<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 17:59:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gerbong Perempuan, Masihkah Relevan?</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/08/21/gerbong-perempuan-masihkah-relevan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/08/21/gerbong-perempuan-masihkah-relevan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 20:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[gerbong perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ka jabotabek]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu muncul berita tentang peresmian gerbong khusus perempuan untuk kereta api Jabotabek (silakan googling). Entah disengaja atau tidak, pemisahan penumpang berdasarkan jenis kelamin ini dilakukan tidak lama setelah dilakukan pemisahan antrean penumpang bus Trans-Jakarta. Menurut adik saya, sebetulnya beberapa tahun lalu pengadaan gerbong khusus perempuan untuk KA Jabotabek pernah dilakukan, tapi kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dua hari yang lalu muncul berita tentang peresmian gerbong khusus perempuan untuk kereta api Jabotabek (silakan googling). Entah disengaja atau tidak, pemisahan penumpang berdasarkan jenis kelamin ini dilakukan tidak lama setelah dilakukan pemisahan antrean penumpang bus Trans-Jakarta. Menurut adik saya, sebetulnya beberapa tahun lalu pengadaan gerbong khusus perempuan untuk KA Jabotabek pernah dilakukan, tapi kemudian tidak berjalan lancar dan bahkan kembali ke kondisi semula, penumpang perempuan dan lelaki duduk di satu gerbong.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam berita disebutkan, alasan utama pengadaan gerbong khusus perempuan ini adalah demi keamanan dan kenyamanan, mengingat di atas kereta api kerap terjadi pelecehan seksual terhadap kaum hawa. Dari wawancara sekilas yang ditampilkan, sepertinya mayoritas perempuan menyambut baik hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Buat saya pribadi, ide ini memunculkan sejumlah kebimbangan. Pertama, pemisahan penumpang berdasarkan jenis kelamin, sebetulnya tidak menyelesaikan persoalan yang lebih mendasar, yaitu kurangnya rasa aman dan nyaman perempuan ketika bepergian. Memang, di dalam gerbong kaum perempuan mendapat rasa aman dan nyaman, akan tetapi itu menempatkan kaum lelaki selalu sebagai &#8217;si jahat&#8217;. Anda mungkin akan bilang, &#8220;Memang, itu sudah sifat dasar lelaki yang tidak bisa diubah.&#8221; Saya setuju bahwa lelaki bisa saja menjadi makhluk paling berengsek. Saya pun cukup sering mengalami pelecehan seksual di tempat umum (di trotoar, angkot, bus, kereta api), yang sebagian bisa saya lawan dan sebagian lagi tidak, karena memang situasi tidak memungkinkan. Akan tetapi, saya masih ingin percaya pada satu instrumen yang seakan terabaikan dalam masalah ini, yaitu hukum. Padahal, penegakan hukum yang konsisten dengan sendirinya akan mengubah perilaku seseorang, dan itulah yang saat ini sering absen dalam kehidupan bermasyarakat. Apakah jumlah aparat penegak hukum sebegitu minimnya? Mengapa?</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, kaum perempuan bukan bayi prematur yang harus hidup di lingkungan steril. Pemisahan penumpang hanya menjamin keselamatan perempuan di atas gerbong, akan tetapi kalau persoalan di luar itu tidak dibereskan, percuma saja. Perempuan tetap dalam posisi rentan, padahal mustahil mereka tinggal di rumah terus, apalagi sebagai kaum pasif. Saya khawatir, perlakuan khusus kepada kaum perempuan akan semakin menegaskan posisinya sebagai golongan kelas dua ketika zaman justru menuntut peran perempuan semakin banyak di luar rumah. Perlakuan khusus akan membentuk perempuan menjadi kaum yang cengeng dan manja, bahkan terjerumus dalam proses domestikasi terpaksa. Lalu, kapan perempuan dan lelaki akan setara? Setara lho, bukan sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, kaum lelaki seharusnya tersinggung dengan pemisahan penumpang seperti ini, karena mereka dianggap makhluk tak berakal yang dengan mudahnya melakukan pelecehan seksual. Hanya karena perbuatan segelintir lelaki berengsek di tempat umum, bukan berarti mereka ikut-ikut jadi &#8217;si jahat&#8217;, kan? Tanyakanlah pada kerabat atau teman lelaki Anda tentang hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Keempat, pengawasan. Bagaimana jaminan keamanan dan kenyamanan seterusnya di gerbong perempuan ini, masih bisa dipertanyakan. Menurut saya, kalaupun gerbong itu heterogen, selama pengawasan dilakukan terus-menerus, ketertiban akan tetap terjaga dan menciptakan rasa aman dan nyaman itu tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu saja unek-unek saya tentang gerbong khusus perempuan. Kalau Anda punya pendapat lain, boleh lho dibagi di sini. Siapa tahu pendapat Anda lebih mencerahkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/08/21/gerbong-perempuan-masihkah-relevan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pisang Dempet</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/28/pisang-dempet/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/28/pisang-dempet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 14:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanja Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[kembar siam]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[pisang dempet]]></category>
		<category><![CDATA[pisang raja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[

Pernah dengar mitos tentang pisang dempet? Saya sejak lama dengar mitos itu, tapi tak pernah yakin benar apa maksudnya. Sampai beberapa hari lalu waktu Bibi Iin pulang membawa pisang dari pasar.
