<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb &#187; liputan</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/tag/liputan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 08:48:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Kalimat Menjurus dalam Laporan</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/11/20/kalimat-menjurus-dalam-laporan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/11/20/kalimat-menjurus-dalam-laporan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[kalimat menjurus]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>
		<category><![CDATA[penyempitan makna]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini,  kian sering saya menonton atau membaca laporan jurnalistik yang terasa emosional dan punya sentuhan personal. Dalam berita televisi, lebih-lebih, akan sangat terasa subjektivitas laporan apabila disertai mimik peliput yang melukiskan sikapnya terhadap topik tertentu. Sebagai pembaca koran maupun penonton televisi, adakalanya saya merasa jengah ketika menyimak kalimat yang menjurus, seakan mengarahkan opini, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-427 aligncenter" title="kompas 20 nov 09" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/11/kompas-20-nov-09.jpg" alt="kompas 20 nov 09" width="384" height="288" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Belakangan ini,  kian sering saya menonton atau membaca laporan jurnalistik yang terasa emosional dan punya sentuhan personal. Dalam berita televisi, lebih-lebih, akan sangat terasa subjektivitas laporan apabila disertai mimik peliput yang melukiskan sikapnya terhadap topik tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pembaca koran maupun penonton televisi, adakalanya saya merasa jengah ketika menyimak kalimat yang menjurus, seakan mengarahkan opini, tanpa penjelasan mendalam mengenai sebuah topik. Saya tidak tahu. Para jurnalis pasti lebih tahu, apakah dalam kasus tertentu, kalimat-kalimat semacam itu memang diperlukan. Bahayanya adalah, kalau laporan hanya disimak separuh, dan hanya pada kalimat menjurus tersebut, akan terjadi penyempitan makna dari wacana sesungguhnya yang lebih luas.</p>
<p style="text-align: justify;">PS : artikel dicuplik dari berita Kompas <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/20/08094942/elegi.minah.dan.tiga.buah.kakao.di.meja.hijau..." target="_blank"><strong>hari ini</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/11/20/kalimat-menjurus-dalam-laporan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

