<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mpokb</title>
	<atom:link href="http://mpokb.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mpokb.com</link>
	<description>JILL OF ALL TRADES AND MISTRESS OF NONE</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Feb 2010 13:32:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Repression is So Yesterday</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/02/12/repression-is-so-yesterday/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/02/12/repression-is-so-yesterday/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 13:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[government repression]]></category>
		<category><![CDATA[internet repression]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[
Tugas pemerintah adalah melindungi segenap hak asasi warga negaranya, bukan main larang, titik.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/02/rpmkonten.png"><img class="alignnone size-full wp-image-485" title="rpmkonten" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/02/rpmkonten.png" alt="rpmkonten" width="360" height="360" /></a></p>
<p><strong>Tugas pemerintah adalah melindungi segenap hak asasi warga negaranya, bukan main larang, titik.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/02/12/repression-is-so-yesterday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seribu Buku untuk Tunanetra</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/02/11/seribu-buku-untuk-tunanetra/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/02/11/seribu-buku-untuk-tunanetra/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 06:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya program ini sudah dimulai sejak tahun 2005. Pada tahun 2005 juga saya mengalami salah satu kejadian terpenting dalam hidup saya, tapi kali ini saya bukan mau membicarakan itu *belum-belum sudah ngelantur*  . Program yang saya maksud adalah &#8220;1000 Buku untuk Tunanetra&#8221; yang diadakan oleh Mitra Netra. Pertama kalinya saya tahu tentang program bagus ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebetulnya program ini sudah dimulai sejak tahun 2005. Pada tahun 2005 juga saya mengalami salah satu kejadian terpenting dalam hidup saya, tapi kali ini saya bukan mau membicarakan itu *belum-belum sudah ngelantur* <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Program yang saya maksud adalah <a href="http://www.mitranetra.or.id/ebook/index.asp?mnu=1" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;1000 Buku untuk Tunanetra&#8221;</span></strong></a> yang diadakan oleh <a href="http://mitranetra.or.id" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000;">Mitra Netra</span></strong></a>. Pertama kalinya saya tahu tentang program bagus ini sekitar dua tahun lalu, ketika menghadiri presentasi <strong><a href="http://b-h-i.blogspot.com/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">Komunitas BHI</span></a> </strong>di <a href="http://wetiga.com" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000;">Wetiga</span></strong></a>, tentang kegiatan mereka, <a href="http://bloggersforbangsari.blogspot.com/" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;Bloggers for Bangsari&#8221;</span></strong></a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, waktu itu memang terpikir oleh saya, &#8220;Ah, kapan-kapan ikutan mengetik buku deh,&#8221; tapi ternyata baru tahun inilah saya bisa mulai nimbrung. Mengetik sebuah buku memang mengharuskan Anda menyisihkan sebagian waktu, dan buat mereka yang belajar maupun bekerja, tentu ini tidak selalu mudah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun, tidak ada kata terlambat untuk mulai. Lewat postingan ini, saya ingin mengajak Anda sekalian yang ingin menyumbangkan waktu untuk mengetikkan buku-buku yang menurut Anda pantas dibagikan, untuk kemudian akan dialihbahasakan ke dalam bahasa Braille oleh <a href="http://mitranetra.or.id" target="_blank"><strong><span style="color: #ff0000;">Mitra Netra</span></strong></a>. Kesempatan untuk belajar, menambah wawasan dan mengembangkan diri, mestinya tidak terbatas hanya karena seseorang punya hambatan fisik. Buku adalah jendela dunia, dan solidaritas Anda diperlukan untuk bantu membukakan jendela. Mari <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">PS : Tahukah Anda, para tunanetra mampu berbahasa Indonesia jauh lebih baik dan benar daripada sebagian dari kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/02/11/seribu-buku-untuk-tunanetra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sambutan Musim Rambutan</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/01/23/sambutan-musim-rambutan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/01/23/sambutan-musim-rambutan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 07:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemanja Lidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[
Musim rambutan sudah dimulai. Unik memang, di negeri kita selain ada musim hujan dan musim panas, ada yang disebut musim durian, musim mangga dan musim rambutan. Istilah &#8220;musim durian&#8221; dan &#8220;musim mangga&#8221; tetap dipakai. Padahal sekarang, kalau tak peduli harga, durian bisa diperoleh kapan saja di pasar swalayan. Begitu pula mangga. Sejumlah mangga di pasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/01/rambutan.jpg"><img class="size-full wp-image-470 aligncenter" title="rambutan" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/01/rambutan.jpg" alt="rambutan" width="331" height="442" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Musim rambutan sudah dimulai. Unik memang, di negeri kita selain ada musim hujan dan musim panas, ada yang disebut musim durian, musim mangga dan musim rambutan. Istilah &#8220;musim durian&#8221; dan &#8220;musim mangga&#8221; tetap dipakai. Padahal sekarang, kalau tak peduli harga, durian bisa diperoleh kapan saja di pasar swalayan. Begitu pula mangga. Sejumlah mangga di pasar swalayan bahkan didatangkan jauh-jauh dari Amerika Latin dan&#8230;Afrika! Kalau penggemar rambutan sih, setahu saya masih harus mengikuti musim. Saya belum pernah melihat buah rambutan impor kecuali yang kalengan.</p>
<p style="text-align: justify;">Musim mangga kemarin berlalu dengan sukses. Sukses musim buah menurut saya kalau buah-buahan yang berlimpah itu hasilnya bagus, bisa dijual dari yang mahal sampai yang amat murah. Artinya, panen tidak gagal dan hasil kebun berlimpah. Rupanya, tahun ini tahun yang baik buat buah-buahan. Setelah mangga, rambutan menyusul.</p>
<p style="text-align: justify;">Rambutan dalam foto di atas disebut &#8220;rambutan aceh&#8221;, entah dari mana asal-usul namanya. Rasanya manis, cukup berair dan kulit yang menempel pada biji bisa terkelupas atau &#8220;ngelotok&#8221;. Setelah banyak di pasar, harganya jadi murah, rata-rata Rp 5.000 untuk tiga ikatan. Ada pula yang dijual kiloan, sudah dibersihkan dari ranting dan daun. Harganya sekitar Rp 10.000 per tiga kilo.</p>
<p style="text-align: justify;">Selidik punya selidik, rambutan tersebut ternyata menempuh perjalanan antarkota antarprovinsi cukup jauh, dari Serang, Banten. Maklum saja, pinggiran Kota Bogor yang dulu ditumbuhi pohon rambutan, kini sudah banyak berubah menjadi pemukiman suburban. Konon lagi di Jakarta, Kampung Rambutan nyaris tinggal nama.</p>
<p style="text-align: justify;">PS : Ini ada <strong><a href="http://rambutan.com" target="_blank">situs menarik tentang rambutan</a><span style="font-weight: normal;">, tapi</span> </strong>nama Indonesia tidak termasuk yang disebut <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/01/23/sambutan-musim-rambutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stroberi</title>
		<link>http://mpokb.com/2010/01/12/stroberi/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2010/01/12/stroberi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 04:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemanja Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[buah impor]]></category>
		<category><![CDATA[buah-buahan]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[stroberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[
Saya lupa, sejak kapan persisnya stroberi jadi buah yang lazim ditemui di pasar dan toko swalayan. Kalau 10 tahun lalu sih, rasanya masih jarang. Sekarang, dengan kian banyaknya kebun stroberi lokal &#8211; setahu saya di Jawa Barat ada di sekitar Bandung dan Garut &#8211; buah yang cenderung asam ini kian mudah diperoleh.