&#8220;Wah, ini pisang dempet, ya, Bi?&#8221; kata saya. Si Bibi hanya tersenyum lebar sambil berkata, &#8220;Ih, amit-amit.&#8221;
Membingungkan juga sikap si Bibi ini. Dia yang beli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/pisangdempet.jpg"><img class="size-full wp-image-602 aligncenter" title="pisangdempet" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/pisangdempet.jpg" alt="pisangdempet" width="442" height="331" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Pernah dengar mitos tentang pisang dempet? Saya sejak lama dengar mitos itu, tapi tak pernah yakin benar apa maksudnya. Sampai beberapa hari lalu waktu Bibi Iin pulang membawa pisang dari pasar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wah, ini pisang dempet, ya, Bi?&#8221; kata saya. Si Bibi hanya tersenyum lebar sambil berkata, &#8220;Ih, amit-amit.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Membingungkan juga sikap si Bibi ini. Dia yang beli pisang dempet itu, kok dia sendiri yang bilang amit-amit. Saya nggak dapat penjelasan apa-apa soal pisang dempet. Karena penasaran, maka saya <em>googling</em>. Oh, ternyata ada beberapa blogger yang pernah posting soal ini. Maaf saya lupa, blognya yang mana saja. Saya juga tak mendapat jawaban apakah mitos ini hanya dikenal di Jawa atau di seluruh Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari situ saya ketahui, konon zaman dulu ada larangan makan pisang dempet bagi ibu hamil, karena takut bayinya terlahir kembar siam. Baiklah, terlepas apakah ada keturunan kembar atau tidak, pembuahan terjadi pada dua sel telur atau tidak, toh zaman dulu belum ada USG. Bahkan jenis kelamin bayi pun mungkin masih ditebak-tebak dari bentuk perut ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pula yang bilang, larangan makan pisang dempet itu sebetulnya akal-akalan orang tua zaman dulu. Pisang dempet kan besar, jadi daripada dikasihkan pada anak, mending buat orang tuanya saja. Wah, entahlah. Saya nggak yakin bisa dipukul rata seperti itu. Bisa jadi orang tua melarang cuma karena mengikuti orang tuanya dulu. Mirip-mirip larangan makan <em>brutu</em> alias buntut ayam pada anak perempuan kali, yak?</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke pisang dempet di atas, saya tidak tahu siapa yang akhirnya menyantapnya di rumah saya. Tahu-tahu pisang dempet itu lenyap. Kalau pisang yang lain, saya ikut makan. Hitung-hitung menambah asupan vitamin C dan kalium, kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/28/pisang-dempet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Secuil Bagian Masa Lalu</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/23/secuil-bagian-masa-lalu/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/23/secuil-bagian-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 08:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bogor utara]]></category>
		<category><![CDATA[darmaga]]></category>
		<category><![CDATA[fkh-ipb]]></category>
		<category><![CDATA[jalan pajajaran]]></category>
		<category><![CDATA[taman kencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah lama saya ingin membuat postingan ini. Sekadar catatan pribadi bahwa setidaknya dalam masa hidup saya, gedung ini pernah berdiri. Gedung ini bagian dari Jurusan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH &#8211; IPB). Dulu sih namanya begitu. Entah sekarang. Sekarang banyak bidang studi maupun mata pelajaran yang namanya aneh-aneh. Pokoknya &#8220;wow&#8221; gitu deh.
Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/farmakologi.jpg"><img class="size-full wp-image-584 aligncenter" title="farmakologi" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/farmakologi.jpg" alt="farmakologi" width="442" height="331" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah lama saya ingin membuat postingan ini. Sekadar catatan pribadi bahwa setidaknya dalam masa hidup saya, gedung ini pernah berdiri. Gedung ini bagian dari Jurusan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (<a href="http://fkh.ipb.ac.id/" target="_blank"><strong>FKH &#8211; IPB</strong></a>). Dulu sih namanya begitu. Entah sekarang. Sekarang banyak bidang studi maupun mata pelajaran yang namanya aneh-aneh. Pokoknya &#8220;wow&#8221; gitu deh.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menarik buat saya, tentu saja ejaan yang digunakan pada nama lembaga. Melihat ejaan yang dipakai, tulisan ini tentu dibuat sebelum Ejaan Yang Disempurnakan tahun 1972. Saya tidak tahu apakah huruf &#8220;a umlaut&#8221; (&#8221;a&#8221; dengan titik dua di atas) memang pernah ada dalam bahasa Indonesia. Kemudian, &#8220;khasiat&#8221; masih ditulis &#8220;chasiat&#8221;. Belasan tahun lalu, seorang kerabat seusia nenek, mengirimkan surat pada ibu saya lengkap dengan gelar &#8220;dokter chewan&#8221;. Saya dan kakak adik menjadikan itu bahan gurauan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gedung ini berdiri di Jalan Pajajaran, Bogor Utara, terpaut sekitar 500 meter dari FKH &#8211; IPB (dulu) yang berada di Jalan Taman Kencana. FKH sekarang sudah pindah ke Darmaga, menyusul fakultas-fakultas lain yang sudah duluan pindah ke sana. Kini, di bekas kampus Taman Kencana hanya ada klinik hewan yang dikelola bersama. Sisa lahannya dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk wisata agri dan&#8230;resto!</p>
<p style="text-align: justify;">Posting saya sebetulnya cuma sampai sini saja. Saya tidak akan membahas keheranan saya akan mata pelajaran aneh-aneh. Atau, kekhawatiran saya kalau-kalau suatu waktu bangunan berubah menjadi gedung modern berisi mal atau plaza, seperti yang dialami sejumlah gedung tua milik IPB lainnya. Ini cuma unjuk keprihatinan. Kalau saya terlalu kritis, nanti ada pihak yang tidak suka, bisa-bisa saya dituntut. Padahal pembaca <em>nggak</em> tentu bela saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau ada yang kurang jelas, silakan Anda <em>googling </em>sendiri. Seperti kata pepatah, &#8220;malu <em>googling </em>sesat di <em>browsing</em>&#8220;. Omong-omong, niat saya sebetulnya memotret ketika ada angkot hijau lewat, apa daya yang tertangkap hanya sekelebat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/23/secuil-bagian-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyebalkan</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/23/menyebalkan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/23/menyebalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tes saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[
Kenapa ya blog saya ini sering sekali ngadat? Semalam malah muncul tulisan &#8220;error establishing a database connection&#8221;. Pas hari ini bisa login, malah nggak bisa menyunting draft.. Menyebalkan sekali..  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/guk.jpg"><img class="size-full wp-image-591 aligncenter" title="guk" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/guk.jpg" alt="guk" width="416" height="312" /></a></p>
<p>Kenapa ya blog saya ini sering sekali ngadat? Semalam malah muncul tulisan &#8220;error establishing a database connection&#8221;. Pas hari ini bisa login, malah nggak bisa menyunting draft.. Menyebalkan sekali.. <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/23/menyebalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelanggar Hukum (Terjemahan)</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 15:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[anton chekhov]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[the malefactor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Seorang petani bertubuh pendek dan ceking berdiri di depan hakim pemeriksa. Si petani mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan celana panjang yang ditambal. Jenggot berewoknya, wajah bopengnya serta matanya yang nyaris tak terlihat di bawah alis tebal dan menggantung, menjadikan raut mukanya kasar dan menakutkan. Selain itu, rambutnya yang awut-awutan menimbulkan kesan garang bak laba-laba. Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Seorang petani bertubuh pendek dan ceking berdiri di depan hakim pemeriksa. Si petani mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan celana panjang yang ditambal. Jenggot berewoknya, wajah bopengnya serta matanya yang nyaris tak terlihat di bawah alis tebal dan menggantung, menjadikan raut mukanya kasar dan menakutkan. Selain itu, rambutnya yang awut-awutan menimbulkan kesan garang bak laba-laba. Dia bertelanjang kaki.</p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Denis Grigoriev,” ujar hakim, “mendekatlah dan jawab pertanyaan saya. Ketika berpatroli menyusuri rel pada tanggal 7 Juli lalu, Ivan Akinfoff, petugas pemeriksa rel, melihat Anda di </span><span style="font-size: 13.3333px; "><em>verst</em></span><span style="font-size: 13.3333px; "> (1) ke-141 sedang melepaskan mur yang menyambungkan rel dengan balok. Ini mur yang Anda lepaskan waktu dia menahan Anda. Benarkah?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apanya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apakah semuanya terjadi seperti yang dilaporkan oleh Akinfoff?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya, seperti yang dia laporkan.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Baiklah. Kalau begitu, apa maksud Anda melepaskan mur itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apanya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jangan berkata ‘apanya’ terus dan jawab pertanyaan saya. Mengapa Anda melepaskan mur itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jika saya tidak membutuhkan mur itu, saya tidak akan melepaskannya,” gerutu Denis sambil memandangi langit-langit.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa Anda membutuhkan mur?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa? Kami membuat pemberat dari mur.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Siapa yang Anda maksud dengan ‘kami’?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kami, para warga, kaum petani Klimov.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Begini, ya. Jangan berlagak bodoh! Bicaralah yang masuk akal, dan jangan bohongi saya tentang pemberat!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tak pernah berbohong seumur hidup saya,” gumam Denis sambil berkedip. “Bagaimana mungkin seseorang memancing tanpa pemberat, Yang Mulia? Jika Anda memasang umpan di kail dengan benda berkilat atau kecoak, apa Anda kira kail itu bisa tenggelam ke dasar tanpa pemberat? Dan Anda bilang saya berbohong!” ujar Denis sambil tertawa. “Benda berkilat bisa menjadi umpan yang bagus, mengambang di permukaan air! Ikan <em>bass</em> (2), <em>pike</em> (3) atau belut selalu memakan umpan yang dilemparkan. Umpan yang mengapung hanya akan dimakan oleh <em>garfish</em> (4), ikan yang lain tidak mau. Lagi pula, di sungai kita tidak ada <em>garfish</em>. Mereka suka alam terbuka.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kenapa Anda membicarakan garfish dengan saya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa? Bukankah Anda tadi bertanya tentang memancing? Semua pria seperti kami memancing seperti itu. Bahkan anak kecil saja tahu, mustahil memancing tanpa pemberat. Tentu saja, ada sebagian orang yang tak mengerti apa-apa, dan mereka suka memancing tanpa pemberat. Orang bodoh tak suka menuruti aturan.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Jadi, Anda melepaskan mur ini untuk dijadikan pemberat?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Untuk apa lagi saya melepaskannya? Untuk bermain halma?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tapi, Anda bisa membuat pemberat dari timah, peluru, paku atau yang lainnya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Timah tidak tumbuh di semak-semak, kita harus membelinya. Paku kurang bagus. Tidak ada yang lebih bagus untuk dijadikan pemberat selain mur. Selain berat, mur juga berlubang.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Kau berpura-pura bodoh! Sikapmu seperti bayi berumur sehari atau baru dilahirkan. Tidakkah kau mengerti, Bodoh, apa akibat dari melepaskan mur ini? Jika penjaga tidak menemukanmu, mungkin saja salah satu kereta yang lewat akan menyelonong ke luar rel dan membunuh semua penumpangnya, dan kaulah yang membunuh semuanya!