Empat belas tahun berlalu sudah, sejak untuk terakhir kalinya sebagai penglaju kuinjakkan kakiku di lantaimu. Empat belas tahun berlalu dan wajahmu tetap kusam, bahkan semakin muram. Empat belas tahun dan kudengar pengelolamu tetap merugi. Empat belas tahun dan kebijakan seakan tidak pernah berpihak padamu, meskipun aku tahu di atas sana banyak para perencana berotak encer [...]