Semasa saya kecil di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/01/stroberi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-466" title="stroberi" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2010/01/stroberi.jpg" alt="stroberi" width="376" height="281" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya lupa, sejak kapan persisnya stroberi jadi buah yang lazim ditemui di pasar dan toko swalayan. Kalau 10 tahun lalu sih, rasanya masih jarang. Sekarang, dengan kian banyaknya kebun stroberi lokal &#8211; setahu saya di Jawa Barat ada di sekitar Bandung dan Garut &#8211; buah yang cenderung asam ini kian mudah diperoleh.</p>
<p style="text-align: justify;">Semasa saya kecil di Bogor, Jawa Barat, memang sudah ada buah stroberi, kadang dijual bersama arbei, yang berasal dari kawasan Puncak. Akan tetapi, buahnya jauh lebih kecil dari yang beredar sekarang. Mungkin lebih enak kalau dibuat selai. Omong-omong soal selai, sebagian besar dari Anda mungkin sudah akrab dengan selai bluberi. Rasa ini mulai akrab di lidah orang Indonesia, termasuk saya. Padahal, seumur-umur saya belum pernah lihat pohon bluberi. Kalau ada yang punya bibitnya, pingin juga saya ikut menanam.</p>
<p style="text-align: justify;">Buah stroberi yang beredar di pasar dan toko swalayan Indonesia, entah kenapa, memang bukan dari varietas yang manis-manis amat atau besar-besar amat. Padahal, kalau bisa mendapatkan varietas stroberi yang besar dan manis itu, bukan tidak mungkin petani Indonesialah yang suatu saat akan mengekspor stroberi ke Amerika atau Australia. Lha iya lah. Masak mau yang enak-enak harus impor terus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2010/01/12/stroberi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persepsi Anda, Saya dan Mereka</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/12/30/persepsi-anda-saya-dan-mereka/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/12/30/persepsi-anda-saya-dan-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat!]]></category>
		<category><![CDATA[beredel bukan bredel]]></category>
		<category><![CDATA[buku heboh]]></category>
		<category><![CDATA[greg mortenson]]></category>
		<category><![CDATA[kbbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, &#8220;persepsi&#8221; adalah : 1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; dan 2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Karena setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang terbentuk melalui pengalaman hidup masing-masing, maka persepsi Anda, persepsi saya dan persepsi orang lain terhadap sesuatu sangat mungkin berbeda. Ditambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, &#8220;persepsi&#8221; adalah : 1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; dan 2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Karena setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang terbentuk melalui pengalaman hidup masing-masing, maka persepsi Anda, persepsi saya dan persepsi orang lain terhadap sesuatu sangat mungkin berbeda. Ditambah dengan variasi sudut pandang, semakin banyaklah kemungkinan persepsi yang terbentuk di kepala kita.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Sebuah buku yang belakangan banyak dicari orang karena konon &#8220;menghebohkan&#8221;, mendadak hilang dari toko-toko buku. Tersiar kabar, buku itu dilarang beredar, diberangus, karena konon di dalamnya terdapat data-data yang bisa mengungkapkan borok seorang penguasa. Penulisnya seseorang yang memang kerap dikenal vokal dalam mengkritisi kalangan penguasa. Tentu saja bukan sejenis bloger abal-abal macam saya maupun penulis yang menulis sekadar hobi. Beliau seorang peneliti yang karena kerajinannya mencari data, maka banyak orang yang mengakui kesahihan tulisannya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Hilangnya buku itu dari toko-toko buku bahkan sampai membuat sebuah organisasi pembela hak asasi manusia turun dan memeriksa benar tidaknya terjadi pelarangan peredaran buku tersebut. Dari sebuah toko buku besar didapat keterangan bahwa keputusan untuk tidak menjual buku itu berasal dari pihak manajemen sendiri. Ada pula distributor buku yang mengaku tetap menjualnya, sehingga lekas kehabisan stok, bahkan