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Amit-amit, Yang Mulia! Apakah Anda mengira kami penjahat kafir? Puji Tuhan, Tuan yang baik hati, kami bukan saja tidak pernah membunuh siapa pun, tapi berpikir tentang itu pun tidak! Bunda Kudus, lindungi kami dan ampunilah kami! Bagaimana Anda bisa bicara seperti itu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis tersenyum kecut dan mengedipkan mata seolah tak percaya pada si hakim pemeriksa. “Huh! Sudah berapa tahun seluruh penduduk desa melepaskan mur, dan kecelakaan belum pernah terjadi? Jika kami mengangkat rel itu, atau menggeletakkan balok kayu di atas jalur kereta, mungkin saja kereta api akan mengalami kecelakaan. Tapi, astaga! Sebutir mur, huh!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Bisakah kalian mengerti, bahwa mur mengencangkan rel pada bantalan kayu?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya, kami mengerti. Makanya, kami tidak melepaskan semuanya. Kami selalu menyisakan sebagian. Kami melakukannya dengan berhati-hati, kami mengerti.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis menguap dan membuat tanda salib di mulutnya.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tahun lalu, serangkaian kereta api keluar dari relnya tidak jauh dari sini,” ujar hakim pemeriksa. “Sekarang saya tahu penyebabnya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa Anda bilang?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya bilang, saya tahu kenapa kereta api itu keluar dari relnya tahun lalu.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ya. Anda dididik untuk mengetahui hal-hal semacam ini, Tuan yang baik. Anda bisa mengerti penyebab segala hal. Tapi, petugas pengawas itu hanya petani yang tidak mengerti apa-apa. Dia langsung mencengkeram kerah mantel saya dan menyeret saya. Seseorang seharusnya menilai dulu sebelum menyeret. Tapi, seorang petani hanya memiliki kemampuan untuk menilai seorang petani. Silakan Anda catat, Yang mulia, bahwa dia memukul saya dua kali. Pada mulut dan dada saya.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Sebuah mur lain ditemukan ketika rumah Anda digeledah. Di mana Anda mencopotnya, dan kapan?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Maksud Anda, mur yang ada di bawah peti kecil berwarna merah?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tidak tahu di mana mur itu tergeletak, tapi mur itu ditemukan. Di mana Anda mencopotnya?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya tidak mencopotnya. Mur itu pemberian Ignashka, putra Simon si Mata Satu. Maksud saya, mur di bawah peti kecil berwarna merah, yang ada di kereta luncur di halaman. Mitrofan dan saya melepaskannya bersama-sama.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mitrofan yang mana?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mitrofan Petrov. Anda belum pernah mendengar tentang dirinya? Dia membuat jala dan menjualnya pada para penduduk. Dia membutuhkan banyak mur untuk usahanya. Selusin untuk setiap jala.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Dengar! Dalam pasal 1081 Undang-undang, disebutkan bahwa ‘Barangsiapa dengan sengaja merusak jalur rel, dan bisa mengakibatkan kereta api mengalami kecelakaan, dan menyadari bahwa kecelakaan itu mungkin terjadi’ – apakah Anda mendengarnya? Menyadari – ‘akan dijatuhi hukuman berat’. Anda pasti tahu apa akibat  melepaskan mur itu. Hukumannya pengasingan dan kerja keras.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Tentu saja, Anda lebih mengerti daripada saya. Orang-orang seperti kami hidup dalam kegelapan. Bagaimana mungkin kami mengerti hal-hal semacam ini?”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Anda sangat mengerti. Anda berbohong dan berlagak bodoh.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Mengapa saya harus berbohong? Tanyakan pada siapa pun di desa, jika Anda tak memercayai saya. Mereka tidak pernah berhasil mendapatkan apa pun selain kecoak jika tidak memakai pemberat, bahkan seekor <em>gudgeon</em> (5) tidak akan mau menggigit umpan kecuali Anda memakai pemberat.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Sekarang Anda mulai membicarakan <em>garfish</em> lagi!” ujar hakim pemeriksa sambil tersenyum.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Di sungai kami tidak ada <em>garfish</em>. Jika kami membiarkan umpan mengambang di permukaan air tanpa pemberat, kadang-kadang kami berhasil menangkap <em>perch</em> (6), tapi tidak sering.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Oh, berhentilah bicara!