Posts Tagged ‘kopi’

Mengopi di Serambi

Kamis, Desember 24th, 2009

serambi botani-3

Namanya Kafe Serambi Botani. Terletak di serambi kiri pusat perbelanjaan Botani Square, Bogor. Di kafe ini, kita bisa mencicipi beberapa jenis kopi dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Lampung, Jawa, Bali, Toraja dan Papua. Selain mengopi dan mengudap sambil mengobrol, Anda yang membawa laptop bisa melanjutkan kegiatan berinternet.

serambi botani-1

Kafe mungil berkapasitas sekitar 20 orang ini memanfaatkan sudut yang terletak di bawah salah satu eskalator gedung. Justru itulah yang membuat interior kedai tampak unik, karena bagian bawah eskalator ditutupi dengan papan bergambar logo Institut Pertanian Bogor, daun dan slogan-slogan cinta lingkungan. Salah satu dinding yang bergambar urat kayu dihiasi dengan ukiran berpola sulur tanaman dan kupu-kupu.

serambi botani-4

Benda unik lainnya adalah meja kaca dengan badan berbentuk peti yang terbuat dari papan, yang juga bertulisan slogan-slogan cinta lingkungan.

serambi botani-2

Kalau Anda sedang berjalan-jalan ke Bogor dan perlu meeting point di tengah kota sambil mengopi sesaat atau berinternet, atau sekadar menunggu kerabat berbelanja sembari melepas lelah, tak ada salahnya Anda mencoba tempat ini. Soal harga? Cukup bersahabat :)

Sebutir Kopi yang Tersisa

Rabu, Nopember 18th, 2009

butiran kopi

Dalam sesendok penghabisan bubuk kopi, terlihat sebutir biji kopi yang tidak ikut tergiling, jatuh ke dalam cangkir. Aneh juga, dari sekian ratus butir kopi dalam kemasan 50 gram, hanya ada sebutir yang utuh tersisa. Ini mengingatkan saya pada mata kuliah statistik di kampus dulu yang menghasilkan sebaran nilai adil merata, karena hampir semua mahasiswa mendapatkan nilai C, dan nyaris tidak ada yang mendapatkan A, sehingga membuat saya berkesimpulan bahwa masalah ada pada tangan si dosen, bukan peserta kuliah.

Akan tetapi, sesuatu yang langka dan diperoleh secara tidak terduga memang pantas dinikmati dengan sepenuh hati. Butiran kopi, yang kadang juga dipakai sebagai hiasan di atas keik itu, terasa renyah saat dikunyah. Wanginya mengantarkan saya ke puluhan tahun silam, ke sebuah toko kelontong yang menyediakan mesin penggiling kopi.