buku itu sempat ditawar hingga sepuluh kali lipat dari harga banderolnya. Terus terang, saya sempat punya persepsi bahwa ini utak-atik dagang yang sesungguhnya sah-sah saja. Ketika permintaan naik, maka harga harus naik. Namanya juga dagang. Tidak heran jika buku yang konon dilarang beredar ini sesungguhnya tetap beredar dan bisa dibeli dengan menghubungi nomor-nomor ponsel tertentu. Bukan, saya bukan salah satu yang mencarinya, karena sejak awal saya sudah punya persepsi sendiri terhadap buku itu. Selain itu, kisah sejati pendaki gunung Greg Mortenson dalam &#8220;Three Cups of Tea&#8221; sudah lebih dulu menyita perhatian saya dan dua jam menunggu rambut selesai dicat di salon ternyata hanya membawa saya ke seperenam jumlah halaman. Masih banyak pengalaman batin yang memperkaya jiwa menanti untuk ditemukan di sana.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Ah, ada terlalu banyak kata &#8220;konon&#8221; di tulisan sependek ini, karena catatan pribadi ini semata hanya untuk mengeluarkan apa yang ada dalam benak saya. Persepsi saya. Saya bukan hendak meyakinkan Anda yang bisa membentuk persepsi masing-masing. Saya bukan pembela si A atau si B. Info yang saya peroleh tentang kabar kabur ini pun saya dapatkan dari berbagai liputan kabur tentang kasus yang kabur. Apa boleh buat, sementara ini kita masih hidup di negeri yang banyak ralat. Ketika si X mengatakan begini, si Y mengatakan begitu, yang terjadi adalah adu debat berkepanjangan dengan memanfaatkan begitu banyak celah yang bisa diralat sewaktu-waktu. Selamat Tahun Baru, bagi Anda yang merayakannya.</div>
<p style="text-align: justify;">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, &#8220;persepsi&#8221; adalah : 1. tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan; dan 2. proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Karena setiap orang memiliki pola pikir berbeda yang terbentuk melalui pengalaman hidup masing-masing, maka persepsi Anda, persepsi saya dan persepsi orang lain terhadap sesuatu sangat mungkin berbeda. Ditambah dengan variasi sudut pandang, semakin banyaklah kemungkinan persepsi yang terbentuk di kepala kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah buku yang belakangan banyak dicari orang karena konon &#8220;menghebohkan&#8221;, mendadak hilang dari toko-toko buku. Tersiar kabar, buku itu dilarang beredar, diberangus, karena konon di dalamnya terdapat data-data yang bisa mengungkapkan borok seorang penguasa. Penulisnya seseorang yang memang kerap dikenal vokal dalam mengkritisi kalangan penguasa. Tentu saja bukan sejenis bloger abal-abal macam saya maupun penulis yang menulis sekadar hobi. Beliau seorang peneliti yang karena kerajinannya mencari data, maka banyak orang yang mengakui kesahihan tulisannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hilangnya buku itu dari toko-toko buku bahkan sampai membuat sebuah organisasi pembela hak asasi manusia turun dan memeriksa benar tidaknya terjadi pelarangan peredaran buku tersebut. Dari sebuah toko buku besar didapat keterangan bahwa keputusan untuk tidak menjual buku itu berasal dari pihak manajemen sendiri. Ada pula distributor buku yang mengaku tetap menjualnya, sehingga lekas kehabisan stok, bahkan buku itu sempat ditawar hingga sepuluh kali lipat dari harga banderolnya. Terus terang, saya sempat punya persepsi bahwa ini taktik dagang yang sesungguhnya sah-sah saja. Ketika permintaan naik, maka harga harus naik. Namanya juga dagang. Tidak heran jika buku yang konon dilarang beredar ini sesungguhnya tetap beredar dan bisa dibeli dengan menghubungi nomor-nomor ponsel tertentu. Bukan, saya bukan salah satu yang mencarinya, karena sejak awal saya sudah punya persepsi sendiri terhadap buku itu. Selain itu, kisah sejati pendaki gunung Greg Mortenson dalam &#8220;Three Cups of Tea&#8221; sudah lebih dulu menyita perhatian saya dan dua jam menunggu rambut selesai dicat di salon ternyata hanya membawa saya ke seperenam jumlah halaman. Masih banyak pengalaman batin yang memperkaya jiwa menanti untuk ditemukan di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah, ada terlalu banyak kata &#8220;konon&#8221; di tulisan sependek ini, karena catatan pribadi ini semata hanya untuk mengeluarkan apa yang ada