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Mendadak sepi. Denis mula-mula berdiri dengan membebankan diri pada satu kaki, lalu mengubah posisi ke kaki satunya sambil memandangi meja. Matanya berkedip-kedip dengan cepat, seakan menatap matahari dan bukan taplak berwarna hijau. Hakim pemeriksa itu menulis dengan cepat.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya akan menahan Anda dan menjebloskan Anda ke penjara.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">Denis berhenti berkedip, mengangkat alisnya yang tebal dan menatap penuh tanya pada hakim pemeriksa.</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Apa maksud Anda? Penjara? Yang Mulia, saya tidak punya waktu! Saya harus ke pasar untuk menagih uang tiga rubel, utang Gregory untuk membeli gemuk.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Berhentilah bicara! Jangan menyela!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Ke penjara! Kalau ada alasannya, tentu saja saya mau. Tapi, kalau hidup seperti saya, apa gunanya? Saya tidak merampok siapa pun, bahkan saya belum pernah berkelahi. Kalau yang Anda pikirkan masalah pembayaran sewa rumah saya, janganlah Anda percaya pada ucapan juru sita itu, Yang Mulia. Tanyakanlah pada salah satu pria terhormat. Juru sita itu seorang pencuri, Yang Mulia!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Berhentilah bicara!”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Saya akan diam,” gerutu Denis. “Bagaimanapun, saya bersumpah bahwa Juru Sita telah berbuat curang dengan catatannya. Dalam keluarga kami ada tiga bersaudara. Kuzma, Gregory dan saya&#8230;”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Anda menyela omongan saya. Kemarilah, Simon!” panggil Hakim. “Bawa lelaki ini pergi.”</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">“Dalam keluarga kami ada tiga bersaudara,” gumam Denis ketika dua serdadu berbadan tegap mencengkeramnya dan membawanya ke luar ruangan. “Saya tidak bisa bertanggung jawab untuk saudara saya. Kuzma tidak mau membayar utangnya, dan saya, Denis, yang harus menderita! Anda menyebut diri Anda hakim! Jika tuan kita yang dulu, sang Jenderal, masih hidup, beliau akan mengajari Anda cara menghakimi. Anda harus bersikap masuk akal, dan tidak menghukum dengan sewenang-wenang. Cambuklah seseorang jika dia memang harus dicambuk&#8230;”</span></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; "><strong>Keterangan :</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">1. <em>Verst</em> : satuan panjang di Rusia, sekitar 1,1 kilometer</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">2. <em>Bass</em> : ikan air tawar semacam ikan bandeng</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">3. <em>Pike</em> : ikan air tawar berbadan dan bergigi panjang</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">4. <em>Garfish</em> : ikan laut dengan rahang berbentuk paruh dan bergigi tajam</span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">5. <em>Gudgeon</em> : sejenis ikan air tawar kecil yang biasa dijadikan umpan </span></p>
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; ">6. <em>Perch</em> : sejenis ikan air tawar dengan sirip belakang berduri, sayap bawah jingga</span></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><span style="font-size: 13.3333px; "><strong>Diterjemahkan dari cerita pendek berjudul &#8220;The Malefactor&#8221; (judul asli : &#8220;Zloumyshlennik&#8221;) karya Anton Chekhov (1885).</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/06/pelanggar-hukum-terjemahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaus Tim Oranye</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/07/02/kaus-tim-oranye/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/07/02/kaus-tim-oranye/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Klangenan]]></category>
		<category><![CDATA[tim oranye]]></category>
		<category><![CDATA[world cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[

Kaus pesanan untuk keponakan perempuan sudah datang, dalam waktu sekitar 24 jam lebih sedikit sejak pemesanan. Minggu-minggu perhelatan Piala Dunia 2010 kali ini membuka pintu rezeki bagi mereka yang pintar dan cepat membaca peluang. Saya ingat tempo hari sewaktu mencari kaus tim Inggris, menjelang pertandingan kaus susah dicari. Begitu mereka pulang kandang, kaus Inggris muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/kaosbelanda.jpg"><img class="size-full wp-image-571 aligncenter" title="kaosbelanda" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/07/kaosbelanda.jpg" alt="kaosbelanda" width="442" height="331" /></a></p>
