Tag-Archive for » bogor «

serambi botani-3

Namanya Kafe Serambi Botani. Terletak di serambi kiri pusat perbelanjaan Botani Square, Bogor. Di kafe ini, kita bisa mencicipi beberapa jenis kopi dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Lampung, Jawa, Bali, Toraja dan Papua. Selain mengopi dan mengudap sambil mengobrol, Anda yang membawa laptop bisa melanjutkan kegiatan berinternet.

serambi botani-1

Kafe mungil berkapasitas sekitar 20 orang ini memanfaatkan sudut yang terletak di bawah salah satu eskalator gedung. Justru itulah yang membuat interior kedai tampak unik, karena bagian bawah eskalator ditutupi dengan papan bergambar logo Institut Pertanian Bogor, daun dan slogan-slogan cinta lingkungan. Salah satu dinding yang bergambar urat kayu dihiasi dengan ukiran berpola sulur tanaman dan kupu-kupu.

serambi botani-4

Benda unik lainnya adalah meja kaca dengan badan berbentuk peti yang terbuat dari papan, yang juga bertulisan slogan-slogan cinta lingkungan.

serambi botani-2

Kalau Anda sedang berjalan-jalan ke Bogor dan perlu meeting point di tengah kota sambil mengopi sesaat atau berinternet, atau sekadar menunggu kerabat berbelanja sembari melepas lelah, tak ada salahnya Anda mencoba tempat ini. Soal harga? Cukup bersahabat :)

pasca-2

Perencana gedung yang terletak di kompleks Institut Pertanian Bogor (Baranangsiang, bukan yang Darmaga) ini mungkin tahu, angin Bogor cenderung bertiup dari utara ke selatan, bukan sebaliknya. Itu sebabnya, celah di antara bilah jendela besar bergaya krepyak menghadap ke selatan, dan curah hujan yang tertiup angin utara pun tidak akan membasahi ruangan.

Apa benar begitu? Hehe, itu hanya khayalan saya saja yang heran, bagaimana menentukan arah krepyak, ke utara atau ke selatan gedung. Akan tetapi, kalau benar begitu, maka ruang kuliah tidak akan basah akibat hujan meskipun Bogor Kota Hujan dan para mahasiswa dan dosen tidak akan kepanasan karena tetap bisa merasakan semilir angin.

Saya tidak tahu berapa usia bangunan adem yang sekarang dipakai untuk kuliah pascasarjana ini. Mungkin 46 tahun, mengingat para mahasiswa yang mulai berkuliah pada tahun 2009 ini adalah angkatan ke-46. Setahu saya, hanya mahasiswa/alumni IPB yang tidak memakai tahun masuk/lulus  untuk menyebut nama angkatannya. Angkatan pertama adalah mereka yang mulai berkuliah pada tahun 1963.

Setelah beberapa lama dirundung penasaran, dan terus penasaran karena belum ada kesempatan, akhirnya saya berhasil mencicipi jajanan yang mangkal di Jalan Pajajaran, Bogor, ini. Warungnya kecil, bersahaja, hanya tersedia tiga atau empat meja dan bangku panjang. Kalaupun ada yang agak lain dari tenda-tenda tetangganya, mungkin karena tenda penutup tidak dihiasi dengan lukisan dan tulisan tangan, melainkan hasil cetak olah foto digital.

Nama yang ditonjolkan oleh produsen bernama Teh/Ceu/Neng Neneng adalah “onde-onde ketan”, dilengkapi dalam kurung “wedang ronde”. Mohon dikoreksi kalau salah, tapi setahu saya, sajian ini di Jawa Tengah memang disebut “wedang ronde” dan di Jawa Timur “wedang angsle”. Wah, nggak jelas ini. Tulisan kok malah tanya.

Warung tenda yang saya datangi ini ternyata cabang warung utama di Gang Aut, Bogor. Penjual mempersiapkan kartu nama kalau-kalau ada pembeli yang ingin pesan partai besar. Keren juga, punya kartu nama. Silakan dicatat, kalau berminat. Ini bukan iklan, hanya ingin berbagi info, tapi saya nggak kenal Neneng. Jadi, jangan tanyakan wajahnya seperti apa, statusnya bagaimana, dan lain sebagainya, ya?

Selain wedang ronde, warung itu juga menyediakan bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur jali-jali dan bubur sagu yang dicampur potongan talas. Harganya rata-rata Rp 5.000 per porsi. Dengan porsi yang mengenyangkan, rasanya masih masuk akal untuk ukuran zaman tidak menentu seperti saat ini.

Menu favorit saya wedang ronde. Selain untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang dalam kemasan plastik, tersedia pula wedang ronde dengan bola-bola ketan yang siap rebus dan menurut penjual tahan sampai tiga hari dalam lemari es. Untuk menyiapkannya sangat mudah. Tinggal merebus air sampai mendidih, lalu bola-bola itu dicemplungkan sampai mengambang, artinya sudah matang. Ada empat bulatan sebesar bola bekel berisi kacang tanah dan gula pasir, seperti kue moci, dan banyaaaaak sekali bola-bola ketan berukuran lebih kecil. Kuahnya adalah wedang jahe dengan gula putih atau gula merah, tinggal pilih. Di musim hujan, ini jajanan yang sangat cocok. Perut kenyang, badan hangat, hidung dibelai aroma daun suji dan pandan, hmmmmmm…. Apa? Mahal? Kalau saya dikasih uang Rp 5.000, belum tentu wedang ronde bikinan saya selezat bikinan Neneng. Makanya saya nggak protes, hehe.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Etiam feugiat. Donec commodo ornare dui. Pellentesque sit amet arcu in mauris vehicula ullamcorper. Integer turpis est, pharetra lacinia, rutrum sit amet, luctus in, lorem.

Donec et tellus id quam porta varius. Nulla facilisi. Morbi lectus. Vestibulum vehicula ullamcorper velit. Morbi tempus auctor tellus. Nullam dictum facilisis nulla. Sed tristique tellus eget urna. Cras mi mi, convallis at, egestas sed, suscipit quis, velit.

Aliquam justo velit, ultrices sed, viverra quis, faucibus sed, ligula. Integer eu libero et odio consectetuer auctor. Vestibulum a purus quis mi volutpat feugiat. Vestibulum ornare purus eu ante.

  • Duis bibendum semper enim. 
  • Nullam bibendum volutpat magna. Integer sit amet nibh. 
  • Pellentesque non tortor. Donec eu dolor in urna consequat imperdiet. 
  • Mauris iaculis mauris ut odio. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. 

Vestibulum placerat. Fusce lorem nisl, sodales a, mattis id, bibendum id, elit. Mauris nec justo eget diam scelerisque posuere. Sed viverra congue pede. Pellentesque mollis. Etiam in erat. Proin egestas leo quis erat. Duis nisl nisl, porta ac, aliquam in, laoreet ut, elit. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos.

  1. MpokB
  2. mpokB
  3. Mpokb
  4. mpok[b]
  5. Raden Ajeng Mpok (disingkat R.A. Mpok)