dalam benak saya. Persepsi saya. Saya bukan hendak meyakinkan Anda yang bisa membentuk persepsi masing-masing. Saya bukan pembela si A atau si B. Info yang saya peroleh tentang kabar kabur ini pun saya dapatkan dari kliping imajiner berbagai liputan kabur tentang kasus yang kabur. Apa boleh buat, sementara ini kita masih hidup di negeri yang banyak ralat. Ketika si X mengatakan begini, si Y mengatakan begitu, yang terjadi adalah adu debat berkepanjangan dengan memanfaatkan begitu banyak celah yang bisa diralat sewaktu-waktu. Selamat Tahun Baru, bagi Anda yang meyakininya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/12/30/persepsi-anda-saya-dan-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengopi di Serambi</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/12/24/mengopi-di-serambi/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/12/24/mengopi-di-serambi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 13:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemanja Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Singgah]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[kafe internet]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[serambi botani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[
Namanya Kafe Serambi Botani. Terletak di serambi kiri pusat perbelanjaan Botani Square, Bogor. Di kafe ini, kita bisa mencicipi beberapa jenis kopi dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Lampung, Jawa, Bali, Toraja dan Papua. Selain mengopi dan mengudap sambil mengobrol, Anda yang membawa laptop bisa melanjutkan kegiatan berinternet.

Kafe mungil berkapasitas sekitar 20 orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-457 aligncenter" title="serambi botani-3" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/12/serambi-botani-3.jpg" alt="serambi botani-3" width="317" height="422" /></p>
<p style="text-align: justify;">Namanya Kafe Serambi Botani. Terletak di serambi kiri pusat perbelanjaan Botani Square, Bogor. Di kafe ini, kita bisa mencicipi beberapa jenis kopi dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Lampung, Jawa, Bali, Toraja dan Papua. Selain mengopi dan mengudap sambil mengobrol, Anda yang membawa laptop bisa melanjutkan kegiatan berinternet.</p>
<p><img class="size-full wp-image-454 aligncenter" title="serambi botani-1" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/12/serambi-botani-1.jpg" alt="serambi botani-1" width="279" height="373" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kafe mungil berkapasitas sekitar 20 orang ini memanfaatkan sudut yang terletak di bawah salah satu eskalator gedung. Justru itulah yang membuat interior kedai tampak unik, karena bagian bawah eskalator ditutupi dengan papan bergambar logo Institut Pertanian Bogor, daun dan slogan-slogan cinta lingkungan. Salah satu dinding yang bergambar urat kayu dihiasi dengan ukiran berpola sulur tanaman dan kupu-kupu.</p>
<p style="text-align: center; "><img class="size-full wp-image-458 aligncenter" title="serambi botani-4" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/12/serambi-botani-4.jpg" alt="serambi botani-4" width="222" height="295" /></p>
<p style="text-align: justify;">Benda unik lainnya adalah meja kaca dengan badan berbentuk peti yang terbuat dari papan, yang juga bertulisan slogan-slogan cinta lingkungan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-456 aligncenter" title="serambi botani-2" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/12/serambi-botani-2.jpg" alt="serambi botani-2" width="380" height="285" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau Anda sedang berjalan-jalan ke Bogor dan perlu <em>meeting point</em> di tengah kota sambil mengopi sesaat atau berinternet, atau sekadar menunggu kerabat berbelanja sembari melepas lelah, tak ada salahnya Anda mencoba tempat ini. Soal harga? Cukup bersahabat <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/12/24/mengopi-di-serambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Cari Sensasi, Melainkan Koin!</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/12/05/bukan-cari-sensasi-melainkan-koin/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/12/05/bukan-cari-sensasi-melainkan-koin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 20:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bantu prita]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan recehan]]></category>