<p style="text-align: center; ">
<p style="text-align: justify; ">Kaus pesanan untuk keponakan perempuan sudah datang, dalam waktu sekitar 24 jam lebih sedikit sejak pemesanan. Minggu-minggu perhelatan Piala Dunia 2010 kali ini membuka pintu rezeki bagi mereka yang pintar dan cepat membaca peluang. Saya ingat tempo hari sewaktu mencari kaus tim Inggris, menjelang pertandingan kaus susah dicari. Begitu mereka pulang kandang, kaus Inggris muncul lagi <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/07/02/kaus-tim-oranye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tipu-tipu Bagi Pulsa</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/06/06/tipu-tipu-bagi-pulsa/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/06/06/tipu-tipu-bagi-pulsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 13:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[bagi pulsa xl]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[

Sudah kedua kalinya saya menerima SMS beginian, dari nomor yang sama pula. Saya ingat karena nomornya yang unik. Dengan menyalahgunakan layanan operator untuk transfer pulsa ke nomor lain, ada saja orang yang mengharapkan kelengahan dan ketidaktahuan orang lain. Syukurlah sekarang ada Mbah Google. Jadinya saya tahu layanan ini memang ada.  Jumlahnya kecil sih, tapi menipu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/tipubagipulsa.jpg"><img class="size-full wp-image-551 aligncenter" title="tipubagipulsa" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/tipubagipulsa.jpg" alt="tipubagipulsa" width="240" height="320" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Sudah kedua kalinya saya menerima SMS beginian, dari nomor yang sama pula. Saya ingat karena nomornya yang unik. Dengan menyalahgunakan layanan operator untuk transfer pulsa ke nomor lain, ada saja orang yang mengharapkan kelengahan dan ketidaktahuan orang lain. Syukurlah sekarang ada Mbah Google. Jadinya saya tahu <a href="http://www.xl.co.id/XLPrabayar/LayananPrabayar/BagiPulsa" target="_blank"><strong>layanan ini memang ada</strong></a>.  Jumlahnya kecil sih, tapi menipu adalah menipu. Anda pernah menerima juga?</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah membaca postingan ini semoga Anda lebih berhati-hati. Semoga pula pelaku segera insaf, apakah dia anak-anak, ABG labil maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/06/06/tipu-tipu-bagi-pulsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basa-basi Mini</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/06/06/basa-basi-mini/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/06/06/basa-basi-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 13:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[biskuit]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[keterangan gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[

Seberapa sering Anda membaca tulisan keterangan kandungan gizi pada kemasan makanan? Kalau termasuk yang sering, mungkin Anda akan perlu kaca pembesar untuk membaca tulisan di atas, kecuali mata Anda &#8220;sangat supertajam sekali&#8221;. Saya tidak paham maksud produsen. Tulisan yang terlalu kecil untuk dibaca itu mungkin memang tidak dimaksudkan untuk dibaca, tapi tetap dicantumkan agar terlihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/keteranganbasabasi.jpg"><img class="size-full wp-image-552 aligncenter" title="keteranganbasabasi" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/keteranganbasabasi.jpg" alt="keteranganbasabasi" width="288" height="216" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Seberapa sering Anda membaca tulisan keterangan kandungan gizi pada kemasan makanan? Kalau termasuk yang sering, mungkin Anda akan perlu kaca pembesar untuk membaca tulisan di atas, kecuali mata Anda &#8220;sangat supertajam sekali&#8221;. Saya tidak paham maksud produsen. Tulisan yang terlalu kecil untuk dibaca itu mungkin memang tidak dimaksudkan untuk dibaca, tapi tetap dicantumkan agar terlihat memenuhi syarat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/06/06/basa-basi-mini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah Empat Belas Tahun</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/06/01/setelah-empat-belas-tahun/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/06/01/setelah-empat-belas-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 15:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[kai]]></category>
		<category><![CDATA[KRL Jabotabek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[
