Posts Tagged ‘KRL Jabotabek’

Setelah Empat Belas Tahun

Selasa, Juni 1st, 2010

krl-jabotabek

Empat belas tahun berlalu sudah, sejak untuk terakhir kalinya sebagai penglaju kuinjakkan kakiku di lantaimu. Empat belas tahun berlalu dan wajahmu tetap kusam, bahkan semakin muram. Empat belas tahun dan kudengar pengelolamu tetap merugi. Empat belas tahun dan kebijakan seakan tidak pernah berpihak padamu, meskipun aku tahu di atas sana banyak para perencana berotak encer tapi bungkam tak berdaya karena entah. Empat belas tahun kau tetap terlambat, anjlok, mogok dan toh tetap menjadi andalan penumpang.

Dan aku masih teringat bau amis abadi keringat bercampur debu pada pegangan dan rak besi dalam gerbongmu. Bahkan setelah empat belas tahun.

Stasiun Cawang, Suatu Hari

Jumat, Juni 26th, 2009

Stasiun Cawang, Jakarta Selatan. Gara-gara aturan baru yang menyusahkan itu, akhirnya saya terdampar di stasiun ini untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya pula saya naik kereta Jabotabek lagi setelah hampir 10 tahun. Perbedaan yang terlihat mencolok, petugas penjual tiket dan petugas peron pemeriksa tiket pada suatu Sabtu pagi itu mengenakan kemeja batik, bukan seragam biru.

 

Dari pengamatan sekilas saya, pelayanan KRL Jabotabek hari itu (dan pada jam itu) tampak lebih baik daripada yang pernah saya alami semasa kuliah tahun ‘90-an dulu. Juga lebih baik daripada yang diceritakan oleh seorang teman penglaju. Harga tiket kereta Jabotabek ekonomi dari Cawang ke Bogor hanya Rp 2.000. Kalau mau naik yang pakai AC, harganya Rp 5.500. Berhubung salah beli tiket dan harus kembali ke loket untuk menukarnya, saya jadi ketinggalan kereta AC pukul 10.25. Akhirnya naik yang pukul 10.35, juga ber-AC. Waktu 10 menitan itulah yang antara lain juga saya pakai untuk iseng memotret.