		<category><![CDATA[koin keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[

Siapa yang tidak jengkel melihat keadilan dilecehkan? Untuk menyalurkan kepedulian, sikap dan tindakan Anda, maupun mengikuti kabar seputar pengumpulan koin, silakan klik di Koin Keadilan.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-444 aligncenter" title="koinuntukprita" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/12/koinuntukprita.png" alt="koinuntukprita" width="266" height="266" /></p>
<p>Siapa yang tidak jengkel melihat keadilan dilecehkan? Untuk menyalurkan kepedulian, sikap dan tindakan Anda, maupun mengikuti kabar seputar pengumpulan koin, silakan klik di <a href="http://koinkeadilan.com" target="_blank"><strong>Koin Keadilan</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/12/05/bukan-cari-sensasi-melainkan-koin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ala Pramuka</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/11/25/ala-pramuka/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/11/25/ala-pramuka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[Percobaan gituh]]></category>
		<category><![CDATA[kepepet]]></category>
		<category><![CDATA[mcgyver]]></category>
		<category><![CDATA[pipa bocor]]></category>
		<category><![CDATA[pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[primitif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[

Konon, orang Indonesia sangat kreatif saat mencari penyelesaian masalah di tengah keterbatasan. Hidup dalam suasana yang serba tidak menentu, rupanya membikin mereka, eh kita, harus selalu siap menghadapi tantangan, dengan cara yang paling primitif sekalipun.
Misalnya, kalau suatu saat pemanas air Anda rusak dan harus diperbaiki, lalu tukang servis lupa bahwa pipa yang terlepas akan mengalirkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-432 aligncenter" title="pipa" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/11/pipa.jpg" alt="pipa" width="416" height="312" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Konon, orang Indonesia sangat kreatif saat mencari penyelesaian masalah di tengah keterbatasan. Hidup dalam suasana yang serba tidak menentu, rupanya membikin mereka, eh kita, harus selalu siap menghadapi tantangan, dengan cara yang paling primitif sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, kalau suatu saat pemanas air Anda rusak dan harus diperbaiki, lalu tukang servis lupa bahwa pipa yang terlepas akan mengalirkan air, dan baru ngeh setelah pipa dilepaskan padahal Anda tidak punya sumbatnya, maka bisa saja tiba-tiba ide primitif untuk menutup pipa dengan plastik dan tali rafia muncul. Air tetap akan menetes, tapi masih bisa ditampung sambil menunggu pemanas diperbaiki. Dan, Anda tidak perlu keluar uang untuk membeli sumbat pipa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda berhujan-hujan sambil menutupi kepala dengan kantong plastik? Atau menggunakan nasi sebagai lem kertas? Atau menyalakan kapas dengan minyak kelapa ketika listrik mati dan lilin habis? Memakai irisan sandal jepit untuk menyumbat apa saja? Jadi bertanya-tanya, ada nggak ya blog yang menyajikan 1001 kiat ala Pramuka begitu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/11/25/ala-pramuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalimat Menjurus dalam Laporan</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/11/20/kalimat-menjurus-dalam-laporan/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/11/20/kalimat-menjurus-dalam-laporan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asbun Bukan Aspal]]></category>
		<category><![CDATA[kalimat menjurus]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>
		<category><![CDATA[penyempitan makna]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[

Belakangan ini,  kian sering saya menonton atau membaca laporan jurnalistik yang terasa emosional dan punya sentuhan personal. Dalam berita televisi, lebih-lebih, akan sangat terasa subjektivitas laporan apabila disertai mimik peliput yang melukiskan sikapnya terhadap topik tertentu.