Empat belas tahun berlalu sudah, sejak untuk terakhir kalinya sebagai penglaju kuinjakkan kakiku di lantaimu. Empat belas tahun berlalu dan wajahmu tetap kusam, bahkan semakin muram. Empat belas tahun dan kudengar pengelolamu tetap merugi. Empat belas tahun dan kebijakan seakan tidak pernah berpihak padamu, meskipun aku tahu di atas sana banyak para perencana berotak encer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/krl-jabotabek.jpg"><img class="size-full wp-image-546 aligncenter" title="krl-jabotabek" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/06/krl-jabotabek.jpg" alt="krl-jabotabek" width="384" height="288" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Empat belas tahun berlalu sudah, sejak untuk terakhir kalinya sebagai penglaju kuinjakkan kakiku di lantaimu. Empat belas tahun berlalu dan wajahmu tetap kusam, bahkan semakin muram. Empat belas tahun dan kudengar pengelolamu tetap merugi. Empat belas tahun dan kebijakan seakan tidak pernah berpihak padamu, meskipun aku tahu di atas sana banyak para perencana berotak encer tapi bungkam tak berdaya karena entah. Empat belas tahun kau tetap terlambat, anjlok, mogok dan toh tetap menjadi andalan penumpang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan aku masih teringat bau amis abadi keringat bercampur debu pada pegangan dan rak besi dalam gerbongmu. Bahkan setelah empat belas tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/06/01/setelah-empat-belas-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heejou yang Hijau</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/05/22/heejou-yang-hijau/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/05/22/heejou-yang-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 14:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[heejou]]></category>
		<category><![CDATA[ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[tas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[
Sekarang makin banyak orang terdorong melakukan gerakan cinta lingkungan, antara lain dengan membuat berbagai produk yang ramah lingkungan. Buat yang sulit mengubah irama atau pola hidup, mengubah gaya konsumsi bisa jadi pilihan untuk kompensasi perusakan alam.
Tas &#8220;Heejou&#8221; pun rupanya diproduksi dengan semangat yang sama. Lewat tas, produsen mengajak konsumen bergabung dalam gerakan cinta lingkungan tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center; "><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/05/heejou-1.jpg"><img class="size-full wp-image-539 aligncenter" title="heejou-1" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/05/heejou-1.jpg" alt="heejou-1" width="265" height="398" /></a></p>
<p style="text-align: justify; ">Sekarang makin banyak orang terdorong melakukan gerakan cinta lingkungan, antara lain dengan membuat berbagai produk yang ramah lingkungan. Buat yang sulit mengubah irama atau pola hidup, mengubah gaya konsumsi bisa jadi pilihan untuk kompensasi perusakan alam.</p>
<p style="text-align: justify; ">Tas &#8220;Heejou&#8221; pun rupanya diproduksi dengan semangat yang sama. Lewat tas, produsen mengajak konsumen bergabung dalam gerakan cinta lingkungan tersebut. Ini bukan iklan lho, saya posting dan sebut merek, karena ingin saja.</p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; "><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/05/heejou-2.jpg"><img class="size-full wp-image-541 aligncenter" title="heejou-2" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/05/heejou-2.jpg" alt="heejou-2" width="288" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: justify; ">
<p style="text-align: justify; ">Omong-omong, sebetulnya saya masih agak heran dengan ide pengurangan pemakaian kantong plastik. Maksud saya, kalau sudah diketahui bahwa kantong plastik (bukan yang mudah terurai) merusak lingkungan, kenapa tidak dilarang saja sekalian? Cukup sulit untuk tidak membuang kantong plastik, sebab kebanyakan dari kita membuang sampah rumah tangga sehari-hari dalam kantong plastik, bukan? Tak terbayangkan repotnya tukang sampah yang datang dengan truk seminggu sekali (kadang dua minggu sekali) kalau isi tong sampah rumah kita tidak diwadahi kantong plastik. Yah, jawabannya mungkin ada di tangan pengambil kebijakan di masa depan. Untuk saat ini, saya masih mengompensasi semampu saya saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/05/22/heejou-yang-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
