan, saya bukan salah satu yang mencarinya, karena sejak awal saya sudah punya persepsi sendiri terhadap buku itu. Selain itu, kisah sejati pendaki gunung Greg Mortenson dalam &#8220;Three Cups of Tea&#8221; sudah lebih dulu menyita perhatian saya dan dua jam menunggu rambut selesai dicat di salon ternyata hanya membawa saya ke seperenam jumlah halaman. Masih banyak pengalaman batin yang memperkaya jiwa menanti untuk ditemukan di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah, ada terlalu banyak kata &#8220;konon&#8221; di tulisan sependek ini, karena catatan pribadi ini semata hanya untuk mengeluarkan apa yang ada dalam benak saya. Persepsi saya. Saya bukan hendak meyakinkan Anda yang bisa membentuk persepsi masing-masing. Saya bukan pembela si A atau si B. Info yang saya peroleh tentang kabar kabur ini pun saya dapatkan dari kliping imajiner berbagai liputan kabur tentang kasus yang kabur. Apa boleh buat, sementara ini kita masih hidup di negeri yang banyak ralat. Ketika si X mengatakan begini, si Y mengatakan begitu, yang terjadi adalah adu debat berkepanjangan dengan memanfaatkan begitu banyak celah yang bisa diralat sewaktu-waktu. Selamat Tahun Baru, bagi Anda yang meyakininya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/12/30/persepsi-anda-saya-dan-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