Sebagai pembaca koran maupun penonton televisi, adakalanya saya merasa jengah ketika menyimak kalimat yang menjurus, seakan mengarahkan opini, tanpa penjelasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-427 aligncenter" title="kompas 20 nov 09" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/11/kompas-20-nov-09.jpg" alt="kompas 20 nov 09" width="384" height="288" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;">Belakangan ini,  kian sering saya menonton atau membaca laporan jurnalistik yang terasa emosional dan punya sentuhan personal. Dalam berita televisi, lebih-lebih, akan sangat terasa subjektivitas laporan apabila disertai mimik peliput yang melukiskan sikapnya terhadap topik tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pembaca koran maupun penonton televisi, adakalanya saya merasa jengah ketika menyimak kalimat yang menjurus, seakan mengarahkan opini, tanpa penjelasan mendalam mengenai sebuah topik. Saya tidak tahu. Para jurnalis pasti lebih tahu, apakah dalam kasus tertentu, kalimat-kalimat semacam itu memang diperlukan. Bahayanya adalah, kalau laporan hanya disimak separuh, dan hanya pada kalimat menjurus tersebut, akan terjadi penyempitan makna dari wacana sesungguhnya yang lebih luas.</p>
<p style="text-align: justify;">PS : artikel dicuplik dari berita Kompas <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/20/08094942/elegi.minah.dan.tiga.buah.kakao.di.meja.hijau..." target="_blank"><strong>hari ini</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/11/20/kalimat-menjurus-dalam-laporan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kali ini Foto Kucing</title>
		<link>http://mpokb.com/2009/11/19/kali-ini-foto-kucing/</link>
		<comments>http://mpokb.com/2009/11/19/kali-ini-foto-kucing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 16:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mpokb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Klangenan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Singgah]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[hewan peliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[kucing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mpokb.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[

Mengamati perilaku hewan adalah hal mengasyikkan buat saya, terutama kalau di sekitar saya sedang tidak ada manusia yang menarik untuk diamati   Misalnya, kedua kucing yang entah kenapa berbaring dengan posisi sejajar seperti ini. Kompak, padahal tidak ada yang mengatur. Lagi pula, setahu saya kucing bukan hewan yang mudah dilatih seperti anjing.
Kedua kucing ini kakak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-422 aligncenter" title="kucingsimetris" src="http://mpokb.com/wp-content/uploads/2009/11/kucingsimetris.jpg" alt="kucingsimetris" width="442" height="331" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengamati perilaku hewan adalah hal mengasyikkan buat saya, terutama kalau di sekitar saya sedang tidak ada manusia yang menarik untuk diamati <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Misalnya, kedua kucing yang entah kenapa berbaring dengan posisi sejajar seperti ini. Kompak, padahal tidak ada yang mengatur. Lagi pula, setahu saya kucing bukan hewan yang mudah dilatih seperti anjing.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua kucing ini kakak beradik, yang kakak betina lahir lebih dulu daripada si adik jantan. Akan tetapi, si adik jantan lebih bongsor daripada si kakak betina.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang teman yang penyayang kucing pernah memberi tahu saya, konon kucing menganggap pemiliknya sebagai pelayannya, kebalikan dari anjing yang menganggap sang pemilik sebagai majikan. Benar atau tidaknya, silakan Anda bandingkan sendiri perilaku kedua jenis hewan peliharaan tersebut. Buat saya, sebagai teman maupun hiburan, keduanya sama-sama menggemaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">PS : Dulu, ketika sempat memelihara anjing sekaligus kucing, mereka bisa makan dengan tenang dari satu piring <img src='http://mpokb.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mpokb.com/2009/11/19/kali-ini-foto-kucing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
