Heejou yang Hijau

heejou-1

Sekarang makin banyak orang terdorong melakukan gerakan cinta lingkungan, antara lain dengan membuat berbagai produk yang ramah lingkungan. Buat yang sulit mengubah irama atau pola hidup, mengubah gaya konsumsi bisa jadi pilihan untuk kompensasi perusakan alam.

Tas “Heejou” pun rupanya diproduksi dengan semangat yang sama. Lewat tas, produsen mengajak konsumen bergabung dalam gerakan cinta lingkungan tersebut. Ini bukan iklan lho, saya posting dan sebut merek, karena ingin saja.

heejou-2

Omong-omong, sebetulnya saya masih agak heran dengan ide pengurangan pemakaian kantong plastik. Maksud saya, kalau sudah diketahui bahwa kantong plastik (bukan yang mudah terurai) merusak lingkungan, kenapa tidak dilarang saja sekalian? Cukup sulit untuk tidak membuang kantong plastik, sebab kebanyakan dari kita membuang sampah rumah tangga sehari-hari dalam kantong plastik, bukan? Tak terbayangkan repotnya tukang sampah yang datang dengan truk seminggu sekali (kadang dua minggu sekali) kalau isi tong sampah rumah kita tidak diwadahi kantong plastik. Yah, jawabannya mungkin ada di tangan pengambil kebijakan di masa depan. Untuk saat ini, saya masih mengompensasi semampu saya saja.

Bukan Sekadar Tas Kain

tas sapi-1 tas sapi-2

Masih terkait dengan posting soal kantong plastik ramah lingkungan, kali ini saya benar-benar mau memamerkan barang berupa tas kain hadiah dari Nona Indah dan Neng Jeni. Mereka baik hati sekali, bukan? Mau memperluas gagasan untuk mengurangi pemakaian kantong plastik dengan berbagi tas kain. Itu sebabnya, saya merasa perlu untuk posting di sini, karena siapa tahu ada di antara Anda yang sebetulnya berminat untuk melakukan hal serupa tapi belum terpikir.

tas sapi-3

Tas pemberian Nona Indah adalah hasil uji coba, iseng-iseng sekaligus pengembangan hobi prakarya yang hasilnya sangat bermanfaat buat saya :D . Selain bisa menampung barang belanjaan di toko swalayan, tas kain ini juga muat untuk laptop (yang sudah dibungkus laptop case, tentu), sehingga saya tak perlu menggendong tas laptop yang beraaaat…. Manis, kan, ada sapinya? ;)

Oh ya, sepertinya Nona Indah sedang merintis wirausaha di bidang pertaskainan. Makanya si Nona sudah siap dengan merek “Indi Chan” yang dilengkapi siluet kucing melenggok, hewan kesayangannya. Terima kasih banyak dan semoga sukses dengan tas kainnya, ya, Non..

tas nature-1

Yang satu lagi, tas kain biru laut bertulisan “The Nature Conservancy”, kiriman Neng Jeni yang bekerja di kawasan kantor keren bernuansa alam terbuka dan ramah lingkungan. Waktu dulu saya ikutan kopdar di sana, barulah saya tahu bahwa di Bogor ada kantor sekeren itu :D

tas nature-2

Menurut Neng Jeni, tas kain semacam ini diperoleh “Bapake” dari berbagai seminar. Tas berbahan sintetis ini tidak saya ketahui apa nama bahannya, tapi beberapa waktu lalu ada sebuah produsen rokok(!) yang menjajakan tas berbahan semacam ini dengan hiasan aneka sablon. Sayang sekali sekarang si produsen rokok menutup gerai suvenirnya, padahal tas macam ini cukup kuat dan awet untuk dipakai sehari-hari. Syukurlah sekarang saya sudah mendapatkan gantinya. Diantar langsung ke rumah lagi. Terima kasih banyak, Mbak Neng Jeni! ;)

Kantong Plastik Ramah Lingkungan

kantongplastik

“Mau pakai satu kantong atau dua?” tanya Pak Kasir supermarket Hero. “Nggak apa-apa. Jadikan satu saja,” jawab saya. Selain praktis, toh belanjaan saya hari itu tidak berisiko untuk “saling mencemari”. Lain halnya dengan waktu saya berbelanja di koperasi warga dekat rumah pondokan. Bu Kasir protes waktu saya minta satu kantong plastik saja, karena takut roti yang saya beli tercemar bau kamper. Yah, akhirnya saya nurut saja. Dia kan ingin menyenangkan pelanggan. Lagi pula, kantong plastik hitam hasil daur ulang itu kadang saya perlukan untuk membungkus sampah.

Soal pemakaian kantong plastik, terus terang sikap saya masih mendua. Di satu sisi, saya ingin meminimalkan perusakan terhadap lingkungan akibat plastik. Di sisi lain, saya masih perlu kantong plastik untuk berbagai keperluan. Kantong kain untuk berbelanja cenderung lebih mahal, bahkan nyaris tidak ada yang jual, tidak seperti kantong plastik yang “ada di mana-mana”. Menurut saya, pemakaian plastik yang mudah terurai seperti dilakukan Hero dan lain-lain seperti di postingan Paman Tyo bisa menjadi pilihan yang nyaman bagi para konsumen. Semoga bukan sekadar “ikut trend”.